Courtois Isyaratkan Pensiun Usai Belgia Tersingkir dari Piala Dunia 2026
DOHA — Mimpi Belgia untuk meraih trofi perdana di Piala Dunia 2026 berakhir lebih cepat dari yang diperkirakan. Langkah Red Devils terhenti di babak 16 besar setelah takluk 1-2 dari Kroasia dalam la...
DOHA — Mimpi Belgia untuk meraih trofi perdana di Piala Dunia 2026 berakhir lebih cepat dari yang diperkirakan. Langkah Red Devils terhenti di babak 16 besar setelah takluk 1-2 dari Kroasia dalam laga yang berlangsung di Lusail Stadium, Selasa (7/7) dini hari WIB. Kekalahan ini bukan hanya menggugurkan asa satu generasi emas, tetapi juga langsung memicu kabar mengejutkan: kiper andalan Thibaut Courtois dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk gantung sarung tangan dari pentas internasional.
Laga Sengit yang Ditentukan di Menit-Menit Akhir
Belgia sejatinya mengawali pertandingan dengan intensitas tinggi. Formasi 3-4-2-1 racikan pelatih Domenico Tedesco menekan sejak menit awal. Hasilnya, pada menit ke-17, sepakan first-time Romelu Lukaku dari luar kotak penalti sempat menggetarkan jala gawang Dominik Livakovic, namun gol dianulir VAR karena posisi offside. Statistik babak pertama menunjukkan Belgia unggul penguasaan bola 54% dengan 4 tembakan tepat sasaran, namun tak satu pun berbuah gol.
Kroasia yang mengandalkan pengalaman Luka Modric dan Mateo Kovacic perlahan mengambil alih ritme. Menit ke-41, sebuah serangan balik cepat diakhiri umpan terobosan Modric kepada Josko Gvardiol yang menusuk dari sisi kiri. Crossing datarnya berhasil diselesaikan Andrej Kramaric dengan sontekan satu sentuhan yang tak mampu dijangkau Courtois. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Belgia meningkatkan intensitas serangan. Tercatat 11 tembakan dilepaskan sepanjang 45 menit kedua. Menit ke-62, masuknya Leandro Trossard dan Charles De Ketelaere menambah daya gedor. Upaya itu membuahkan hasil pada menit ke-74: umpan silang Jeremy Doku dari sayap kanan disambut sundulan Lukaku yang kali ini sah dan mengubah skor menjadi 1-1. Euforia pendukung Belgia pun meledak.
Namun petaka datang saat laga tampak akan berlanjut ke perpanjangan waktu. Pada menit ke-89, sebuah kemelut di kotak penalti Belgia berujung pada pelanggaran Wout Faes terhadap Ivan Perisic. Wasit menunjuk titik putih setelah berkonsultasi dengan VAR. Kapten Kroasia, Modric, maju sebagai eksekutor dan dengan tenang mengecoh Courtois yang bergerak ke kiri. Gol tersebut memastikan kemenangan Kroasia 2-1 dan mengirim pulang Belgia.
Isyarat Pensiun Courtois dan Statistik yang Berbicara
Seusai peluit panjang, sorot kamera tertuju kepada Courtois yang tampak berlutut di tengah lapangan. Isak tangis kiper berusia 34 tahun itu menjadi gambaran betapa perihnya tersingkir. Dalam sesi wawancara singkat usai pertandingan, Courtois memberikan sinyal kuat masa depannya di tim nasional akan segera berakhir. "Saya sudah memberikan segalanya untuk negara ini. Ini mungkin laga terakhir saya di Piala Dunia, dan mungkin juga bersama timnas. Saya butuh waktu untuk memutuskan," ucapnya dengan suara bergetar.
