Campus League UniGames 2026 Digelar di UPH, Tujuh Federasi Siap Berlaga

JAKARTA — Panggung olahraga mahasiswa nasional kembali bergulir. Campus League UniGames resmi mengumumkan gelaran edisi terbaru yang akan berlangsung di Universitas Pelita Harapan (UPH), 6-11 Desemb...

Oct 08, 2026 - 08:00
0 0
Campus League UniGames 2026 Digelar di UPH, Tujuh Federasi Siap Berlaga

JAKARTA — Panggung olahraga mahasiswa nasional kembali bergulir. Campus League UniGames resmi mengumumkan gelaran edisi terbaru yang akan berlangsung di Universitas Pelita Harapan (UPH), 6-11 Desember 2026. Pengumuman ini disampaikan dalam konferensi pers yang menghadirkan tujuh perwakilan federasi cabang olahraga, menandai babak baru kompetisi antarkampus yang kian serius menggarap ekosistem pembinaan atlet muda.

Konferensi pers tersebut bukan sekadar seremoni. Kehadiran para petinggi federasi menunjukkan bahwa Campus League UniGames tidak lagi dipandang sebagai turnamen mahasiswa biasa, melainkan sebagai jembatan antara kompetisi kampus dan jalur prestasi nasional. Tujuh cabang olahraga yang dikonfirmasi akan dipertandingkan mencakup kickboxing, sepakbola wanita, wushu, shorinji kempo, jujitsu, dan taekwondo — sebuah komposisi yang memadukan olahraga bela diri, seni, dan permainan tim.

Struktur Kepanitiaan dan Dukungan Federasi

Dari sisi penyelenggara, tongkat estafet kepemimpinan berada di tangan sejumlah nama kunci. CEO Campus League, Ryan Gozali, menjadi motor penggerak utama ajang ini. Ia didampingi Chairman LUGU Group, Hendri Lukito, yang selama ini dikenal mendukung pengembangan kompetisi olahraga usia muda. Sementara dari pihak tuan rumah, Associate Vice President of Student Development Alumni & Corporate Relations UPH, Dr. Andry M. Panjaitan, memastikan kesiapan kampus dalam menyambut ribuan atlet dan ofisial.

Keterlibatan federasi pun terbilang lengkap. Perwakilan Kickboxing Indonesia, Adriyani Mandey, hadir untuk memastikan regulasi pertandingan sesuai standar nasional. Begitu pula Perwakilan Sepakbola Wanita Indonesia, Ramadhana Wulandhani, yang membawa misi memperkuat kompetisi sepakbola putri di level kampus — sektor yang selama ini kurang mendapat sorotan.

Dari cabang wushu, Sekjen Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI), Iwan Kwok, menegaskan komitmen federasi dalam menyuplai wasit bersertifikat dan tenaga pelatih. Sementara itu, Ketua Umum PB Shorinji Kempo Indonesia (PERKEMI), Laksdya TNI (Purn) Agus Setiadji, menyoroti pentingnya disiplin dan etika bertanding yang menjadi napas olahraga bela diri. Ketua Umum PB Jujitsu Indonesia (PBJI), Dedy Triharjanto, dan Kabid Binpres PB Taekwondo Indonesia (PBTI), Pino Indra, melengkapi barisan federasi yang siap mengawal jalannya pertandingan.

Format Kompetisi dan Tantangan Teknis

Meski detail teknis seperti jumlah peserta dan pembagian grup belum diumumkan secara rinci, format Campus League UniGames umumnya mengadopsi sistem grup dilanjutkan babak gugur. Untuk cabang beregu seperti sepakbola wanita, durasi pertandingan biasanya mengikuti regulasi FIFA dengan dua babak 45 menit, sementara cabang bela diri menerapkan sistem best of three round sesuai aturan masing-masing federasi internasional.

Aspek teknis inilah yang menjadi perhatian serius panitia. Penggunaan teknologi penunjang, termasuk potensi penerapan VAR pada laga-laga krusial sepakbola, tengah dikaji. Begitu pula penempatan wasit netral dari federasi untuk meminimalisasi kontroversi offside maupun keputusan kartu kuning dan kartu merah.

Dampak bagi Pembinaan Atlet Mahasiswa

Yang paling menarik dari gelaran ini adalah posisinya sebagai piramida pembinaan. Selama ini, banyak atlet berbakat di level kampus kesulitan menemukan kompetisi berkelanjutan setelah menempuh pendidikan tinggi. Campus League UniGames menawarkan solusi: kompetisi rutin dengan standar wasit dan regulasi yang diakui federasi.

"Kami ingin memastikan setiap mahasiswa yang bertanding di sini mendapatkan pengalaman bertanding setara dengan kejuaraan nasional," ujar Ryan Gozali dalam sesi konferensi pers.

Dengan penguasaan bola, transisi cepat, dan intensitas pertandingan yang terjaga, ajang ini diproyeksikan melahirkan atlet-atlet yang siap dipromosikan ke tim nasional junior. UPH sebagai tuan rumah pun diuntungkan dari sisi fasilitas: lapangan berstandar, arena bela diri tertutup, serta dukungan sport science bagi para atlet.

Jika konsisten digelar setiap tahun, Campus League UniGames berpotensi menjadi kiblat kompetisi olahraga mahasiswa di Indonesia — sebuah clean sheet dari turnamen yang kerap dikritik karena minim kompetisi berkualitas.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
reza-pahlevi

Reporter Pengadilan. Meliput kasus-kasus landmark di PN, PT, dan MA.

Comments (0)

User