Debut Apik Trent Alexander-Arnold, Real Madrid Taklukkan Osasuna di Bernabeu
Skor akhir 1-0 untuk Real Madrid! Gol penalti Kylian Mbappé menit ke-51 menjadi satu-satunya pembeda saat Los Blancos membuka kampanye La Liga 2025/26 dengan kemenangan atas CA Osasuna di Santiago Be...
Skor akhir 1-0 untuk Real Madrid! Gol penalti Kylian Mbappé menit ke-51 menjadi satu-satunya pembeda saat Los Blancos membuka kampanye La Liga 2025/26 dengan kemenangan atas CA Osasuna di Santiago Bernabeu, Rabu (20/8) dini hari WIB. Namun sorotan utama malam itu tertuju pada satu nama: Trent Alexander-Arnold, bek kanan asal Inggris bernomor punggung 12 yang akhirnya menjalani debut resminya di kompetisi domestik Spanyol.
Statistik pertandingan menunjukkan dominasi total tuan rumah. Real Madrid mencatatkan penguasaan bola 68 persen berbanding 32 persen, melepaskan 17 tembakan dengan 6 shots on target, sementara Osasuna hanya mampu menghasilkan 4 percobaan dan 1 yang benar-benar mengarah ke gawang Thibaut Courtois. Meski skor tipis, kendali permainan sepenuhnya berada di tangan pasukan Xabi Alonso sejak menit pertama hingga peluit panjang.
Babak Pertama: Dominasi Tanpa Gol
Sejak peluit dibunyikan, Real Madrid langsung menggebrak dengan formasi 4-3-3. Menit ke-9, Alexander-Arnold melepaskan umpan diagonal khasnya dari sisi kanan yang menemukan Vinicius Junior di kotak penalti, namun sepakan sang winger masih melebar tipis di sisi gawang Sergio Herrera. Lima menit berselang, Vinicius kembali lolos dari jebakan pertahanan lawan, tetapi kali ini hakim garis mengangkat bendera — offside.
Menit ke-23, giliran Mbappé yang mengancam lewat tendangan keras dari luar kotak penalti, tetapi Herrera tampil sigap menepis bola. Osasuna sendiri bermain sangat disiplin dengan blok rendah 5-4-1, memaksa Madrid bersabar memutar bola dari kaki ke kaki. Hingga turun minum, skor kacamata bertahan meski tuan rumah sudah mencatatkan 8 tembakan dan 3 shots on target di 45 menit pertama.
Debut Solid Sang Bek Kanan Inggris
Tampil sebagai bagian starting XI di posisi bek kanan, Alexander-Arnold langsung memperlihatkan mengapa Madrid memboyongnya dari Liverpool. Sepanjang laga, ia mencatatkan 89 sentuhan, akurasi umpan 91 persen, 5 umpan kunci, dan 3 tekel sukses. Perannya bukan sekadar bek tradisional — ia kerap masuk ke lini tengah membentuk double pivot bersama Aurelien Tchouameni saat Madrid membangun serangan dari belakang.
Momen terbaiknya datang menit ke-38 ketika umpan silang mendatarnya hampir dimaksimalkan Brahim Diaz, sayang bola masih bisa dipotong bek Osasuna tepat di depan garis gawang. Peluang itu nyaris menjadi assist perdananya di La Liga. Di fase bertahan, ia juga tenang menghalau dua skema serangan balik tim tamu, termasuk satu intersep krusial menit ke-64 yang menghentikan laju penyerang Osasuna sebelum memasuki kotak penalti.
Babak Kedua: Penalti Mbappé dan Clean Sheet Perdana
Kebuntuan akhirnya pecah enam menit setelah jeda. Menit ke-51, Mbappé dijatuhkan di kotak terlarang dan wasit tanpa ragu menunjuk titik putih. VAR sempat memeriksa insiden tersebut selama hampir satu menit, namun keputusan penalti tetap berlaku. Mbappé sendiri yang maju sebagai algojo dan dengan dingin mengecoh Herrera — 1-0 untuk Madrid, gol perdana musim mereka di liga.
Osasuna mencoba merespons dengan permainan lebih terbuka, tetapi justru meninggalkan ruang di belakang. Menit ke-70, Vinicius sempat menjebol gawang Herrera memanfaatkan umpan terobosan, namun gol dianulir karena posisi offside. Laga sempat memanas ketika gelandang Osasuna menerima kartu kuning menit ke-74 usai melanggar Tchouameni di tengah lapangan.
Alexander-Arnold akhirnya ditarik keluar menit ke-78 digantikan Dani Carvajal, dan tribun Bernabeu memberikan standing ovation untuk debutnya. Hingga peluit panjang, clean sheet perdana musim ini resmi menjadi milik Courtois dan lini pertahanan Los Blancos yang hanya kebobolan satu tembakan tepat sasaran sepanjang 90 menit.
Fondasi Ideal untuk Musim Panjang
Tiga poin ini menempatkan Madrid di jalur yang tepat sejak pekan pertama. Bagi Alexander-Arnold, debut tanpa kebobolan adalah fondasi ideal untuk membangun kariernya di ibu kota Spanyol. Dengan akurasi umpan progresif, visi bermain yang sudah menyatu dengan skema Alonso, serta ketenangan dalam bertahan, bek 26 tahun itu tampak siap menjadi pilar baru di sisi kanan — bukan hanya sebagai benteng, tetapi juga kreator serangan Madrid musim ini.
Comments (0)