Blatter dan Platini Kembali Bebas di Sidang Banding Swiss

Muttenz — Menit akhir babak perpanjangan kasus hukum yang berjalan lebih dari satu dekade akhirnya berakhir dengan skor imbang bagi kedua pihak: Sepp Blatter dan Michel Platini dinyatakan bebas kemb...

Oct 14, 2026 - 17:13
0 0
Blatter dan Platini Kembali Bebas di Sidang Banding Swiss

Muttenz — Menit akhir babak perpanjangan kasus hukum yang berjalan lebih dari satu dekade akhirnya berakhir dengan skor imbang bagi kedua pihak: Sepp Blatter dan Michel Platini dinyatakan bebas kembali oleh pengadilan banding Swiss di Muttenz, dekat Basel, pada Selasa, 25 Maret 2025.

Verdik ini sekaligus mengonfirmasi bahwa tidak ada bukti kriminal yang cukup kuat atas dugaan pembayaran palsu senilai 2 juta franc Swiss yang selama ini membelit dua tokoh sepak bola dunia tersebut. Kejaksaan Agung Swiss selaku pemain bertahan dalam perkara ini gagal memaksimalkan peluang banding mereka, dan gawang keadilan kedua eks petinggi itu tetap bersih alias clean sheet.

Kronologi Kasus: Dari Blazer ke Muttenz

Untuk memahami jalannya pertandingan hukum ini, kita harus mundur ke titik kick-off awal. Semua bermula dari pengakuan mantan pejabat FIFA asal Amerika Serikat, Chuck Blazer, dalam penyelidikan Departemen Kehakiman AS pada 2011 silam. Pengakuan itu membuka jalan bagi penyelidikan Swiss terhadap dugaan transfer mencurigakan dari FIFA ke rekening Platini.

Pada 2015, jaksa Swiss resmi menetapkan Blatter dan Platini sebagai tersangka atas dugaan pembayaran 2 juta franc Swiss yang dilakukan pada Februari 2011. Platini diduga menerima dana itu untuk pekerjaan konsultasi yang tidak pernah termaktub dalam kontrak tertulis — momen yang menjadi kartu merah bagi karier administratif keduanya di sepak bola dunia.

Blatter, yang menjabat presiden FIFA sejak 1998, dan Platini, yang memimpin UEFA sejak 2007, sama-sama dijatuhi sanksi larangan berkecimpung di dunia sepak bola oleh komite etik FIFA pada 2015. Sanksi itu kemudian diperpanjang dan diperketat, seolah keduanya kalah angka dalam voting tertutup.

Namun, momentum berbalik pada Juli 2022. Pengadilan pidana federal Swiss di Bellinzona memutuskan bahwa Blatter dan Platini tidak bersalah atas dakwaan penipuan. Kejaksaan Agung Swiss mengajukan banding, dan pada 25 Maret 2025 harapan itu pupus sudah. Pengadilan banding di Muttenz menegaskan vonis bebas tetap berlaku.

Statistik Kasus: Angka dan Fakta Persidangan

Jika kita merangkum perjalanan kasus ini seperti statistik pertandingan, berikut rinciannya:

• Durasi kasus: Sekitar 10 tahun sejak penyelidikan dibuka hingga putusan banding 2025.
• Nilai transfer: 2 juta franc Swiss (setara sekitar Rp35 miliar) yang dibayarkan FIFA ke Platini pada Februari 2011.
• Sanksi awal: Larangan 8 tahun untuk Blatter dan Platini, kemudian dipotong menjadi 6 tahun oleh pengadilan banding FIFA.
• Putusan pengadilan: Bebas pada Juli 2022, bebas kembali pada Maret 2025.
• Upaya banding: Satu kali diajukan kejaksaan, satu kali ditolak pengadilan.

Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa dari sisi pembuktian, kejaksaan Swiss tidak mampu mencetak gol ke gawang pertahanan hukum Blatter-Platini. Tidak ada dokumen yang cukup untuk membuktikan unsur penipuan, tidak ada aliran dana yang bisa dilacak secara ilegal, dan tidak ada saksi kunci yang mampu mengubah kedudukan perkara.

Reaksi dan Implikasi bagi Sepak Bola Dunia

Menurut pemberitaan usai sidang, Blatter menyatakan kepuasan atas keputusan tersebut. Keluar dari gedung pengadilan, ia sempat melempar komentar kepada awak media, meski detail pernyataannya masih terbatas.

Di sisi lain, kasus ini sempat menimbulkan pertanyaan besar tentang tata kelola FIFA. Selama bertahun-tahun, organisasi itu menjadi sorotan karena skandal korupsi berlapis yang melibatkan puluhan pejabat dari berbagai negara. Penyelidikan otoritas AS dan Swiss pada 2015 ibarat pertandingan dengan puluhan kartu kuning sekaligus — namun tidak semua tersangka berakhir di penjara.

Kemenangan hukum Blatter dan Platini, di satu sisi, menutup salah satu babak terpanjang dalam sejarah skandal sepak bola. Namun di sisi lain, banyak pihak yang masih menyisakan pertanyaan: apa arti bebasnya dua eks petinggi yang pernah dijatuhi sanksi etik berat oleh organisasi mereka sendiri?

Bagi Blatter, yang kini berusia 89 tahun, ini mungkin babak terakhir dalam karirnya di depan hakim. Namun bagi dunia sepak bola, warisan kasus ini akan tetap menjadi catatan kelam dalam buku statistik sepak bola modern — sebuah pengingat bahwa di balik trofi dan prestasi di lapangan hijau, ada pertandingan lain yang jauh lebih rumit: pertandingan di ruang sidang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bayu-aji

Investigative Reporter. Spesialisasi: korupsi, pencucian uang, dan kejahatan korporasi.

Comments (0)

User