Blatter dan Platini Kembali Bebas di Pengadilan Banding Swiss
Skor akhir di ruang sidang Muttenz, dekat Basel, Swiss: Sepp Blatter dan Michel Platini 2, Kejaksaan Agung Swiss 0. Pada 25 Maret 2025, majelis hakim pengadilan banding resmi membebaskan dua mantan pe...
Skor akhir di ruang sidang Muttenz, dekat Basel, Swiss: Sepp Blatter dan Michel Platini 2, Kejaksaan Agung Swiss 0. Pada 25 Maret 2025, majelis hakim pengadilan banding resmi membebaskan dua mantan penguasa sepak bola dunia itu dari seluruh dakwaan penipuan, mengakhiri babak kedua dari saga hukum yang nyaris berjalan satu dekade. Blatter, 89 tahun, keluar dari gedung pengadilan dan menyapa awak media dengan ekspresi lega — wajah seorang veteran yang akhirnya melihat garis finis setelah bertahun-tahun tertatih di bawah bayang-bayang tuduhan korupsi.
Ini kemenangan kedua bagi duet Blatter-Platini di hadapan hukum Swiss. Pada Juli 2022, Pengadilan Pidana Federal di Bellinzona sudah lebih dulu membebaskan keduanya. Kejaksaan Agung menolak menyerah dan mengajukan banding, memaksa kedua legenda itu kembali ke kursi pesakitan pada awal Maret 2025. Hasilnya identik dengan leg pertama: tidak bersalah, tanpa syarat.
Jantung Perkara: Pembayaran 2 Juta Franc Swiss
Pusat dari seluruh drama ini adalah aliran dana sebesar 2 juta franc Swiss dari FIFA ke rekening Platini pada 2011. Jaksa menuduh pembayaran itu fiktif, direkayasa, dan melanggar hukum. Namun versi bertahan — yang akhirnya diyakini majelis hakim — menyebut dana tersebut merupakan honor konsultasi Platini kepada Blatter atas pekerjaan pada periode 1998 hingga 2002, yang baru dibayarkan bertahun-tahun kemudian berdasarkan kesepakatan kedua pihak.
Selama persidangan banding, tim pembela tampil disiplin layaknya tim yang menjaga keunggulan agregat: tanpa banyak gaya, tetapi rapat di semua lini. Mereka konsisten menekankan tiga hal — tidak ada bukti niat menipu, tidak ada kerugian yang diderita FIFA, dan tidak ada saksi yang mampu membantah adanya kesepakatan antara dua tokoh tersebut. Hakim banding menilai dakwaan jaksa tidak terbukti secara meyakinkan, dan palu kebebasan pun diketuk untuk kedua kalinya.
Statistik Kasus: Angka-Angka yang Mencengangkan
Mari bedah data pertarungan hukum ini layaknya statistik pasca-pertandingan:
— Durasi kasus: hampir 10 tahun sejak skandal meledak pada 2015.
— Jumlah putusan pengadilan: 2, dan keduanya dimenangkan kubu Blatter-Platini.
— Nilai pembayaran yang dipersengketakan: 2 juta franc Swiss.
— Usia saat vonis banding: Blatter 89 tahun, Platini 69 tahun.
— Sanksi yang pernah dijatuhkan FIFA: larangan beraktivitas di sepak bola selama 8 tahun untuk Blatter (kemudian dipangkas menjadi 6 tahun) dan 4 tahun untuk Platini.
Angka-angka itu menggambarkan betapa panjang dan melelahkannya laga ini. Skandal yang mencuat pada 2015 bukan hanya meruntuhkan karier keduanya, tetapi juga memicu guncangan terbesar dalam sejarah FIFA: gelombang penangkapan pejabat, reformasi tata kelola besar-besaran, dan pergantian kepemimpinan yang akhirnya membawa Gianni Infantino ke kursi presiden pada 2016 menggantikan Blatter yang telah berkuasa sejak 1998.
Satu Suara dari Kubu Pertahanan
Sejak hari pertama, posisi kami tidak pernah berubah: pembayaran itu sah dan merupakan hak atas pekerjaan yang benar-benar dilakukan. Tidak ada penipuan, tidak ada kerugian bagi FIFA — dan kini dua pengadilan telah menegaskannya.
Narasi itulah yang diulang tanpa lelah oleh kubu Blatter dan Platini selama bertahun-tahun. Platini, kapten legendaris Prancis peraih Ballon d'Or tiga kali beruntun pada 1983–1985, selalu meyakini kasus ini sarat muatan politik untuk menghalangi langkahnya menuju kursi presiden FIFA. Sementara Blatter berkukuh bahwa reputasinya dirusak oleh tuduhan yang sejak awal tidak berpijak pada fakta.
Apa Artinya bagi Sepak Bola Dunia?
Putusan banding ini praktis menyempitkan ruang gerak jaksa, meski secara teknis masih tersedia jalur hukum ke tingkat yang lebih tinggi. Bagi Blatter dan Platini, hasil di Muttenz adalah clean sheet kedua — gawang mereka kembali steril dari dakwaan. Namun satu pertanyaan besar menggantung: bisakah nama besar itu pulih sepenuhnya di mata publik?
Secara hukum, keduanya kini bebas dan bersih. Secara reputasi, pertarungan boleh jadi belum benar-benar usai, karena satu dekade pemberitaan skandal telah membentuk opini yang sulit diputar balik. Yang pasti, pada 25 Maret 2025, dua sosok paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola modern berjalan keluar dari ruang sidang dengan kepala tegak. Peluit panjang telah ditiup di Muttenz — dan kali ini, merekalah yang mengangkat trofi.
Comments (0)