Oct 10, 2026
Olahraga

Blatter dan Platini Bebas Lagi di Banding Kasus Korupsi Swiss

Verdict telah dibacakan. Pengadilan banding Swiss di Muttenz, dekat Basel, kembali menyatakan mantan Presiden FIFA Sepp Blatter dan mantan Ketua UEFA Michel Platini tidak bersalah pada 25 Maret 2025, ...

Blatter dan Platini Bebas Lagi di Banding Kasus Korupsi Swiss

Verdict telah dibacakan. Pengadilan banding Swiss di Muttenz, dekat Basel, kembali menyatakan mantan Presiden FIFA Sepp Blatter dan mantan Ketua UEFA Michel Platini tidak bersalah pada 25 Maret 2025, mengakhiri babak terbaru dari saga hukum yang membelit dua tokoh paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola dunia. Skor akhir di ruang sidang: 2-0 untuk Blatter dan Platini, setelah Kejaksaan Agung Swiss mengajukan banding atas putusan pembebasan sebelumnya.

Blatter, yang memimpin FIFA dari 1998 hingga 2015, terlihat meninggalkan gedung pengadilan dan langsung berbicara kepada media. Pria berusia 89 tahun itu tidak menyembunyikan rasa lega. "Saya telah menunggu momen ini selama bertahun-tahun," ujar Blatter, seperti dikutip dari keterangannya kepada pers. "Keadilan akhirnya menang."

Kronologi Kasus yang Membelit Dua Legenda Administrasi Sepak Bola

Kasus ini bermula dari pembayaran senilai 2 juta franc Swiss (sekitar Rp36 miliar) yang dilakukan Blatter kepada Platini pada 2011. Kejaksaan Swiss menuding pembayaran tersebut sebagai tindakan tidak sah, dengan dugaan bahwa dana organisasi digunakan untuk kepentingan pribadi. Namun, dalam persidangan, kedua tokoh ini konsisten menyatakan bahwa pembayaran itu adalah bagian dari kesepakatan kontraktual atas jasa konsultasi yang dilakukan Platini untuk FIFA antara 1998 dan 2002.

Pada putusan pertama, pengadilan tingkat rendah telah membebaskan keduanya dari tuduhan penipuan, pemalsuan dokumen, dan penyalahgunaan dana. Kejaksaan kemudian mengajukan banding, berargumen bahwa bukti-bukti dokumen seharusnya cukup untuk membuktikan kesalahan para terdakwa. Namun, majelis hakim banding menolak argumen tersebut dan menegaskan tidak ada bukti yang cukup kuat untuk membalikkan putusan awal.

Statistik persidangan: Total 8 tahun proses hukum berjalan sejak penyelidikan dibuka pada 2015, melibatkan lebih dari 20 saksi, dan menghabiskan biaya hukum yang tidak sedikit. Blatter sendiri mengaku telah menghabiskan lebih dari 7 juta franc Swiss untuk biaya pengacara selama proses ini.

Platini dan Bayang-Bayang Karier yang Terhenti

Bagi Platini, mantan kapten tim nasional Prancis yang mencetak 41 gol dalam 72 penampilan internasional, putusan ini menjadi semacam penutup luka lama. Kariernya sebagai administrator sepak bola Eropa terhenti ketika ia diskors oleh Komite Etik FIFA pada 2015, yang juga berujung pada kegagalan pencalonannya sebagai Presiden FIFA menggantikan Blatter.

"Sepak bola telah kehilangan salah satu pemikir terbaiknya selama satu dekade terakhir," kata seorang pengamat hukum olahraga yang mengikuti persidangan. "Platini bukan hanya legenda di lapangan, tetapi juga arsitek modernisasi UEFA dengan format Liga Champions yang kita kenal sekarang."

Meski bebas dari tuduhan pidana, hukuman skorsing dari FIFA maupun UEFA tidak otomatis dicabut oleh putusan pengadilan Swiss. Platini, kini berusia 69 tahun, belum memberikan pernyataan resmi terkait apakah ia akan kembali aktif di dunia administrasi sepak bola.

Implikasi bagi FIFA dan Sepak Bola Global

Putusan ini kembali menyoroti kompleksitas tata kelola organisasi sepak bola dunia. FIFA di bawah kepemimpinan Gianni Infantino telah berupaya membersihkan citra organisasi pasca-skandal korupsi 2015 yang mengguncang fondasi federasi. Namun, kasus Blatter-Platini yang terus berlanjut hingga 2025 menjadi pengingat bahwa masa lalu tidak pernah benar-benar hilang dari radar hukum.

Data penting: FIFA mencatat pendapatan sebesar 7,6 miliar dolar AS untuk siklus 2019-2022, naik signifikan dibanding era Blatter. Namun, transparansi dalam transfer dana ke asosiasi anggota masih menjadi sorotan para kritikus hingga kini.

Dari sudut pandang hukum, putusan banding ini bersifat final dan mengikat. Kejaksaan Agung Swiss tidak dapat mengajukan upaya hukum lebih lanjut dalam tingkat yang sama. Artinya, secara pidana, kedua tokoh ini telah dinyatakan bersih.

"Kami menghormati putusan pengadilan. Ini adalah proses hukum yang panjang, dan kami percaya sistem peradilan Swiss bekerja dengan baik," ujar perwakilan FIFA dalam pernyataan singkatnya.

Bagi publik sepak bola, pertanyaan yang tersisa bukan lagi soal bersalah atau tidak bersalah, melainkan tentang warisan apa yang akan dikenang dari dua nama besar ini. Blatter, yang pernah menjabat selama 17 tahun, dan Platini, yang tiga kali meraih Ballon d'Or, kini sama-sama berada di luar orbit kekuasaan sepak bola. Namun, jejak mereka—baik yang gemilang maupun kontroversial—tetap terpatri dalam sejarah federasi.

Di luar gedung pengadilan, Blatter melangkah pergi dengan senyum tipis. Bagi seorang pria yang pernah memegang kendali sepak bola dunia, kemenangan di ruang sidang mungkin bukan trofi, tetapi setidaknya itu adalah clean sheet yang ia tunggu selama hampir satu dekade.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS vina-melati

Data Journalist Hukum. Visualisasi data kejahatan dan analisis tren kriminal.

Comments (0)

User