Bisnis Trump di Timur Tengah Raup Puluhan Triliun Rupiah, Ini Rinciannya!
Beritainti.com, Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersama keluarganya berhasil mengantongi pendapatan senilai US$ 300 juta atau setara dengan Rp 5,39 triliun (mengacu pada kurs Rp 17.
Beritainti.com, Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersama keluarganya berhasil mengantongi pendapatan senilai US$ 300 juta atau setara dengan Rp 5,39 triliun (mengacu pada kurs Rp 17.994 per dolar AS) dari aktivitas bisnis yang beroperasi di kawasan Timur Tengah sepanjang tahun 2025. Angka fantastis ini terungkap dalam dokumen laporan keuangan terbaru yang dirilis oleh entitas bisnis milik keluarga Trump.
Berdasarkan laporan keuangan yang berhasil dihimpun oleh media kami, aliran dana tersebut masuk ke berbagai entitas bisnis yang terafiliasi dengan keluarga presiden. Menariknya, kawasan Timur Tengah menempati posisi puncak sebagai kontributor pendapatan asing terbesar bagi jaringan bisnis global Trump Organization pada periode tersebut.
Sumber pendapatan paling dominan dalam laporan itu berasal dari transaksi penjualan separuh kepemilikan saham Trump di perusahaan aset kripto, World Liberty Financial. Nilai transaksi tersebut mencapai US$ 263 juta atau sekitar Rp 4,73 triliun, menjadikannya porsi terbesar dari total pendapatan mereka di kawasan itu.
Keterlibatan Tokoh Elite UEA
Proses transaksi jumbo ini dilaporkan melibatkan entitas yang didukung penuh oleh Sheikh Tahnoon bin Zayed Al Nahyan. Sosok tersebut merupakan anggota keluarga kerajaan Uni Emirat Arab (UEA) sekaligus saudara kandung dari Presiden UEA, Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan. Keterlibatan tokoh sentral UEA dalam kesepakatan bisnis ini menunjukkan kuatnya jejaring ekonomi yang dimiliki keluarga Trump di kawasan Teluk.
"Timur Tengah menjadi kawasan penyumbang terbesar pendapatan asing bagi bisnis Trump, mengungguli kawasan Eropa dan Asia," demikian kutipan dari laporan yang diulas secara mendalam oleh tim Beritainti.com.
Selain transaksi kripto tersebut, berbagai lini bisnis lain milik keluarga Trump di Timur Tengah juga turut berkontribusi terhadap akumulasi pendapatan yang menyentuh angka triliunan rupiah. Kawasan ini memang telah lama menjadi destinasi investasi strategis bagi jaringan properti, perhotelan, dan lisensi merek Trump.
Laporan keuangan ini kembali menyoroti bagaimana jejaring bisnis keluarga presiden terus berkembang di luar perbatasan Amerika, dengan Timur Tengah yang dinilai sebagai mitra ekonomi paling potensial. Informasi ini dikonfirmasi berdasarkan penelusuran data keuangan yang dirilis oleh otoritas terkait pada Sabtu (4/7/2026).
Comments (0)