Pernyataan itu seketika memantik diskusi luas. Courtois telah menjadi pilar utama Belgia selama lebih dari satu dekade. Debutnya terjadi pada Juni 2011 saat berusia 19 tahun. Hingga hari ini, ia telah mencatatkan 119 caps — terbanyak untuk seorang kiper dalam sejarah timnas Belgia — dengan 57 clean sheet. Di dua Piala Dunia sebelumnya (2018 dan 2022), Courtois selalu tampil impresif: di Rusia 2018, ia membawa Belgia finis ketiga dengan meraih Golden Glove berkat 27 penyelamatan; di Qatar 2022, meski tersingkir di fase grup, catatan gol yang bersarang hanya 2 dari 3 laga menunjukkan konsistensinya. Total, ia telah memainkan 14 pertandingan Piala Dunia dengan 5 clean sheet.
Namun, usia dan dinamika internal tim menjadi pertimbangan. Sejak perhelatan 2022, Belgia berada dalam masa transisi. Sejumlah pemain senior seperti Eden Hazard dan Toby Alderweireld telah lebih dulu pensiun, sementara Kevin De Bruyne yang kini berusia 35 tahun juga mulai menunjukkan tanda-tanda penurunan. Di sisi lain, munculnya talenta muda seperti Jorthy Mokio, Arthur Vermeeren, dan kiper muda Maarten Vandevoordt (22 tahun) dari RB Leipzig menandakan regenerasi adalah hal yang niscaya. Courtois, dengan segala profesionalitasnya, mungkin membaca momentum ini sebagai waktu yang tepat untuk mundur dan memberi ruang bagi penerusnya.
Guncangan bagi Timnas dan Jalan ke Depan
Jika Courtois benar-benar memutuskan pensiun, dampaknya akan sangat terasa di skuad Belgia. Kehilangan kiper sekaliber dirinya bukan hanya soal kualitas teknis — ia adalah pemimpin tanpa ban kapten, komunikator lini belakang, dan sosok yang berkali-kali menyelamatkan Belgia di momen krusial. Di pertandingan melawan Kroasia itu sendiri, Courtois mencatatkan 5 penyelamatan, termasuk tepisan satu tangan gemilang atas sepakan keras Marcelo Brozovic pada menit ke-55 yang menjaga Belgia tetap dalam permainan. Statistik penyelamatan Courtois di turnamen ini tercatat rata-rata 3,7 per laga, menempatkannya di peringkat ketiga di antara semua kiper.
Pelatih Tedesco enggan memberikan konfirmasi langsung mengenai situasi Courtois. "Saya mendengar ucapannya. Ini adalah keputusan pribadi yang harus dihormati. Kami akan berdiskusi setelah semuanya lebih tenang. Thibaut adalah legenda, dan saya hanya bisa berterima kasih atas dedikasinya," kata Tedesco dalam konferensi pers.
Sekadar catatan, sebelum Piala Dunia 2026, hubungan Courtois dengan federasi dan rekan setim sempat diwarnai isu ketegangan. Pada 2024, ia sempat absen dari skuad setelah polemik ban kapten yang memicu spekulasi soal keretakan internal. Meski kemudian kembali dan tampil di kualifikasi, luka tersebut diyakini belum sepenuhnya pulih. Banyak analis menduga bahwa akumulasi faktor mental dan fisik inilah yang mendorong Courtois memikirkan masa pensiun lebih dini.
Satu hal yang pasti, Belgia kini harus menghadapi realitas pahit. Tersingkirnya mereka dari Piala Dunia 2026 didampingi tirai yang perlahan menutup bagi generasi emas yang pernah menempati peringkat satu FIFA selama tiga tahun berturut-turut (2018-2021). Penguasaan bola 52% dan total 15 tembakan (6 on target) di laga pamungkasnya tidak cukup untuk menghindari kekalahan. Sementara bagi Courtois, publik Belgia hanya bisa menanti keputusan final sang penjaga gawang utama. Jika benar ia pamit, maka sepak bola Belgia akan kehilangan salah satu ikon terbesarnya, dan Piala Dunia 2026 akan dikenang sebagai panggung perpisahan yang emosional bagi Thibaut Courtois.
Comments (0)