Skor akhir 2-1 untuk Manchester City. Dalam laga lanjutan fase liga Liga Champions di Santiago Bernabeu, Madrid, Kamis (11/12/2025) dini hari WIB, The Citizens memaksa tuan rumah menelan kekalahan kandir pertama mereka di kompetisi Eropa musim ini. Kemenangan ini membawa Manchester City mengunci posisi puncak klasemen sementara dengan koleksi 16 poin dari 6 pertandingan, sementara Real Madrid tertahan di peringkat ketiga dengan 10 poin.
Menit ke-7, Santiago Bernabeu sudah bergemuruh. Rodrygo melepaskan tendangan kaki kiri dari sisi kiri kotak penalti setelah menerima umpan terobosan Jude Bellingham. Bola sempat membentur tiang jauh, namun wasit menilai tidak ada pelanggaran. Statistik awal menunjukkan Real Madrid menguasai bola 62 persen pada 15 menit pertama, dengan tiga shots on target berbanding nol milik City.
Namun menit ke-23, Manchester City memecah kebuntuan lewat skema serangan balik cepat. Bernardo Silva merebut bola di lini tengah, melepaskan umpan panjang ke Erling Haaland. Penyerang Norwegia itu menahan bola dengan dada, melewati Aurelien Tchouameni, lalu menempatkan bola ke sudut kanan gawang Thibaut Courtois. Skor 1-0 untuk City. Itu adalah gol kelima Haaland di Liga Champions musim ini, sekaligus gol ke-12-nya dalam 11 pertemuan melawan Real Madrid di semua kompetisi.
Babak Pertama: Duel Taktik Dua Formasi
Real Madrid yang tampil dengan formasi 4-3-1-2 mengandalkan kreativitas Bellingham di belakang duet Vinicius Junior dan Rodrygo. Sementara Manchester City memakai 4-2-3-1 dengan Rodri dan Matheus Nunes sebagai double pivot. Nunes tampil agresif, mencatatkan empat tekel sukses dan dua intersep pada babak pertama. Penguasaan bola berakhir 58 persen untuk Madrid, tetapi City lebih efektif dengan empat shots on target berbanding dua milik tuan rumah.
Menit ke-38, Madrid menyamakan kedudukan. Vinicius Junior menusuk dari kiri, melewati Kyle Walker, dan mengirim umpan silang rendah. Bellingham menyambar bola dengan kaki kanan dari jarak dekat. Skor 1-1. Assist untuk Vinicius, gol kelima Bellingham di fase liga. Babak pertama berakhir imbang dengan total 11 pelanggaran, tiga kartu kuning (Tchouameni, Nunes, Rudiger), dan satu keputusan VAR yang menganulir gol Rodrygo karena offside pada menit ke-41.
Babak Kedua: Pergantian Pemain dan Momentum City
Pep Guardiola memasukkan Jeremy Doku dan Jack Grealish pada menit ke-60, mengubah formasi menjadi 4-1-4-1 untuk menekan lini tengah Madrid yang mulai kehilangan intensitas. Statistik mencatat Madrid hanya melepaskan satu shots on target pada 25 menit pertama babak kedua. Sebaliknya, City mencatat lima tembakan, tiga di antaranya tepat sasaran.
Menit ke-78, gol kemenangan City lahir dari eksekusi sepak pojok. Bernardo Silva mengirim bola ke tiang depan, Rodri menyundul, dan bola jatuh ke kaki Phil Foden yang masuk sebagai pengganti. Foden melepaskan tendangan first time dari luar kotak penalti. Bola melengkung masuk ke pojok kiri bawah gawang Courtois. Skor 2-1. Itu adalah gol keempat Foden sebagai pemain pengganti di Liga Champions, rekor terbanyak untuk pemain Inggris dalam sejarah kompetisi.
Menit ke-85, Madrid nyaris menyamakan skor. Kepala Antonio Rudiger menyambut umpan silang Luka Modric, tetapi bola masih membentur mistar gawang. Hingga peluit panjang, Madrid mencatatkan penguasaan bola 55 persen, 14 tembakan, dan lima shots on target. City membalas dengan 12 tembakan dan enam shots on target. Clean sheet tidak tercipta, tetapi Ederson mencatatkan empat penyelamatan krusial, termasuk dua penyelamatan refleks di menit ke-89 dan 90+3.
Analisis Stats: Efisiensi City di Atas Dominasi Madrid
Data menunjukkan Real Madrid unggul dalam penguasaan bola (55 persen), umpan sukses (612 berbanding 534), dan sepak pojok (8 berbanding 4). Namun Manchester City lebih tajam dalam penyelesaian akhir dengan expected goals 2,4 berbanding 1,7. Rasio konversi City mencapai 16,7 persen, sementara Madrid hanya 7,1 persen. Duet Rodri-Nunes menjadi kunci dengan total 11 duel udara dimenangkan dan 15 recoveries di lini tengah.
Kartu kuning yang dikumpulkan: Tchouameni (12'), Nunes (31'), Rudiger (45+2'), Camavinga (72'), dan Kovacic (88'). Tidak ada kartu merah, meski wasit sempat meninjau VAR pada menit ke-41 dan 67. Keputusan offside pada gol Rodrygo menjadi momen kontroversial pertama, sementara insiden handball di kotak penalti City pada menit ke-67 dinyatakan tidak berlanjut setelah review VAR.
"Kami tahu datang ke sini bukan tugas mudah. Para pemain menunjukkan mentalitas luar biasa, terutama di 20 menit terakhir. Foden mengubah permainan, dan Rodri memberi kami keseimbangan. Tiga poin ini sangat penting untuk posisi kami," ujar Pep Guardiola dalam konferensi pers pasca laga.
Sementara itu, pelatih Real Madrid menyebut timnya kurang klinis. "Kami menciptakan peluang, tetapi tidak menyelesaikannya. City menghukum kami dengan dua momen. Kami harus bangkit karena masih ada dua pertandingan tersisa," katanya. Hasil ini membuat Madrid wajib meraih kemenangan di laga terakhir fase liga untuk mengamankan tiket ke babak gugur langsung tanpa playoff.
Dengan kemenangan ini, Manchester City mencatatkan lima kemenangan beruntun di Liga Champions dan belum terkalahkan dalam 11 laga terakhir di kompetisi Eropa. Real Madrid harus puas dengan status runner-up grup sementara, menunggu hasil laga lainnya. Babak berikutnya akan menjadi ujian sesungguhnya bagi kedua tim, terutama bagi Madrid yang harus memperbaiki efektivitas lini serang jika ingin melangkah jauh musim ini.
Comments (0)