BRIDA Bangli Kaji Potensi Pajak Baru Demi Mendongkrak PAD

Tantangan fiskal kini sedang membayangi Pemerintah Kabupaten Bangli, Bali. Di tengah ketimpangan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dibandingkan dengan

Sep 17, 2026 - 09:34
0 0
BRIDA Bangli Kaji Potensi Pajak Baru Demi Mendongkrak PAD

Tantangan fiskal kini sedang membayangi Pemerintah Kabupaten Bangli, Bali. Di tengah ketimpangan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dibandingkan dengan kabupaten atau kota lain di Pulau Dewata, Bangli juga harus menghadapi kenyataan pahit akibat kian menurunnya alokasi transfer dana dari pemerintah pusat. Kondisi ini menuntut adanya terobosan kebijakan yang terukur dan berbasis data agar roda pembangunan daerah tetap berputar secara optimal tanpa bergantung sepenuhnya pada sokongan anggaran pusat.

Merespons dinamika tersebut, Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Bangli mengambil langkah strategis dengan menyiapkan riset mendalam. Kajian ini ditujukan untuk memetakan kembali seluruh potensi pajak dan retribusi daerah yang selama ini belum tergarap secara maksimal maupun sektor-sektor ekonomi baru yang bertumbuh pesat di wilayah tersebut.

Strategi Ekspansi Objek Pajak dan Pariwisata Baru

Langkah taktis ini diawali dengan mengidentifikasi perubahan struktur ekonomi lokal. Kepala BRIDA Kabupaten Bangli, I Nengah Wikrama, mengonfirmasi bahwa usulan kajian akademis dan lapangan ini telah dipaparkan dalam rapat kerja bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bangli. Langkah ini merupakan tindak lanjut atas kebutuhan mendesak untuk memperluas basis pemajakan (tax base) daerah.

Fokus utama penelitian akan diarahkan pada pendataan terperinci terhadap objek-objek pajak baru yang bermunculan. Salah satu fenomena ekonomi yang disoroti adalah pesatnya perkembangan kawasan wisata Kintamani dan sekitarnya, yang diwarnai maraknya pembangunan akomodasi modern seperti glamping (glamorous camping), hotel bertema alam, hingga resto dan kedai kopi bernilai ekonomi tinggi.

“Pelaksanaannya akan kami genjot pada 2027. Fokusnya menggali potensi pajak dan retribusi di luar yang sudah berjalan saat ini,” ujar Wikrama saat memberikan keterangan di kantornya.

Kajian yang dilakukan BRIDA tidak hanya terbatas pada sektor perpajakan konvensional. Sektor retribusi daerah juga akan mengalami perombakan skema evaluasi. Objek retribusi yang menjadi sasaran analisis mencakup destinasi wisata yang sudah lama beroperasi, objek wisata baru yang belum terintegrasi ke dalam sistem penerimaan resmi, hingga penataan ulang sektor retribusi parkir di titik-titik keramaian.

Analisis Fokus Riset Potensi PAD Kabupaten Bangli

Sektor Kajian Fokus Pendataan & Evaluasi Tujuan Strategis
Pajak Daerah Hotel baru, kawasan glamping, bisnis kuliner modern Extensifikasi penerimaan dari sektor ekonomi kreatif & pariwisata
Retribusi Wisata Destinasi wisata baru, daya tarik wisata berbasis komunitas Integrasi objek baru ke dalam sistem pemungutan resmi daerah
Retribusi Umum Sektor tata kelola parkir dan fasilitas publik Penataan sistem zona dan digitalisasi pemungutan
Tata Kelola Intern Evaluasi celah kebocoran, kelemahan sistem, dan kapabilitas SDM Efisiensi pemungutan dan transparansi pendapatan daerah

Membedah Kebocoran Sistem dan Peningkatan Akuntabilitas

Selain menyasar potensi penerimaan baru, riset komprehensif ini didesain secara analitis untuk membedah titik-titik lemah pada ranah operasional. BRIDA Bangli mengindikasikan bahwa penelitian ilmiah ini akan menguraikan kondisi riil penerimaan daerah secara objektif. Hal ini mencakup pemetaan potensi leakage atau kebocoran anggaran yang disebabkan oleh kelemahan sistem pemungutan maupun keterbatasan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di lapangan.

Penguatan transparansi dan digitalisasi pemungutan menjadi kunci krusial agar potensi penerimaan daerah yang tinggi tidak habis menguap akibat tata kelola yang kurang efisien. Dengan menambal celah kebocoran fiskal, target kenaikan pendapatan diharapkan mampu dicapai tanpa harus membebani masyarakat secara berlebihan melalui kenaikan tarif yang tidak rasional.

Melalui riset berbasis fakta ini, penetapan target PAD di masa depan tidak lagi berdasarkan kalkulasi asumtif semata, melainkan merujuk pada data presisi hasil pemetaan riset lapangan.

“Hasil riset nantinya menjadi dasar agar target dan realisasi PAD lebih realistis sekaligus mendukung peningkatan pendapatan daerah,” tegas Wikrama.

Dengan akselerasi penuh yang dijadwalkan berjalan pada 2027, Pemkab Bangli berharap mampu mentransformasi struktur keuangannya menuju kemandirian fiskal yang kokoh. Penggalian potensi pajak berbasis riset ini diharapkan mampu menjadi mesin penggerak baru bagi pembangunan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bangli secara berkelanjutan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bayu-aji

Investigative Reporter. Spesialisasi: korupsi, pencucian uang, dan kejahatan korporasi.

Comments (0)

User