Argentina Lolos Semifinal Usai Tumbangkan 10 Pemain Swiss di Extra Time

Skor akhir 2-1 untuk kemenangan dramatis Argentina atas Swiss setelah perpanjangan waktu dua kali 15 menit yang memanas di Stadion Arrowhead, Kansas City. La Albiceleste memastikan tiket semifinal Pia...

Aug 12, 2026 - 02:11
0 0
Argentina Lolos Semifinal Usai Tumbangkan 10 Pemain Swiss di Extra Time

Skor akhir 2-1 untuk kemenangan dramatis Argentina atas Swiss setelah perpanjangan waktu dua kali 15 menit yang memanas di Stadion Arrowhead, Kansas City. La Albiceleste memastikan tiket semifinal Piala Dunia 2026 berkat gol emas di menit ke-109 kaki Julian Alvarez, menyusul momen kontroversial ketika wasit Portugal Joao Pinheiro mengusir Breel Embolo lewat kartu merah di babak kedua. Meski sempat tertinggal lebih dulu, pasukan Lionel Scaloni menunjukkan kelas dan ketenangan untuk mematahkan perlawanan Nati yang hampir memaksakan adu penalti.

Pertandingan perempat final ini langsung berjalan dalam tempo tinggi sejak peluit awal dibunyikan. Starting XI Argentina dengan formasi 4-3-3 klasik tampil agresif, memanfaatkan trio penyerang Lautaro Martinez, Julian Alvarez, dan Angel Di Maria untuk terus menekan lini belakang Swiss yang membalas dengan formasi 3-4-2-1 kompak. Penguasaan bola La Albiceleste mencapai 58 persen dengan delapan shots on target sepanjang 120 menit, sementara Swiss hanya mengemas tiga shots on target namun setiap peluangnya terasa sangat berbahaya.

Dominasi La Albiceleste di Babak Pertama

Menit ke-12, Argentina nyaris membuka skor lewat tendangan keras Lautaro Martinez dari dalam kotak penalti, namun kiper Yann Sommer melakukan penyelamatan spektakuler ke sudut kanan atas gawang. Tekanan terus mengalir dari sayap kanan melalui Di Maria yang berduel intens dengan bek kiri Swiss. Menit ke-34, Rodrigo De Paul melepaskan umpan lambung ke kotak penalti, namun header Nicolas Otamendi masih melambung tipis di atas mistar. Swiss sempat membalas di menit ke-41 ketika Granit Xhaka mengirimkan through ball tajam ke Breel Embolo, tapi offside flag langsung terangkat dan keputusan tersebut dikonfirmasi VAR setelah review singkat. Skor 0-0 menutup babak pertama meski Argentina jauh lebih superior dalam hal kreasi peluang.

Formasi 4-3-3 Scaloni memberikan kebebasan kepada Enzo Fernandez dan Alexis Mac Allister untuk naik turun mengontrol ritme permainan. Keduanya mencatatkan 137 sentuhan bola di babak pertama sendiri, memastikan Argentina selalu menemukan celah di antara tiga bek tengah Swiss. Namun, ketajaman finalisasi masih menjadi PR yang harus diperbaiki sebelum tim lawan benar-benar memberikan hukuman.

Drama Kartu Merah dan Perlawanan Sengit

Babak kedua berlangsung lebih terbuka. Swiss yang menurunkan intensitas pressing justru berhasil mencuri gol pembuka di menit ke-63. Sebuah serangan balik kilat dimulai dari Xherdan Shaqiri yang melepas tendangan dari luar kotak penalti, bola memantul dari tiang gawang dan Ruben Vargas sigap menyambil rebound untuk membobol jala Emiliano Martinez. Assist dari Shaqiri tersebut membuat stadion bergemuruh, meski mayoritas penonton mendukung Argentina. Keunggulan 1-0 itu memaksa Scaloni melakukan substitusi ofensif dengan memasukkan Giovani Lo Celso untuk memperkuat kreasi di lini tengah.

Kondisi berbalik total di menit ke-73. Breel Embolo yang sebelumnya menjadi ancaman utama lini belakang Argentina melakukan tackle berbahaya terhadap Cristian Romero dengan kaki terangkat tinggi. Wasit Joao Pinheiro tanpa ragu mengeluarkan kartu merah langsung setelah mendapatkan konfirmasi dari asisten VAR. Swiss terpaksa bermain dengan 10 pemain di sisa waktu normal plus extra time, memaksakan pelatih Murat Yakin menarik pemain sayap dan memperkuat barikade pertahanan dengan formasi 5-3-1. Meski dalam posisi inferior jumlah pemain, para penggawa Nati tetap menunjukkan disiplin taktis yang luar biasa.

Argentina memanfaatkan keunggulan jumlah pemain. Menit ke-84, Lautaro Martinez menyamakan kedudukan lewat tendangan akurat setelah menerima umpan tarik dari Julian Alvarez di tepi kotak penalti. Assist manis Alvarez tersebut membangkitkan harapan besar bagi La Albiceleste yang terus mengepung pertahanan Swiss. Hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya 90 menit, skor tetap 1-1 dan laga berlanjut ke extra time.

Extra Time: Gol Emas Menentukan Nasib

Memasuki perpanjangan waktu, Scaloni meminta para pemainnya untuk tidak memaksakan diri menembus pertahanan padat Swiss secara frontal. Argentina beralih ke pendekatan sayap dengan Di Maria dan Nicolas Gonzalez yang masuk sebagai supersub. Penguasaan bola di extra time mencapai 65 persen, membuat pertahanan Swiss terus bergerak dari kiri ke kanan. Tendangan Lo Celso di menit ke-102 masih bisa ditepis Sommer, sebelum akhirnya kebuntuan pecah.

Menit ke-109, Julian Alvarez menerima umpan satu-dua cepat dari Lautaro Martinez di sisi kanan kotak penalti. Dengan satu sentuhan kontrol bola, Alvarez melepaskan tembakan mendatar ke sudut jauh gawang yang tak bisa dijangkau Sommer. Gol emas itu membawa Argentina unggul 2-1 dan sekaligus menjadi penutup pertandingan yang sangat emosional. Alvarez mencatatkan satu gol plus satu assist, sementara Emiliano Martinez berhasil meraih clean sheet di babak kedua dan extra time meski sempat kebobolan di menit ke-63.

"Kami tahu Swiss akan sangat sulit dibongkar. Mereka punya organisasi taktik yang hebat, bahkan dengan 10 pemain. Kartu merah itu mengubah dinamika, tapi bukan berarti pekerjaan kami menjadi mudah. Julian dan Lautaro menunjukkan kualitas world-class di momen paling penting," ujar Lionel Scaloni usai laga.

Dengan kemenangan ini, Argentina melangkah ke semifinal Piala Dunia 2026 dan akan menunggu pemenang laga antara Prancis atau Jerman. Sementara itu, perjalanan Swiss harus terhenti di perempat final meski mereka sempat memperlihatkan karakter kuat bahkan dalam kondisi tidak adil jumlah pemain. Statistik akhir memperlihatkan dominasi Argentina dengan penguasaan bola 58 persen, delapan shots on target, dan dua gol dari lima besar peluang emas yang tercipta sepanjang 120 menit pertandingan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User