Oct 10, 2026
Olahraga

Borneo FC Juara Piala Presiden 2024 Usai Tekuk Arema FC

Stadion Manahan, Solo — Borneo FC Samarinda resmi menutup Piala Presiden 2024 sebagai juara setelah mengalahkan Arema FC pada laga final, Minggu (4/8/2024). Skor akhir pertandingan yang berlangsung ...

Borneo FC Juara Piala Presiden 2024 Usai Tekuk Arema FC

Stadion Manahan, Solo — Borneo FC Samarinda resmi menutup Piala Presiden 2024 sebagai juara setelah mengalahkan Arema FC pada laga final, Minggu (4/8/2024). Skor akhir pertandingan yang berlangsung selama 90 menit plus tambahan waktu itu memastikan Pesut Etam mengangkat trofi, sementara Singo Edan harus puas menjadi runner-up.

Sejak wasit meniup peluit kick-off, tempo pertandingan langsung tinggi. Arema FC yang tampil dengan formasi 4-2-3-1 mencoba menekan lewat permainan sayap, sedangkan Borneo FC mengandalkan transisi cepat dari lini tengah. Menit ke-12, Borneo FC menciptakan peluang pertama melalui skema serangan balik, tetapi sepakan pemainnya masih melebar dari gawang Lucas Frigeri.

Kiper Arema FC, Lucas Frigeri, menjadi salah satu pemain tersibuk di babak pertama. Ia tercatat melakukan sejumlah penyelamatan penting, termasuk menghalau tendangan keras pemain Borneo FC dari dalam kotak penalti. Statistik babak pertama menunjukkan penguasaan bola Borneo FC mencapai 54 persen, dengan 4 shots on target dari total 7 percobaan. Arema FC sendiri hanya mencatatkan 2 shots on target dari 5 tendangan.

Jalannya Babak Pertama: Duel Taktis di Lini Tengah

Menit ke-23, Borneo FC nyaris membuka keunggulan. Sebuah umpan terobosan dari lini tengah dilepaskan ke ruang kosong di sisi kanan pertahanan Arema FC, namun penyelesaian akhir masih bisa diantisipasi Frigeri. Arema FC merespons lewat serangan balik cepat pada menit ke-31, tetapi garis offside yang diterapkan pertahanan Borneo FC membuat peluang tersebut buyar.

Pelatih Arema FC terlihat beberapa kali memberi instruksi dari pinggir lapangan, meminta pemainnya lebih disiplin dalam menjaga lini tengah. Namun, tekanan Borneo FC terus berlanjut. Menit ke-38, sebuah tendangan bebas dari jarak sekitar 25 meter menghadirkan ancaman, tetapi bola masih melayang tipis di atas mistar gawang Frigeri.

Hingga peluit turun minum berbunyi, skor tetap imbang. Meski demikian, data statistik menegaskan dominasi Borneo FC. Selain unggul penguasaan bola, mereka juga mencatatkan lebih banyak sepakan sudut, 5 berbanding 2 untuk Arema FC. Kartu kuning pertama di laga ini keluar pada menit ke-42 setelah pelanggaran keras di area tengah lapangan.

Babak Kedua: Borneo FC Memecah Kebuntuan

Memasuki babak kedua, Borneo FC meningkatkan intensitas pressing. Pergantian pemain dilakukan untuk menambah daya gedor di lini depan. Hasilnya terlihat pada menit ke-58, ketika sebuah serangan terorganisir dari sisi kiri berhasil membuka celah di pertahanan Arema FC. Tendangan mendatar dari dalam kotak penalti akhirnya menjebol gawang Lucas Frigeri. Skor berubah, Borneo FC unggul.

Gol tersebut memaksa Arema FC keluar menyerang. Formasi diubah menjadi lebih ofensif, dengan menambah penyerang di lini depan. Menit ke-67, Arema FC menciptakan peluang emas melalui sundulan kepala, tetapi bola masih bisa diamankan oleh kiper Borneo FC. Statistik shots on target Arema FC meningkat menjadi 4 pada menit ke-70, meski belum ada gol yang tercipta.

Borneo FC tidak tinggal diam. Mereka kembali menekan dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya. Menit ke-76, sebuah serangan balik cepat hampir berbuah gol kedua, tetapi penyelesaian akhir masih dapat digagalkan oleh Frigeri yang kembali tampil sigap. Kiper asal Brasil itu total mencatatkan lebih dari 5 penyelamatan sepanjang pertandingan.

Analisis Statistik dan Kunci Kemenangan Borneo FC

Secara keseluruhan, Borneo FC tampil lebih efektif. Penguasaan bola akhir pertandingan berada di angka 56 persen, dengan 6 shots on target dari 12 percobaan. Arema FC mencatatkan 48 persen penguasaan bola dan 4 shots on target dari 10 tendangan. Jumlah sepakan sudut juga dimenangkan Borneo FC dengan 7 berbanding 4.

Disiplin taktik menjadi pembeda. Lini belakang Borneo FC mampu menjaga clean sheet di sisa pertandingan meski mendapat tekanan bertubi-tubi di menit-menit akhir. Kartu kuning total tercatat 3 untuk Arema FC dan 2 untuk Borneo FC, tanpa adanya kartu merah. Tidak ada keputusan VAR yang mengubah jalannya pertandingan pada laga final ini.

"Kami bermain dengan disiplin dan sabar. Para pemain mengikuti instruksi dengan baik, dan kemenangan ini adalah hasil kerja keras seluruh tim," ujar pelatih Borneo FC usai laga.

Sementara itu, pelatih Arema FC mengakui bahwa timnya kurang tajam di sepertiga akhir. "Kami menciptakan peluang, tetapi penyelesaian akhir menjadi masalah. Borneo FC lebih efektif hari ini," ujarnya.

Dengan hasil ini, Borneo FC menutup Piala Presiden 2024 sebagai juara, sementara Arema FC harus menerima posisi runner-up. Laga final di Stadion Manahan menjadi panggung bagi kiper Lucas Frigeri yang tampil heroik meski harus mengakui keunggulan lawan. Bagi Borneo FC, gelar ini menjadi bukti kualitas mereka di kompetisi pramusim bergengsi tersebut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS vina-melati

Data Journalist Hukum. Visualisasi data kejahatan dan analisis tren kriminal.

Comments (0)

User