Carlos Baleba Jadi Pahlawan Brighton Saat Taklukkan Manchester City 2-1

Skor akhir 2-1 untuk kemenangan dramatis Brighton & Hove Albion atas Manchester City di Stadion Komunitas American Express, Minggu dini hari WIB (10/11/2024). Carlos Baleba, gelandang asal Kamerun ber...

Carlos Baleba Jadi Pahlawan Brighton Saat Taklukkan Manchester City 2-1

Skor akhir 2-1 untuk kemenangan dramatis Brighton & Hove Albion atas Manchester City di Stadion Komunitas American Express, Minggu dini hari WIB (10/11/2024). Carlos Baleba, gelandang asal Kamerun bernomor punggung 20, menjadi pahlawan kemenangan The Seagulls setelah mencetak gol penentu di babak kedua. Gol itu melengkapi comeback Brighton yang sempat tertinggal lebih dulu, sekaligus memperpanjang rentetan buruk tim tamu yang sebelumnya menelan empat kekalahan beruntun di semua kompetisi. Hasil ini mengejutkan banyak pihak, mengingat City datang dengan status juara bertahan dan kedalaman skuad yang jauh lebih mewah.

Babak Pertama: Gol Haaland dan Dominasi Penguasaan Bola City

Sejak kick-off, Manchester City langsung mengambil inisiatif serangan. Pep Guardiola menurunkan formasi 4-3-3 andalannya dengan starting XI penuh nama bintang, sementara tuan rumah menjawab dengan formasi 4-2-3-1 ala Fabian Hürzeler yang mengandalkan pressing ketat di lini tengah. Penguasaan bola pada 45 menit pertama tercatat 62 persen untuk tim tamu, namun Brighton justru lebih berbahaya lewat serangan balik cepat. Menit ke-23, petaka bagi tuan rumah. Umpan silang dari sisi kanan disambut Erling Haaland dengan penyelesaian satu sentuhan yang tak mampu dihalau Bart Verbruggen. City unggul 1-0, dan gol itu sempat membuat pendukung tuan rumah khawatir laga akan berjalan berat. Namun Brighton tidak patah arang; shots on target hingga turun minum tercatat 3-2 untuk keunggulan tim tamu, angka yang membuktikan perlawanan The Seagulls tidak pernah surut.

Hürzeler terlihat intens memberi instruksi dari pinggir lapangan, meminta para pemainnya berani menekan lini belakang City yang kehilangan Rodri akibat cedera panjang. Tanpa jangkar lini tengah itu, City kesulitan keluar dari tekanan, dan celah demi celah mulai terlihat di sisi pertahanan mereka. Babak kedua pun dimulai dengan Brighton yang tampil jauh lebih agresif.

Babak Kedua: Penalti Joao Pedro dan Gol Emas Baleba

Menit ke-58, Joao Pedro nyaris menyamakan kedudukan lewat sundulan yang masih bisa diamankan Ederson. Tekanan demi tekanan terus dilancarkan tuan rumah, hingga akhirnya buahnya datang di menit ke-78: wasit menunjuk titik putih setelah Joao Pedro dijatuhkan di kotak terlarang, keputusan yang dikonfirmasi lewat pemeriksaan VAR. Joao Pedro yang maju sebagai eksekutor menuntaskan tendangan ke pojok kiri gawang Ederson, dan skor berubah 1-1. Lima menit berselang, tepatnya di menit ke-83, Stadion Komunitas American Express meledak. Berawal dari assist terukur Joao Pedro, Carlos Baleba melepaskan tembakan first-time dari dalam kotak penalti yang tak mampu dijangkau Ederson.

Petugas VAR sempat memeriksa potensi offside dalam proses gol tersebut, namun posisi Baleba dinyatakan aman. Gol itu menjadi momen terbesar dalam karier Baleba di Liga Primer Inggris, dan ia merayakannya dengan penuh emosi di tengah lapangan. Sisa laga menjadi ujian mental bagi City; pressing tinggi Brighton membuat tim tamu kesulitan membangun serangan dari bawah. Kartu kuning harus dikeluarkan wasit untuk pemain tamu akibat protes berlebihan di menit-menit akhir, dan upaya Guardiola menambah daya gedor melalui pergantian pemain tidak membuahkan hasil.

Kunci Kemenangan: Energi Lini Tengah dan Efektivitas Serangan

Dari sisi taktik, kemenangan Brighton layak dianalisis serius. Baleba yang berduet di lini tengah tampil luar biasa, baik dalam bertahan maupun menyerang: enam tekel sukses, tiga kemenangan duel udara, dan akurasi umpan di atas 90 persen. Secara keseluruhan, penguasaan bola berakhir 59-41 untuk City, namun Brighton unggul 5-3 dalam shots on target — bukti bahwa efektivitas mengalahkan dominasi. Haaland memang tidak mencatat hat-trick, tetapi ia tetap ancaman terbesar City malam itu; hanya saja, lini belakang Brighton yang dipimpin Lewis Dunk bermain disiplin sepanjang laga.

Reaksi Pelatih dan Dampaknya ke Klasemen

Usai laga, Hürzeler tidak bisa menyembunyikan kebanggaannya.

“Ini kemenangan yang kami bangun dari kerja keras kolektif. Para pemain percaya pada rencana permainan dan mengeksekusinya dengan sempurna,” ujar Hürzeler.

Di kubu tamu, Guardiola mengakui keunggulan lawan.

“Brighton layak menang. Mereka bermain dengan intensitas yang tidak bisa kami ikuti malam ini,” kata Guardiola.

Kekalahan ini membuat City gagal mencatat clean sheet dalam lima laga beruntun dan kini tertinggal lima poin dari Liverpool di puncak klasemen. Sementara itu, kemenangan ini menjadi yang perdana bagi Brighton atas City di Liga Primer sejak Mei 2021, sekaligus menjaga asa The Seagulls bersaing di papan atas. Malam itu, satu gol Baleba jauh lebih berharga dari sekadar angka: ia menjadi simbol keberanian Brighton melawan raksasa. Skor akhir 2-1 milik tuan rumah, dan untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama, Amex Stadium merasakan manisnya mengalahkan Manchester City.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
vina-melati

Data Journalist Hukum. Visualisasi data kejahatan dan analisis tren kriminal.

Comments (0)

User