Bezzecchi Menangi Sprint Silverstone, Aprilia Berjaya di Inggris

Hasil akhir: Marco Bezzecchi finis pertama, unggul 0,412 detik atas Francesco Bagnaia dalam balapan Sprint MotoGP Grand Prix Inggris di Sirkuit Silverstone, Sabtu (8/8/2026). Pembalap Italia itu menun...

Aug 10, 2026 - 00:59
0 0
Bezzecchi Menangi Sprint Silverstone, Aprilia Berjaya di Inggris

Hasil akhir: Marco Bezzecchi finis pertama, unggul 0,412 detik atas Francesco Bagnaia dalam balapan Sprint MotoGP Grand Prix Inggris di Sirkuit Silverstone, Sabtu (8/8/2026). Pembalap Italia itu menuntaskan 10 lap dalam 19 menit 48,556 detik, mengunci kemenangan Sprint ketiganya musim ini sekaligus mempersembahkan podium utama perdana Aprilia Racing di Silverstone pada era balapan Sprint. Pedro Acosta melengkapi tiga besar, terpaut 1,8 detik di belakang sang pemenang.

Ribuan penonton yang memadati tribun Woodcote dan Copse sejak pagi disuguhi tontonan kelas satu. Suhu lintasan 24 derajat Celsius dengan langit kelabu khas Inggris tengah menciptakan kondisi ideal bagi para pembalap untuk memacu motor hingga limit. Bezzecchi sendiri tampak tenang sejak sesi pemanasan, beberapa kali tertangkap kamera berdiskusi santai dengan kru Aprilia di grid jelang start.

Start Eksplosif, Bagnaia Kuasai Tikungan Abbey

Bagnaia memulai dari pole berkat catatan kualifikasi 1 menit 57,842 detik, hanya 0,089 detik di depan Bezzecchi, dengan Acosta di posisi ketiga. Saat lampu start padam pukul 15.00 waktu setempat, Desmosedici GP26 milik Bagnaia melesat sempurna dan merebut holeshot menuju tikungan Abbey. Bezzecchi menguntit ketat di posisi kedua, sementara di belakang mereka Fabio Quartararo langsung menekan Acosta di Village dan The Loop. Marc Marquez juga tampil agresif, menyalip Jorge Martin untuk naik ke posisi lima pada lap pembuka.

Memasuki lap ketiga, Bezzecchi mulai menunjukkan taringnya. Catatan 1 menit 58,301 detik memangkas jarak dengan Bagnaia menjadi 0,3 detik. Serangan pertama dilancarkan pada lap keempat di tikungan Stowe: pengereman super telat dari kecepatan lebih dari 330 km/jam, namun laju motornya sedikit melebar dan Bagnaia berhasil mempertahankan posisi. Dua lap berikutnya berjalan dalam ritme tinggi, keduanya konsisten di kisaran 1 menit 58 detik dan meninggalkan Acosta lebih dari satu detik di belakang.

Manuver Penentu di Hangar Straight

Momen yang ditunggu akhirnya tiba pada lap ketujuh. Bezzecchi keluar dari tikungan cepat Chapel dengan drive yang jauh lebih baik, masuk ke slipstream Ducati di sepanjang Hangar Straight dengan kecepatan puncak 341 km/jam, lalu melakukan pengereman berani dari sisi dalam menuju Stowe. Manuver bersih, tanpa kontak, dan pembalap bernomor 72 itu langsung menutup ruang di tikungan Club untuk memastikan posisi terdepan. Tribune Silverstone bergemuruh menyaksikan aksi tersebut.

Tiga lap tersisa menjadi ujian mental. Bagnaia terus menempel di kisaran 0,2 detik dan sempat mencoba masuk dari sisi dalam di Vale pada lap kesembilan, tetapi Bezzecchi bertahan dengan garis balap yang rapi. Pada lap pamungkas, sang pembalap Aprilia tampil nyaris sempurna di sektor mengalir Maggotts-Becketts dan melintasi garis finis dengan keunggulan 0,412 detik. Acosta finis ketiga, diikuti Quartararo, Martin, dan Marquez yang kehilangan posisi setelah melebar di Copse pada lap kedelapan. Sementara itu, Alex Marquez mengakhiri balapan lebih awal usai terjatuh di Farm pada lap keenam, untungnya tanpa cedera.

Angka di Balik Kemenangan Aprilia

Statistik memperlihatkan dominasi Bezzecchi di sektor-sektor kunci. Ia mencetak fastest lap 1 menit 58,214 detik pada lap kedelapan, sekaligus rekor baru balapan Sprint di Silverstone. Kecepatan puncaknya mencapai 343,2 km/jam, dan data sektor memperlihatkan RS-GP26 unggul rata-rata 0,15 detik per lap di kombinasi Maggotts-Becketts-Chapel berkat stabilitas aerodinamika terbaru. Kedua pembalap terdepan sama-sama memilih kompon medium untuk ban depan dan belakang, namun manajemen tekanan ban Bezzecchi terbukti lebih baik di akhir balapan.

Tambahan 12 poin membuat Bezzecchi kini hanya terpaut 24 poin dari puncak klasemen sementara. "Motor ini akhirnya bekerja persis seperti yang saya mau di tikungan-tikungan cepat. Saya sudah tahu sejak kemarin bahwa lap ketujuh akan menjadi momen saya. Tim melakukan pekerjaan luar biasa, dan kemenangan ini untuk mereka," ujar Bezzecchi seusai balapan. Kepala krunya menambahkan bahwa paket aerodinamika baru yang diuji sejak Jumat memberikan kepercayaan diri ekstra untuk duel di sektor dua.

Perjuangan belum selesai. Balapan utama Grand Prix Inggris akan digelar Minggu sepanjang 20 lap dengan start pukul 13.00 waktu setempat, dan prakiraan cuaca menyebut peluang hujan mencapai 40 persen. Bezzecchi tetap start dari baris terdepan berkat hasil kualifikasi, dan kemenangan hari ini jelas menjadi modal mental yang berharga. Jika mampu mengulangi performa serupa, ia berpeluang menjadi pembalap Aprilia pertama yang menyapu bersih akhir pekan Silverstone. Semua mata kini tertuju pada nomor 72.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User