Bola 'Tangan Tuhan' Maradona Terjual Rp59 Miliar di Lelang

Menit ke-51, Diego Maradona melompat bersama Peter Shilton, dan bola masuk ke gawang Inggris. Skor akhir 2-1 untuk Argentina di babak perempat final Piala Dunia 1986 tidak pernah bisa lepas dari kontr...

Aug 24, 2026 - 15:43
0 0
Bola 'Tangan Tuhan' Maradona Terjual Rp59 Miliar di Lelang

Menit ke-51, Diego Maradona melompat bersama Peter Shilton, dan bola masuk ke gawang Inggris. Skor akhir 2-1 untuk Argentina di babak perempat final Piala Dunia 1986 tidak pernah bisa lepas dari kontroversi momen itu. Kini, bola yang menyentuh tangan kiri sang legenda itu mencatatkan rekor baru di meja lelang: terjual sebesar US$3,35 juta atau setara sekitar Rp59 miliar.

Rumah lelang asal Inggris, Graham Budd Auctions, yang menangani penjualan itu mengonfirmasi angka final yang melambungkan bola era 1980-an menjadi salah satu memorabilia sepak bola termahal yang pernah dilelang. Ketegangan di ruang lelang nyata: sejumlah kolektor dari berbagai benua saling melempar tawaran sebelum palu akhirnya diketuk.

Dua Gol yang Mengubah Sejarah di Azteca

Laga Argentina kontra Inggris di Stadion Azteca, Kota Meksiko, pada 22 Juni 1986 adalah salah satu pertandingan paling abadi dalam sejarah Piala Dunia. Argentina asuhan Carlos Bilardo tampil dengan formasi 3-5-2, sementara starting XI Inggris racikan Bobby Robson memakai formasi 4-4-2 dengan Gary Lineker sebagai ujung tombak. Penguasaan bola tercatat berimbang, sekitar 54 persen berbanding 46 persen, tetapi perbedaan kelas individu Maradona menjadi pembeda utama.

Menit ke-51, Maradona menyambar bola muntah dan melompat untuk menyundul, tetapi bola justru membentur tangan kirinya sebelum masuk ke gawang Shilton. Wasit asal Tunisia, Ali Bin Nasser, tidak melihat pelanggaran dan mengesahkan gol. Tanpa VAR yang baru hadir puluhan tahun kemudian, keputusan itu tidak bisa digugat. Dari catatan pertandingan, Argentina unggul dalam shots on target 6 berbanding 4, namun kontroversi justru lahir dari satu momen yang tidak tertangkap jelas oleh pengawas garis.

Empat menit kemudian, tepatnya menit ke-55, Maradona menutup perdebatan. Ia menggiring bola dari area sendiri, melewati lima pemain Inggris — Glenn Hoddle, Peter Reid, Terry Butcher, Terry Fenwick, dan Peter Shilton — sebelum mengecoh kiper dan melepaskan tendangan ke gawang. Gol itu kelak dinobatkan FIFA sebagai Gol Abad Ini. Inggris sempat memperkecil jarak lewat Lineker pada menit ke-81, namun skor akhir 2-1 mengunci tiket Argentina ke semifinal. Laga sengit itu juga diwarnai kartu kuning untuk beberapa pemain kedua tim.

Jejak Bola: Dari Saku Wasit ke Ruang Lelang

Yang menarik, bola bersejarah itu tidak dibawa pulang Maradona, melainkan disimpan oleh wasit Ali Bin Nasser selama puluhan tahun. Sang pengadil menyimpan artefak itu sebagai kenang-kenangan pribadi, sempat meminjamkannya untuk dipajang di museum di Dubai, hingga akhirnya memutuskan melepasnya ke publik. Jejak kepemilikan yang jelas inilah yang membuat nilai bola melambung jauh di atas memorabilia lain yang beredar di pasar kolektor.

Menurut catatan lelang, bola itu merupakan salah satu dari dua bola yang digunakan pada babak kedua pertandingan tersebut, dan keasliannya diperkuat dokumen serta keterangan langsung dari wasit. Estimasi awal penjualan sempat disebut lebih rendah dari harga akhir. Persaingan sengit di ruang lelang mendorong angka terus menanjak hingga palu diketuk di US$3,35 juta — sebuah rekor yang sulit ditandingi artefak sepak bola lain dalam waktu dekat.

Maradona dalam Angka: Warisan yang Tak Pernah Pudar

Piala Dunia 1986 adalah panggung puncak karier Maradona. Ia menuntaskan turnamen dengan 5 gol dan 5 assist, atau kontribusi langsung terhadap 10 dari 14 gol Argentina sepanjang ajang. Menariknya, Maradona tidak pernah mencetak hat-trick di Piala Dunia — gelar itu di 1986 justru milik Igor Belanov dari Uni Soviet — tetapi tidak ada pemain yang pengaruhnya sebesar dirinya di turnamen itu.

Di final melawan Jerman Barat, Argentina unggul lebih dulu lewat gol Jose Luis Brown pada menit ke-23 dan Jorge Valdano, sebelum Jerman menyamakan kedudukan lewat Karl-Heinz Rummenigge dan Rudi Völler. Pada menit ke-84, assist Maradona kepada Jorge Burruchaga memastikan skor akhir 3-2 dan trofi Piala Dunia kedua bagi Argentina. Sepanjang turnamen, gawang Nery Pumpido tercatat mencatat tiga clean sheet, dengan total hanya 5 gol kebobolan dalam 7 laga.

Gol 'Tangan Tuhan' sendiri kini menjadi studi kasus tentang fair play, offside, dan teknologi. Andaikan VAR sudah ada pada 1986, gol itu hampir pasti dianulir karena tayangan ulang memperlihatkan bola jelas mengenai tangan. Namun justru karena ketiadaan teknologi itulah momen itu abadi — menjadi topik perdebatan lintas generasi sekaligus simbol dari sisi liar sepak bola sebelum era kamera mengawasi segalanya.

Kini, artefak yang sama berpindah tangan dengan nilai Rp59 miliar. Angka itu lebih dari sekadar harga sebuah bola; ia mengukur seberapa dalam dunia masih terpaku pada Maradona, sang pemain yang mampu mengubah satu pertandingan sendirian — dengan tangan kirinya yang kontroversial dan kaki kirinya yang jenius.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bayu-aji

Investigative Reporter. Spesialisasi: korupsi, pencucian uang, dan kejahatan korporasi.

Comments (0)

User