Chelsea Bantai AC Milan 3-0 di GBK, Amorim Akui Kekalahan Total

Skor akhir 0-3 menjadi penutup malam yang ingin segera dilupakan AC Milan. Di hadapan puluhan ribu penonton yang memadati Stadion Utama Gelora Bung Karno, Rossoneri dibantai Chelsea pada laga Indonesi...

Aug 10, 2026 - 10:08
0 0
Chelsea Bantai AC Milan 3-0 di GBK, Amorim Akui Kekalahan Total

Skor akhir 0-3 menjadi penutup malam yang ingin segera dilupakan AC Milan. Di hadapan puluhan ribu penonton yang memadati Stadion Utama Gelora Bung Karno, Rossoneri dibantai Chelsea pada laga Indonesia Super Cup, dan pelatih Ruben Amorim tak bisa menyembunyikan kekecewaannya usai peluit panjang berbunyi.

Chelsea langsung menunjukkan kelasnya sejak menit pertama. Formasi 4-3-3 yang diusung The Blues membuat lini tengah Milan kewalahan mengimbangi intensitas pressing. Menit ke-23, publik GBK terdiam ketika Cole Palmer menyambut umpan terobosan Enzo Fernandez dengan kontrol sempurna sebelum melepaskan tendangan mendatar ke sudut bawah gawang. 1-0 untuk Chelsea.

Milan mencoba merespons melalui kecepatan Rafael Leão di sisi kiri, tetapi kedisiplinan barisan pertahanan Chelsea membuat setiap serangan mentah di sepertiga akhir. Menit ke-41, keunggulan The Blues bertambah. Nicolas Jackson menanduk umpan silang Reece James dari sisi kanan, bola meluncur deras tanpa bisa dijangkau kiper. Skor 2-0 bertahan hingga jeda.

Babak Pertama: Dominasi The Blues yang Tak Terbantahkan

Data 45 menit pertama memperlihatkan betapa timpangnya pertandingan. Chelsea mencatatkan penguasaan bola 61 persen berbanding 39 persen milik Milan. Dari segi peluang, tim London melepaskan 5 shots on target dari 9 percobaan, sementara Milan hanya mampu membukukan satu tembakan tepat sasaran sepanjang paruh pembuka.

Amorim sendiri menurunkan starting XI dengan formasi 4-2-3-1, menempatkan Christian Pulisic di belakang striker tunggal. Namun, double pivot Milan gagal memutus aliran bola Chelsea, dan transisi dari bertahan ke menyerang berjalan lambat serta mudah diprediksi lawan.

Babak Kedua: Gol Ketiga Menutup Harapan Comeback

Memasuki paruh kedua, Milan sempat menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Menit ke-52, Leão melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti yang masih bisa ditepis kiper Chelsea. Itu menjadi satu-satunya momen berbahaya Rossoneri sepanjang 90 menit.

Petaka justru datang menit ke-67. Pelanggaran di dalam kotak penalti membuat wasit menunjuk titik putih setelah sempat meninjau tayangan ulang melalui VAR. Christopher Nkunku yang maju sebagai algojo mengeksekusi dengan dingin ke arah kanan gawang. 3-0, dan pertandingan praktis sudah berakhir.

Sisa laga diwarnai sejumlah pergantian pemain dari kedua kubu. Milan mendapat dua kartu kuning akibat frustrasi di pengujung laga, sementara Chelsea nyaris menambah gol keempat andai sundulan Jackson tidak dianulir karena offside pada menit ke-81.

Angka di Balik Kekalahan Telak

Statistik akhir semakin menegaskan superioritas Chelsea. The Blues unggul penguasaan bola 58-42 persen, melepaskan 8 shots on target dari total 16 tembakan, berbanding hanya 2 dari 7 milik Milan. Chelsea juga mencatatkan akurasi umpan 89 persen dan memenangi 7 tendangan sudut berbanding 2.

Bagi Chelsea, kemenangan ini sekaligus menjadi clean sheet meyakinkan yang menunjukkan soliditas lini belakang mereka jelang musim kompetitif. Sebaliknya, Milan pulang dengan catatan nol gol, nol kemenangan, dan pertahanan yang rapuh setiap kali menghadapi serangan balik cepat.

Reaksi Amorim: Akui Ketimpangan, Tatap Perbaikan

Usai pertandingan, Amorim berbicara kepada awak media dengan nada realistis. Ia mengakui timnya kalah dalam segala aspek, dari intensitas duel hingga kualitas pengambilan keputusan di area kunci.

"Kami menghadapi tim dengan ritme kompetitif yang lebih tinggi. Hasil ini menyakitkan, tetapi lebih baik terjadi sekarang daripada saat musim berjalan. Ada banyak hal yang harus kami perbaiki, terutama transisi bertahan dan ketenangan saat memegang bola," ujar Amorim.

Sang pelatih juga menolak menjadikan kelelahan tur pramusim sebagai alasan. Menurutnya, kekalahan ini justru menjadi bahan evaluasi berharga sebelum kompetisi resmi dimulai.

"Skor tidak pernah berbohong. Kami harus jujur pada diri sendiri, bekerja lebih keras di sesi latihan, dan memastikan tim ini tampil berbeda saat laga sesungguhnya tiba," tegasnya.

Dengan hasil ini, Milan menutup rangkaian tur Asia mereka dengan catatan minor yang menjadi PR besar bagi staf pelatih. Sementara Chelsea pulang membawa trofi Indonesia Super Cup beserta suntikan kepercayaan diri besar menuju musim baru.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
reza-pahlevi

Reporter Pengadilan. Meliput kasus-kasus landmark di PN, PT, dan MA.

Comments (0)

User