Derbi Madrid: Penalti Julian Alvarez Bawa Atletico Hancurkan Real Madrid 4-2
Skor akhir: Atletico Madrid 4-2 Real Madrid. Stadion Metropolitano bergemuruh pada Sabtu (27/9/2025) ketika Julian Alvarez mengonversi penalti menit ke-63 yang menjadi gol ketiga timnya, mengubah Derb...
Skor akhir: Atletico Madrid 4-2 Real Madrid. Stadion Metropolitano bergemuruh pada Sabtu (27/9/2025) ketika Julian Alvarez mengonversi penalti menit ke-63 yang menjadi gol ketiga timnya, mengubah Derbi Madrid di La Liga menjadi pesta bagi Los Colchoneros dan mimpi buruk bagi Carlo Ancelotti.
Menit ke-63 menjadi momen yang tak akan dilupakan puluhan ribu penonton. Alexander Sorloth dijatuhkan Aurelien Tchouameni di kotak terlarang, dan wasit akhirnya menunjuk titik putih setelah tinjauan VAR selama hampir dua menit. Alvarez melangkah maju, menatap Thibaut Courtois, lalu melepaskan tembakan keras ke sudut kanan atas. Gol! Skor 3-1, dan seisi Metropolitano meledak.
Babak Pertama: Adu Serangan Terbuka Sejak Menit Awal
Diego Simeone menurunkan formasi 4-4-2 dengan Alvarez dan Sorloth sebagai duet di lini depan, sementara Koke dan Marcos Llorente mengendalikan lini tengah. Keputusan itu langsung berbuah. Menit ke-12, Sorloth membuka skor lewat sundulan menyambut umpan silang Llorente. Namun Real Madrid, yang tampil dengan skema 4-3-3, merespons cepat. Menit ke-28, Kylian Mbappe menyamakan kedudukan 1-1 setelah menerima umpan terobosan Jude Bellingham dan menaklukkan Jan Oblak dalam situasi satu lawan satu.
Pertandingan berubah menjadi adu serangan terbuka. Menit ke-41, bek tengah Robin Le Normand membawa Atletico kembali unggul 2-1 melalui tandukan keras dari situasi sepak pojok Koke. Statistik babak pertama mencatat penguasaan bola 59 persen untuk Madrid, tetapi Atletico jauh lebih efisien dengan 4 shots on target dari 6 percobaan, berbanding 2 dari 7 milik Los Blancos.
Penalti Alvarez Mengubah Jalannya Laga
Memasuki babak kedua, tempo permainan tidak menurun. Menit ke-63, pergerakan cerdas Sorloth memaksa Tchouameni melakukan pelanggaran di area penalti. Wasit sempat melanjutkan permainan sebelum VAR memanggilnya ke monitor sisi lapangan. Keputusan akhir: penalti untuk Atletico. Alvarez, yang musim lalu sempat gagal mengeksekusi penalti kontroversial melawan tim yang sama, kali ini tampil tanpa keraguan. Tendangan kerasnya merobek gawang Courtois — gol ketiga Atletico sekaligus gol ke-6 penyerang Argentina itu di La Liga musim ini.
Madrid berusaha bangkit dari keterpurukan. Menit ke-75, Vinicius Junior memperkecil skor menjadi 3-2 lewat aksi individu memukau dari sisi kiri yang diakhiri tembakan melengkung. Namun harapan comeback sirna menit ke-88 ketika Antoine Griezmann, yang masuk sebagai pemain pengganti, mencetak gol penutup 4-2 memanfaatkan umpan matang Alvarez — assist kedua sang striker musim ini.
Angka di Balik Kemenangan Los Colchoneros
Statistik akhir menunjukkan efisiensi brutal Atletico: 7 shots on target dari 12 tembakan, berbanding 5 dari 15 milik Madrid. Penguasaan bola memang dimenangi tim tamu 58-42 persen, tetapi angka expected goals Atletico mencapai 3,1 berbanding 1,8. Oblak mencatatkan 3 penyelamatan krusial, lini tengah Atletico memenangi 54 persen duel, dan wasit mengeluarkan 4 kartu kuning — dua untuk masing-masing tim — tanpa kartu merah maupun insiden offside kontroversial.
Tim ini bermain dengan hati. Julian menunjukkan mentalitas besar di momen penalti. Kami tahu cara menyakiti mereka, dan malam ini semuanya berjalan sesuai rencana, ujar Simeone seusai laga.
Kemenangan ini mengangkat Atletico menempel ketat Madrid di papan atas klasemen La Liga. Bagi Alvarez, satu gol dan satu assist di Derbi Madrid mempertegas statusnya sebagai jantung serangan baru Los Rojiblancos. Derbi berikutnya di Santiago Bernabeu sudah dinanti — dan Mbappe serta kawan-kawan pasti belum melupakan malam kelam di Metropolitano ini.
Comments (0)