Delapan Pemain Tak Tergantikan di Skuad Manchester City Musim Ini

Manchester City boleh saja memiliki kedalaman skuad paling mewah di Premier League, tetapi kedalaman bukan berarti semua posisi bisa digantikan begitu saja. Dalam skema formasi 4-3-3 racikan Pep Guard...

Aug 11, 2026 - 18:04
0 0
Delapan Pemain Tak Tergantikan di Skuad Manchester City Musim Ini

Manchester City boleh saja memiliki kedalaman skuad paling mewah di Premier League, tetapi kedalaman bukan berarti semua posisi bisa digantikan begitu saja. Dalam skema formasi 4-3-3 racikan Pep Guardiola, terdapat delapan sosok yang menjadi fondasi utama permainan The Citizens musim ini. Ketika salah satu dari mereka absen, dampaknya langsung terlihat — mulai dari turunnya penguasaan bola, melemahnya intensitas pressing, hingga berkurangnya ketajaman di kotak penalti lawan. Data dan statistik membuktikan, delapan nama ini adalah tulang punggung sesungguhnya di Etihad Stadium.

Rodri, Jangkar Lini Tengah yang Tak Kenal Lelah

Di posisi gelandang bertahan, pemain bernomor punggung 16 ini adalah metronome yang mengatur seluruh ritme permainan City. Beroperasi sebagai pivot tunggal, ia menuntut dirinya sendiri untuk selalu disiplin menjaga posisi — dan ia menjalankannya nyaris sempurna setiap pekan. Angka-angkanya berbicara lantang: akurasi umpan di atas 92 persen, lebih dari 100 sentuhan per pertandingan, serta kemampuan memutus transisi lawan sebelum berkembang menjadi peluang berbahaya.

Bukti paling telak adalah rekor City tanpa dirinya. Setiap kali sang gelandang absen, persentase kemenangan tim anjlok secara signifikan. Ia juga bukan gelandang bertahan biasa — gol-gol krusial dari luar kotak penalti kerap lahir dari kakinya di momen-momen menentukan. Penghargaan Ballon d'Or 2024 menegaskan statusnya sebagai pemain paling berpengaruh di posisinya di seluruh dunia.

"Ia adalah gelandang terbaik di dunia. Ia mengatur tempo, membaca permainan dua langkah lebih cepat, dan membuat semua pemain di sekitarnya tampil lebih baik," puji Guardiola.

Erling Haaland dan Kevin De Bruyne, Duet Paling Ditakuti

Di lini depan, Erling Haaland tetap menjadi mesin gol yang tak terbantahkan. Penyerang Norwegia itu konsisten membukukan lebih dari 25 gol per musim di Premier League, dengan angka expected goals (xG) dan shots on target yang selalu berada di puncak klasemen statistik liga. Pergerakan tanpa bola, penyelesaian satu sentuhan, dan dominasi duel udara membuatnya mimpi buruk bagi bek mana pun.

Di belakangnya, Kevin De Bruyne beroperasi sebagai playmaker dengan visi yang sulit ditiru gelandang lain. Catatan assist dan key passes miliknya selalu masuk jajaran elite Eropa, meski cedera sempat memangkas menit bermainnya. Kombinasi keduanya — umpan terobosan De Bruyne yang membelah pertahanan dan penyelesaian dingin Haaland — merupakan pola serangan paling produktif yang dimiliki City dalam beberapa musim terakhir.

Phil Foden dan Bernardo Silva, Motor Serangan Serbabisa

Phil Foden telah menjelma dari talenta akademi menjadi salah satu pemain paling menentukan di skuad. Ia mampu beroperasi sebagai winger kanan, gelandang serang, hingga false nine dengan kualitas yang sama. Musim lalu ia mengemas 19 gol di Premier League dan menyabet penghargaan pemain terbaik liga — bukti sahih evolusinya menjadi tulang punggung tim.

Sementara itu, Bernardo Silva adalah lem yang menyatukan lini tengah dan lini depan. Pemain asal Portugal itu bisa dimainkan di lima posisi berbeda tanpa sedikit pun penurunan kualitas. Work rate-nya dalam pressing tinggi, kemampuan dribel di ruang sempit, dan kecerdasan membaca taktik membuat Guardiola nyaris tak pernah mencadangkannya di laga-laga besar, baik di kompetisi domestik maupun Liga Champions.

Tembok Pertahanan: Dias, Gvardiol, dan Ederson

Di jantung pertahanan, Ruben Dias memimpin barisan belakang dengan otoritas penuh. Catatan tekel, intersep, dan duel udara miliknya konsisten berada di level tertinggi, sementara kemampuannya mengorganisasi lini belakang membuat struktur pertahanan City jarang berantakan. Bersama Josko Gvardiol — yang musim ini bahkan rajin menyumbang gol dari posisi bek — keduanya menjadi fondasi fase build-up dari lini belakang yang merupakan ciri khas permainan City.

Di bawah mistar gawang, Ederson bukan sekadar penjaga gawang konvensional. Kiper asal Brasil itu berfungsi sebagai bek tengah tambahan dalam fase build-up, dengan akurasi umpan panjang yang kerap langsung memicu serangan balik mematikan. Koleksi clean sheet-nya musim ini menjaga City tetap berada di jalur perburuan gelar. Tanpa delapan nama tersebut, dominasi The Citizens di Inggris dan Eropa akan jauh lebih rapuh dari yang dibayangkan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
reza-pahlevi

Reporter Pengadilan. Meliput kasus-kasus landmark di PN, PT, dan MA.

Comments (0)

User