Bezzecchi Panaskan Mesin di Tes Pramusim MotoGP Buriram

Sirkuit Buriram, Thailand — Marco Bezzecchi menutup sesi pagi tes pramusim MotoGP Thailand 2026 dengan catatan waktu 1 menit 29,487 detik, angka tercepat kedua di kubu Aprilia dan cukup untuk menemb...

Bezzecchi Panaskan Mesin di Tes Pramusim MotoGP Buriram

Sirkuit Buriram, Thailand — Marco Bezzecchi menutup sesi pagi tes pramusim MotoGP Thailand 2026 dengan catatan waktu 1 menit 29,487 detik, angka tercepat kedua di kubu Aprilia dan cukup untuk menembus lima besar klasemen sementara gabungan dua hari pengujian. Selisihnya hanya 0,217 detik dari pembalap terdepan, sebuah sinyal bahwa RS-GP generasi terbaru mulai menemukan keseimbangan di lintasan dengan karakter traksi agresif seperti Buriram.

Cuaca panas dengan suhu aspal menembus 48 derajat Celsius membuat sesi pagi menjadi jendela emas bagi para kru untuk mengumpulkan data ban. Bezzecchi memanfaatkan momen itu dengan maksimal: dari 74 lap yang ia torehkan sepanjang hari, hampir separuhnya digeber di dua jam pertama sebelum termometer lintasan meroket. Strategi itu membuahkan data berharga untuk manajemen ban medium dan soft di sisi kiri ban, yang bekerja paling keras di tikungan 1, 3, dan 12.

Dua Hari, Dua Fokus Berbeda

Hari pertama tes berjalan seperti sesi pemanasan: Bezzecchi hanya fokus pada set-up dasar suspensi dan elektronik, menyelesaikan 61 lap tanpa insiden berarti. Namun di hari kedua, pekerjaan berubah total. Ia beralih ke uji komparasi dua spesifikasi fairing baru, plus simulasi waktu kualifikasi di sore hari. Hasilnya menggembirakan — top speed-nya tercatat 341,2 km/jam di straight utama, hanya tertinggal 1,8 km/jam dari motor dengan motor paling bertenaga di trek.

Yang lebih menarik adalah konsistensinya. Bezzecchi mampu menggandengkan enam lap beruntun dalam rentang 1 menit 30,2 detik hingga 1 menit 30,5 detik saat simulasi balap jarak pendek, sebuah ritme yang sebelumnya menjadi kelemahan utamanya. Di musim lalu, kecepatan satu lap Bezzecchi jarang jadi masalah; justru degradasi ban belakang di paruh kedua balapan yang kerap membuatnya kehilangan posisi. Data dari Buriram menunjukkan perbaikan nyata di sektor tersebut, meski pihak tim menahan diri untuk tidak menarik kesimpulan terlalu dini.

Buriram: Lintasan Penguji Sejati

Pilihan Buriram sebagai lokasi tes pramusim bukan kebetulan. Dengan panjang 4,554 kilometer dan 12 tikungan, sirkuit ini dikenal sebagai salah satu trek paling keras bagi ban di kalender MotoGP. Permukaan aspalnya yang baru diresapi ulang memberikan grip tinggi, tetapi suhu ekstrem membuat setiap pembalap harus pintar mengelola energi ban. Bezzecchi tercatat melakukan tiga kali simulasi start dari starting grid, termasuk satu start buruk yang disengaja untuk menguji sistem anti-wheelie, dan hasilnya ia nilai memuaskan.

Menariknya, sesi sore hari ketiga menjadi ujian paling berat. Angin kencang berhembus hingga 4,2 meter per detik di tikungan 4 dan 7, mengganggu stabilitas motor saat pengereman keras. Bezzecchi sempat kehilangan kendali di tikungan 5 namun berhasil menyelamatkan motornya tanpa jatuh — sebuah momen yang justru memberi tim data berharga soal perilaku elektronik saat ban sudah aus. Ia menutup hari dengan simulasi race distance penuh 26 lap, dan catatan kecepatan rata-ratanya naik 0,4 detik per lap dibandingkan hari pertama.

Kata Kru: Masih Ada Ruang Perbaikan

Kepala kru Bezzecchi menilai progres ini positif tetapi belum final. "Kami masih mencoba tiga arah set-up berbeda dan baru dua yang memberikan hasil sesuai harapan. Sesi besok akan kami pakai untuk mengunci satu paket dasar sebelum balapan pembuka," ujarnya kepada media di paddock. Ia juga menekankan bahwa semua pembalap di papan atas masih menyembunyikan potensi penuh mereka, karena waktu-waktu tercepat biasanya baru keluar pada sesi kualifikasi resmi.

Bezzecchi sendiri mengakui adaptasi dengan motor barunya berjalan lebih mulus dari musim lalu. "Perasaan di depan motor jauh lebih baik, saya bisa berbelok dengan lebih tenang tanpa memaksa ban depan," katanya. Dengan dua hari tes tersisa sebelum jeda, targetnya sederhana: menembus konsistensi 25 lap simulasi balap tanpa penurunan performa signifikan. Jika itu tercapai di Buriram, awal musim 2026 bisa menjadi panggung kebangkitan bagi pembalap Italia itu — dan catatan 1 menit 29,4 detik hari ini adalah langkah pertama yang meyakinkan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
vina-melati

Data Journalist Hukum. Visualisasi data kejahatan dan analisis tren kriminal.

Comments (0)

User