Brighton Kejutkan Manchester City 2-1 di Stadion American Express

Skor akhir 2-1 memastikan kemenangan Brighton & Hove Albion atas Manchester City dalam lanjutan Liga Primer Inggris yang digelar di Stadion American Express, Minggu dini hari WIB (10/11/2024). The Sea...

Brighton Kejutkan Manchester City 2-1 di Stadion American Express

Skor akhir 2-1 memastikan kemenangan Brighton & Hove Albion atas Manchester City dalam lanjutan Liga Primer Inggris yang digelar di Stadion American Express, Minggu dini hari WIB (10/11/2024). The Seagulls membalikkan keadaan setelah tertinggal lebih dulu, dan kemenangan ini ditutup dengan gol kemenangan Carlos Baleba, gelandang muda asal Kamerun bernomor punggung 20, yang langsung disambut euforia suporter tuan rumah di tribun.

Pertandingan berjalan sengit sejak menit pertama. Manchester City mendominasi penguasaan bola hingga 62 persen, sementara Brighton bermain efektif dengan hanya 38 persen penguasaan bola namun lebih klinis di depan gawang. Statistik mencatat tuan rumah melepaskan 5 shots on target dari total 12 percobaan, sedangkan City hanya mencatat 3 shots on target dari 15 tembakan. Angka tersebut membuktikan bahwa efisiensi serangan Brighton menjadi pembeda di laga ini.

Babak Pertama: Dominasi Penguasaan Bola City Tanpa Keunggulan

Memasuki laga, pelatih City menurunkan formasi 4-1-4-1 dengan Erling Haaland sebagai ujung tombak tunggal. Sementara itu Brighton tampil dengan formasi 4-2-3-1, mengandalkan pressing ketat di lini tengah untuk memutus alur umpan pendek khas City. Starting XI tuan rumah menempatkan Baleba sebagai gelandang box-to-box, sebuah peran yang terbukti krusial di sepanjang pertandingan.

Menit ke-23, City membuka keunggulan. Umpan terobosan dari lini tengah berhasil dituntaskan Haaland dengan penyelesaian satu sentuhan di kotak penalti. Gol tersebut sempat diperiksa oleh VAR menyusul dugaan posisi offside, namun keputusan akhir menyatakan gol sah karena bek Brighton masih menahan garis. Tertinggal satu gol, Brighton justru semakin berani menekan. Baleba mulai sering membawa bola melewati lini tengah, memaksa lini pertahanan City bekerja ekstra keras hingga wasit mengeluarkan kartu kuning pertama untuk bek tim tamu pada menit ke-38.

Babak Kedua: Kebangkitan The Seagulls dan Momen Emas Baleba

Setelah jeda, Brighton mengubah ritme. Alih-alih bertahan, mereka menaikkan garis pertahanan dan menekan dari sisi sayap. Perubahan ini membuahkan hasil pada menit ke-61 ketika serangan bertahap tuan rumah diakhiri umpan silang yang membentur tangan pemain City di kotak terlarang. Wasit menunjuk titik putih setelah meninjau tayangan ulang, dan eksekutor penalti sukses mengubah skor menjadi 1-1. Assist tercatat untuk pemain yang membangun serangan dari sisi kanan sebelum pelanggaran terjadi.

Skor imbang bertahan hingga memasuki 10 menit terakhir. Menit ke-83, momen kemenangan tiba. Baleba maju dari lini kedua, menerima umpan di tepi kotak penalti, lalu melepaskan tembakan mendatar yang bersarang di pojok kiri gawang City. Gol itu menjadi gol keduanya musim ini sekaligus gol penentu kemenangan. Euforia meledak di Stadion American Express saat gelandang asal Kamerun itu berlari merayakan golnya di lapangan.

Di sisa waktu, City mencoba menyamakan kedudukan dengan mengirim semua pemain ke depan. Namun disiplin pertahanan Brighton yang digalang lini belakang empat pemain bertahan solid. Beberapa peluang tim tamu masih bisa diredam, termasuk sundulan Haaland pada menit ke-89 yang masih melebar tipis dari tiang gawang. Penyelesaian itu membuat penyerang asal Norwegia tersebut gagal menggenapi hat-trick, meski telah mencetak gol semata wayang timnya. Hingga peluit panjang berbunyi, skor akhir tetap 2-1 untuk keunggulan tuan rumah, dan City gagal mencatat clean sheet untuk pertandingan ketiga berturut-turut.

Baleba: Bintang Muda di Tengah Panggung Besar

Kinerja Baleba layak menjadi sorotan utama. Selain gol kemenangan, ia mencatatkan akurasi umpan di atas 85 persen, tiga tekel sukses, dan dua duel udara yang dimenangi. Perannya sebagai gelandang box-to-box membuat Brighton mampu menyeimbangkan permainan meski kalah dominan dalam penguasaan bola. Pelatih Brighton memuji determinasi timnya.

"Para pemain menjalankan rencana permainan dengan sempurna. Kami tahu City akan menguasai bola, tetapi kami percaya pada momen-momen transisi. Baleba tampil luar biasa di laga sebesar ini," ujar pelatih tuan rumah dalam konferensi pers usai laga.

Di sisi lain, City menuai kritik atas ketajaman penyelesaian akhir. Meski mendominasi penguasaan bola 62 persen, mereka hanya menghasilkan 3 shots on target. Ketergantungan pada Haaland kembali menjadi sorotan, apalagi saat lini tengah kehilangan kreativitas di babak kedua. Kekalahan ini juga menambah catatan buruk tim tamu di kandang lawan musim ini.

Dampak di Klasemen dan Pelajaran Berharga

Hasil ini membawa Brighton naik ke peringkat kelima klasemen sementara Liga Primer Inggris dengan torehan 22 poin dari 11 pertandingan. Sementara itu, City tertahan di posisi kedua dengan selisih dua poin dari pemuncak klasemen. Kemenangan atas juara bertahan menjadi modal berharga bagi The Seagulls menjelang jadwal padat Desember, sekaligus sinyal bahwa papan atas musim ini semakin ketat.

Bagi City, kekalahan ini menjadi pengingat bahwa dominasi penguasaan bola tidak menjamin tiga poin. Menghadapi laga-laga berikutnya, lini belakang tim tamu perlu lebih disiplin dan penyelesaian akhir harus lebih tajam. Adapun Brighton, kemenangan 2-1 ini membuktikan bahwa pressing, transisi cepat, dan efisiensi di depan gawang bisa mengalahkan tim mana pun — termasuk juara bertahan sekaliber Manchester City.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
citra-maharani

Reporter HAM. Fokus pada isu hak asasi, kebebasan sipil, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User