Debut Xabi Alonso Berakhir Imbang, Real Madrid Ditahan Al Hilal di Miami
Skor akhir 2-2. Real Madrid gagal mengawali era Xabi Alonso dengan kemenangan setelah ditahan imbang Al Hilal dalam laga pembuka Grup H Piala Dunia Antarklub 2025 di Hard Rock Stadium, Miami, Amerika ...
Skor akhir 2-2. Real Madrid gagal mengawali era Xabi Alonso dengan kemenangan setelah ditahan imbang Al Hilal dalam laga pembuka Grup H Piala Dunia Antarklub 2025 di Hard Rock Stadium, Miami, Amerika Serikat, Kamis (19/06/2025) WIB. Debut yang dinanti publik Los Blancos itu justru berakhir dengan dua gol balasan di 16 menit terakhir, sebuah pukulan telak bagi pelatih asal Spanyol yang baru resmi menggantikan Carlo Ancelotti pada bursa musim panas ini.
Babak Pertama: Penguasaan Bola Tanpa Ketajaman
Xabi Alonso menurunkan formasi 4-3-3 dengan trio lini tengah berisi Aurélien Tchouaméni sebagai jangkar, dikawal Federico Valverde dan Jude Bellingham. Sementara di lini depan, Kylian Mbappé menjadi ujung tombak dengan Vinícius Júnior dan Rodrygo di sisi sayap. Keputusan itu menunjukkan niat Alonso untuk tetap mempertahankan identitas menyerang ala Madrid, tetapi dengan kontrol tempo yang lebih sabar.
Real Madrid mendominasi sejak menit awal. Penguasaan bola mencapai 61 persen di 45 menit pertama, dan skema build-up dari belakang khas Alonso mulai terlihat: bek tengah membuka ruang, full-back melebar, dan gelandang bebas bergerak di antara garis. Namun dominasi itu belum berbuah gol hingga menit ke-24, ketika umpan terobosan Bellingham menembus lini pertahanan Al Hilal dan diselesaikan Vinícius dengan tembakan first-time ke tiang dekat. Gol pembuka, assist Bellingham — kombinasi yang akrab dari musim lalu.
Setelah unggul, Madrid justru menurunkan intensitas. Al Hilal yang tampil dengan formasi 4-2-3-1 tidak gentar dan mulai berani menekan tinggi. Kiper Thibaut Courtois tercatat melakukan dua penyelamatan penting sebelum jeda, termasuk menepis tembakan voli dari gelandang serang Al Hilal yang memanfaatkan kemelut di kotak penalti. Wasit juga sempat memeriksa insiden handball melalui VAR, tetapi tidak ada pelanggaran yang diberikan.
Babak Kedua: Keunggulan Dua Gol, Lalu Keruntuhan
Alonso merespons dengan memasukkan Luka Modrić untuk menambah kreativitas di lini tengah, dan keputusan itu langsung berbuah. Pada menit ke-58, Rodrygo merebut bola di sepertiga akhir lapangan, melepaskan assist terukur ke kotak penalti, dan Mbappé menyelesaikannya dengan tembakan mendatar yang tak mampu dihalau kiper. Skor 2-0, dan Hard Rock Stadium bergemuruh. Madrid seolah berada di jalur kemenangan dengan 7 shots on target sepanjang pertandingan.
Tetapi menit ke-68 menjadi titik balik. Al Hilal memanfaatkan transisi cepat dari lemparan ke dalam, striker mereka lolos dari jebakan offside dan menaklukkan Courtois lewat sundulan dari jarak dekat. Gol itu mengubah psikologi pertandingan. Madrid kehilangan ritme, umpan-umpan pendek khas Alonso mulai sering terputus, dan tekanan Al Hilal semakin menggila.
Puncaknya terjadi di menit ke-84: tendangan bebas dari sisi kanan disambut bek Al Hilal yang lolos dari penjagaan, dan bola masuk ke pojok gawang. Skor akhir 2-2. Sempat ada harapan ketika VAR memeriksa kemungkinan offside pada gol kedua tersebut, namun keputusan wasit tetap menganulir keraguan — gol sah. Courtois yang tampil gemilang sepanjang laga akhirnya gagal menjaga clean sheet, dan Real Madrid harus puas dengan satu poin.
Evaluasi Xabi Alonso: Masalah Transisi dan Kedalaman Rotasi
Secara statistik, Madrid unggul dalam hampir semua aspek: 58 persen penguasaan bola secara keseluruhan, 7 tembakan tepat sasaran berbanding 4 milik Al Hilal, dan akurasi umpan di atas 89 persen. Namun angka-angka itu tidak cukup menjelaskan dua gol yang bersarang di gawang sendiri. Masalah utama terlihat jelas: saat keunggulan dua gol, para pemain bertahan justru menarik garis terlalu rendah dan kehilangan duel udara — dua gol Al Hilal lahir dari situasi bola mati dan umpan silang.
Alonso juga perlu mengevaluasi rotasi. Dengan jadwal padat Piala Dunia Antarklub yang berlangsung di tengah pramusim, beberapa pemain starter tampak kelelahan di 20 menit terakhir. Pergantian Modrić pada babak kedua membantu, tetapi penyesuaian taktis untuk menutup lini sayap setelah Al Hilal mengganti dua pemain sayapnya terlambat dilakukan. Ini menjadi bahan pelajaran penting bagi pelatih berusia 43 tahun itu, yang sebelumnya sukses membawa Bayer Leverkusen meraih gelar domestik dan kini menghadapi tekanan besar di klub berlabel Los Blancos.
Hasil imbang ini bukan akhir dunia, tetapi menegaskan bahwa era Xabi Alonso baru saja dimulai. Laga berikutnya melawan lawan yang lebih ringan di Grup H akan menjadi ujian nyata: apakah Madrid mampu memperbaiki konsentrasi di 15 menit akhir, atau justru mengulang drama yang sama. Untuk saat ini, 2-2 di Miami adalah catatan debut yang jujur — dominan di atas kertas, rapuh di momen krusial.
Comments (0)