Borneo FC Samarinda Tekuk Madura United 2-1 di Segiri
Skor akhir 2-1 menjadi penutup dramatis bagi laga pekan ke-14 BRI Super League 2025/2026 saat Borneo FC Samarinda menjamu Madura United di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (22/11/2025). Dua gol tuan r...
Skor akhir 2-1 menjadi penutup dramatis bagi laga pekan ke-14 BRI Super League 2025/2026 saat Borneo FC Samarinda menjamu Madura United di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (22/11/2025). Dua gol tuan rumah pada babak pertama dan awal babak kedua cukup untuk mengamankan tiga poin berharga, meski tim tamu sempat memperkecil jarak melalui sebuah gol penalti kontroversial yang sempat dicek VAR dalam waktu lama.
Babak Pertama: Tuan Rumah Menggila di Segiri
Menit ke-12, Borneo FC membuka keran gol. Sebuah serangan cepat dari sayap kanan diinisiasi oleh Terens Puhiri yang berhasil melewati bek kiri Madura United sebelum melepaskan umpan silang rendah ke kotak penalti. Felipe Cadenazzi yang mengintai di tiang jauh menyambut dengan tendangan first-time yang bersarang di sudut kiri gawang. Assist gemilang Puhiri dan finishing dingin sang striker asing menandai gol perdana pertandingan ini.
Tak puas dengan keunggulan tipis, Borneo terus menekan dengan formasi 4-3-3 yang dirotasi pelatih menjadi hampir seperti 2-3-5 saat buildup. Penguasaan bola tuan rumah mencapai 58 persen pada 45 menit pertama, dengan Borneo melepaskan lima shots on target dari total tujuh percobaan. Madura United yang memasang starting XI dengan formasi 3-4-3 kesulitan keluar dari tekanan high press Borneo. Lulinha dan kawan-kawan baru bisa melepaskan satu tendangan tepat sasaran sepanjang babak pertama.
Puncaknya di menit ke-43, gelandang andalan Borneo, Kei Hirose, mencuri bola di area tengah sebelum meneruskan ke Cadenazzi yang dijatuhkan bek tengah Madura di kotak terlarang. Wasit langsung menunjuk titik putih, namun setelah dicek VAR, keputusan diubah menjadi tendangan bebas di luar kotak karena offside terlebih dahulu pada posisi Cadenazzi. Meski gagal penalti, momentum tetap berpihak pada Pesut Etam yang masuk ke ruang ganti dengan keunggulan 1-0.
Babak Kedua: Gol Penalti Kontroversial dan Balasan Cepat
Madura United tampil lebih agresif setelah restart. Pelatih mereka melakukan substitusi taktis dengan memasukkan pemain sayap kiri baru untuk memperlebar lapangan. Namun, justru Borneo yang kembali menyarangkan gol di menit ke-58. Sebuah tendangan bebas Hirose dari sisi kiri kotak penalti disambut sundulan kapten Borneo di tiang dekat, membobol gawang kiper Madura yang melakukan blunder positioning. Skor akhir sementara 2-0 dan tampaknya clean sheet akan diraih tuan rumah.
Situasi berubah di menit ke-71. Sebuah umpan lambung ke kotak penalti Borneo mengakibatkan duel udara antara bek tengah dan striker tamu Malik. Sang striker jatuh dan wasit kembali meniup peluit untuk penalti. Protes keras dari para pemain Borneo membuat wasit terpaksa mengonsultasikan VAR selama hampir empat menit. Replay menunjukkan kontak minimal namun cukup untuk mendukung keputusan wasit di lapangan. Lulinha yang maju sebagai eksekutor tidak menyia-nyiakan kesempatan, mengecoh kiper dan memperkecil skor menjadi 2-1.
Gol itu membangkitkan semangat Madura. Mereka menguasai bola dalam 15 menit terakhir dengan penguasaan bola akhir laga yang menyentuh 46 persen. Empat shots on target berhasil diciptakan pada periode krusial, namun kiper Borneo tampil gemilang dengan dua penyelamatan krusial di menit ke-84 dan injury time. Satu kartu kuning diterima gelandang bertahan Madura setelah melakukan tactical foul mencegah serangan balik Cadenazzi yang berpotensi mencetak hat-trick.
Analisis Taktik dan Performa Individual
Dari sisi taktis, Borneo FC unggul dalam transisi cepat dan organisasi lini tengah. Formasi 4-3-3 mereka dengan dua pivot yang turun membangun serangan berhasil menetralkan tiga gelandang Madura. Hirose tercatat sebagai pemain dengan sentuhan terbanyak, akurasi umpan 87 persen, serta satu assist dari situasi set piece. Di sayap, Puhiri tidak hanya menyumbang satu assist, tetapi juga menciptakan tiga peluang besar dan delapan dribel sukses.
Madura United sebenarnya menunjukkan karakter kuat pada 20 menit terakhir. Perubahan formasi dari 3-4-3 ke 4-2-3-1 setelah masuknya pemain pengganti memberikan keleluasaan bagi Lulinha untuk beroperasi di antara garis. Sayangnya, kurangnya ketajaman di final third membuat mereka hanya bisa memaksimalkan satu dari lima peluang emas yang tercipta pasca gol penalti. Total shots on target Madura sebanyak lima kali, dua di antaranya datang dari luar kotak penalti yang masih bisa ditangkal.
"Kami bisa saja mencetak gol lebih awal jika tidak ada keputusan VAR yang memakan momentum. Tapi saya bangga dengan reaksi pemain di babak kedua. Hasil 2-1 mencerminkan dominasi bola mereka, tapi hati kami ada di pertarungan sampai menit terakhir," ucap pelatih Madura United usai laga.
Dengan kemenangan ini, Borneo FC Samarinda memperkokoh posisi mereka di papan atas klasemen sementara BRI Super League 2025/2026. Sementara itu, Madura United harus segera bangkit untuk memperbaiki rekor tandang yang masih terpaut dari zona aman. Dua gol dan satu assist yang tercipta di Stadion Segiri pada malam itu menjadi bukti bahwa sepak bola penuh data tetap membutuhkan sentuhan individual untuk membuka kebuntuan pertahanan lawan.
Comments (0)