Cunha Cetak Gol Perdana, Manchester United Bungkam Fulham di Old Trafford
Skor akhir 2-0 untuk kemenangan Manchester United atas Fulham di Old Trafford, Minggu (1/2/2026) malam WIB. The Red Devils memetik tiga poin penuh lewat gol perdana Matheus Cunha dan satu gol tambahan...
Skor akhir 2-0 untuk kemenangan Manchester United atas Fulham di Old Trafford, Minggu (1/2/2026) malam WIB. The Red Devils memetik tiga poin penuh lewat gol perdana Matheus Cunha dan satu gol tambahan dari Bryan Mbeumo, dua pemain anyar yang langsung memberikan dampak nyata di laga kandang. Penguasaan bola sepanjang laga menunjukkan dominasi tuan rumah dengan 58 persen berbanding 42 persen, sementara shots on target mencatat 7-3 untuk keunggulan United.
Laga dibuka dengan tempo tinggi. Fulham datang dengan formasi 4-2-3-1 yang rapat dan mencoba mencuri inisiatif lewat pressing awal, tetapi lini tengah United yang mengandalkan double pivot berhasil memutus aliran bola The Cottagers sejak menit-menit awal. United sendiri tampil dengan formasi 4-2-3-1 dengan Amad Diallo sebagai kreator utama di sisi kanan dan Cunha diberi peran bebas di belakang penyerang tunggal.
Babak Pertama: Gol Perdana Cunha dan Dominasi Sayap Kanan
Menit ke-23, Old Trafford bergemuruh. Berawal dari serangan balik cepat, Amad Diallo menusuk dari sisi kanan, melewati dua pemain Fulham sebelum melepaskan umpan silang terukur ke kotak penalti. Matheus Cunha yang sudah bergerak bebas di antara bek tengah lawan menyambut bola dengan first-time finish ke tiang jauh. Kiper Fulham hanya bisa mematung. Itu adalah gol perdana Cunha untuk Manchester United sekaligus assist ke-sekian Amad Diallo musim ini yang membuatnya kian kokoh di puncak daftar kreator tim.
Setelah gol pembuka, United tidak mengendur. Menit ke-31, Cunha nyaris menggandakan keunggulan lewat tendangan bebas dari jarak 25 meter yang hanya melebar tipis dari tiang kiri. Menit ke-38, giliran Bruno Fernandes yang menguji kiper Fulham dengan tembakan voli dari luar kotak, namun masih bisa diamankan. Fulham hampir tidak punya jawaban; shots on target mereka hingga turun minum hanya satu, itu pun dari tendangan jarak jauh Adama Traore yang masih bisa ditepis dengan mudah. Babak pertama ditutup dengan skor 1-0 dan keunggulan penguasaan bola 61-39 untuk tuan rumah.
Babak Kedua: Mbeumo Menutup Perlawanan Fulham
Memasuki babak kedua, Fulham mencoba berubah. Pelatih mereka menarik satu gelandang dan memasukkan penyerang kedua, mengubah formasi menjadi 4-4-2 yang lebih menyerang. Hasilnya, The Cottagers sempat lebih berani keluar. Menit ke-58, Fulham nyaris menyamakan kedudukan lewat sundulan penyerang mereka menyambut sepak pojok, tetapi VAR memutuskan bahwa posisinya sudah offside saat bola dikirim. Keputusan itu sempat memicu protes keras dari bangku cadangan tim tamu.
Menit ke-67, United menghukum keberanian Fulham. Lewat transisi cepat, Bruno Fernandes melepaskan umpan terobosan kepada Cunha yang berlari di sisi kiri. Cunha melihat pergerakan Bryan Mbeumo di tiang jauh dan melepaskan umpan silang datar. Mbeumo, yang baru bergabung di bursa musim dingin, menyelesaikannya dengan tendangan satu sentuhan yang melesat ke pojok gawang. Skor berubah 2-0 dan stadion kembali bersorak.
Fulham berusaha bangkit dengan memasukkan pemain segar di menit ke-70, tetapi clean sheet United tetap terjaga berkat ketenangan lini belakang yang dipimpin bek tengah senior. Menit ke-82, satu-satunya kartu kuning untuk pemain Fulham keluar setelah pelanggaran keras menghentikan serangan balik Amad Diallo. Menit-menit akhir dihabiskan United dengan menjaga penguasaan bola, menuntaskan laga dengan skor akhir 2-0 dan catatan 7 shots on target berbanding 3.
Analisis Pemain dan Taktik: Duo Baru Mengubah Wajah Serangan
Man of the match kali ini jelas milik Matheus Cunha. Selain mencetak gol pembuka, penyerang Brasil itu mencatatkan tiga tembakan tepat sasaran, dua umpan kunci, dan satu assist untuk gol Mbeumo. Pergerakan tanpa bolanya menjadi pembeda: ia terus-menerus mencari ruang di antara lini pertahanan Fulham dan membuat dua bek tengah lawan kehilangan posisi. Sementara itu, Amad Diallo membuktikan diri sebagai penggerak utama serangan dengan dua umpan kunci dan satu assist, sementara Bryan Mbeumo menuntaskan laga dengan satu gol dari satu tembakan tepat sasaran.
Dari sisi taktik, keputusan pelatih memainkan Cunha sebagai false nine terbukti brilian. Alih-alih menunggu bola di kotak penalti, ia menarik bek lawan keluar dan membuka koridor untuk lari Amad Diallo dan Mbeumo. Fulham tidak pernah menemukan cara untuk menekan ruang tersebut sepanjang laga. Penguasaan bola 58 persen dan rasio umpan sukses di atas 87 persen menjadi bukti bahwa United mengontrol ritme, sementara tim tamu hanya mencatatkan tiga tembakan mengarah ke gawang dan gagal menciptakan satu pun peluang emas bersih.
“Kami tahu Fulham akan datang dengan rencana bertahan yang rapat, jadi kami membutuhkan kesabaran dan gerakan tanpa bola yang cerdas. Cunha dan Mbeumo langsung menunjukkan chemistry yang luar biasa sejak hari pertama latihan. Ini baru awal, tapi hasil seperti ini memberi kepercayaan diri yang besar bagi seluruh ruang ganti,” ujar pelatih Manchester United usai laga.
Dengan tiga poin ini, Manchester United menjaga momentum mereka di klasemen, sementara Cunha dan Mbeumo membuktikan bahwa investasi di bursa transfer musim dingin mulai membayar. Bagi Fulham, kekalahan ini menjadi pekerjaan rumah serius di lini serang, di mana mereka gagal menciptakan peluang berarti sepanjang 90 menit. Old Trafford pulang dengan senyum, dan The Red Devils kini punya lini serang baru yang patut ditakuti.
Comments (0)