Bellingham Pimpin Inggris Tundukkan Norwegia 3-1 Lewat Selebrasi Ikonik
LONDON — Skor akhir 3-1 untuk Inggris atas Norwegia dalam laga uji coba internasional di Wembley, Minggu dini hari, meninggalkan satu sorotan utama: selebrasi penuh arti Jude Bellingham. Gelandang R...
LONDON — Skor akhir 3-1 untuk Inggris atas Norwegia dalam laga uji coba internasional di Wembley, Minggu dini hari, meninggalkan satu sorotan utama: selebrasi penuh arti Jude Bellingham. Gelandang Real Madrid itu membuka papan skor pada menit ke-17, lalu berlari ke sudut lapangan dengan tangan terbuka lebar dan tatapan dingin ke arah tribun yang sontak bergemuruh. Momen itu menjadi puncak dominasi The Three Lions yang tampil solid sepanjang 90 menit.
Inggris menutup pertandingan dengan penguasaan bola 58 persen, melepaskan 14 tembakan dengan 6 di antaranya mengarah tepat ke gawang, sementara Norwegia hanya mampu mencatat 2 shots on target dari 7 percobaan. Formasi 4-2-3-1 racikan manajer timnas Inggris terbukti efektif meredam agresivitas lini depan lawan, dengan Bellingham sebagai poros utama di lini kedua yang tak hanya mencetak gol namun juga mencatat assist kunci.
Babak Pertama: Gol Cepat dan Selebrasi Khas Bellingham
Tuan rumah langsung menggebrak sejak peluit awal. Menit ke-7, Bukayo Saka menusuk dari sisi kanan dan melepaskan umpan silang mendatar yang nyaris disambar Harry Kane. Hanya tiga menit berselang, Declan Rice hampir membuka skor lewat tembakan spekulasi dari luar kotak penalti yang membentur mistar gawang. Tekanan tinggi Inggris akhirnya berbuah hasil pada menit ke-17. Berawal dari skema transisi cepat, Bellingham menerima operan pendek Kane di ruang antarlini, mengelabui satu bek dengan gerakan tipu, lalu melepaskan tendangan first-time keras ke pojok kanan bawah yang tak mampu dijangkau kiper Mathias Dyngeland.
Selebrasi Bellingham menjadi perhatian utama fotografer AFP yang mengabadikan momen tersebut. Bukan selebrasi tarian atau teriakan, melainkan gestur tenang dengan tangan direntangkan seolah memanggil rekan setim dan suporter untuk bergabung dalam momen itu. Analis di ruang siaran langsung menyebutnya “panggilan untuk persatuan”, yang langsung trending di media sosial dengan tagar #BelliCelebration.
Dominasi Lini Tengah dan Statistik Kunci
Kombinasi Bellingham, Rice, dan Phil Foden di lini tengah membuat Norwegia kesulitan keluar dari tekanan. Bellingham mencatat 93 persen akurasi operan, 3 dribel sukses, dan 2 tekel kunci, menjadi motor serangan sekaligus garda pertama perampas bola. Inggris menciptakan 10 peluang dari build-up terencana, dengan 4 di antaranya berstatus peluang emas menurut model xG (angka harapan gol) yang menembus 0.3 per peluang.
Pada menit ke-34, Bellingham nyaris mencetak brace andai tendangan melengkungnya tak menyamping tipis setelah kombinasi satu-dua apik dengan Jadon Sancho. Statistik babak pertama memperlihatkan penguasaan bola Inggris menyentuh 62 persen, sementara Norwegia tak sekalipun mencatat tembakan tepat sasaran. Lini belakang yang dikawal John Stones dan Harry Maguire menunjukkan clean sheet paruh waktu yang solid.
Respons Norwegia dan Gol Hiburan Haaland
Usai jeda, Norwegia yang masih tanpa Martin Ødegaard akibat cedera ringan mencoba bangkit. Pelatih Ståle Solbakken menginstruksikan anak asuhnya untuk lebih berani melakukan pressing tinggi. Hasilnya, menit ke-53, Erling Haaland berhasil memperpendek kedudukan lewat sundulan keras memanfaatkan umpan terukur Antonio Nusa. Haaland mencatat 1.7 xG sepanjang laga, namun hanya satu tembakan tepat sasaran yang berbuah gol. Gol tersebut sempat membuat pertandingan memanas, tetapi Inggris segera merespons.
Manajer Inggris langsung memasukkan Conor Gallagher dan Eberechi Eze untuk menambah energi di lini tengah. Pada menit ke-67, kombinasi apik dari sisi kiri yang dibangun Foden berakhir dengan umpan tarik yang disambut Kane di tiang jauh. Skor menjadi 2-1, dan kendali pertandingan kembali dipegang tuan rumah. Data penguasaan bola pada periode 15 menit pasca-gol Kane menunjukkan angka 65 persen bagi Inggris, menandakan betapa tim dengan cepat mengambil alih ritme.
Assist Kunci dan Gol Ketiga Sebagai Penutup
Puncak performa Bellingham terjadi pada menit ke-78, saat ia mengirimkan assist cantik untuk gol ketiga Inggris. Menerima bola di luar kotak, Bellingham mengcocek satu pemain lalu melepaskan umpan terobosan melengkung yang memotong dua bek sekaligus ke ruang kosong. Trent Alexander-Arnold, yang maju membantu serangan, menyambut umpan itu tanpa ragu dan melepaskan tendangan drive mendatar yang menghujam jala gawang. Ini merupakan assist ke-6 bagi Bellingham dalam 8 penampilan internasional terakhirnya, menegaskan statusnya sebagai gelandang paling komplet di Eropa saat ini.
Setelah gol ketiga, laga berjalan lebih cair dengan beberapa peluang tercipta dari kedua kubu. Namun hingga peluit panjang, tak ada tambahan skor. Statistik akhir menunjukkan Inggris menang dalam catatan duel udara (12 vs 7), intersep (15 vs 9), dan total tekel sukses (11 vs 6), memperlihatkan superioritas di semua area.
“Jude menunjukkan kelasnya malam ini. Selebrasinya adalah cerminan kepercayaan dirinya — ia ingin seluruh stadion merasakan energi yang ia bawa. Tapi yang lebih penting, ia memainkan peran sentral dalam sistem kami dengan dedikasi tinggi saat menyerang maupun bertahan,” ujar manajer timnas Inggris seusai laga.
Di ruang ganti, para pemain dikabarkan merayakan kemenangan ini dengan antusias, sementara Bellingham mengunggah foto selebrasinya di media sosial dengan keterangan pendek: “Ini baru permulaan.” Kini, fokus beralih ke laga Kualifikasi Piala Dunia mendatang, di mana Inggris akan menghadapi lawan yang lebih berat, namun dengan Bellingham dalam performa seperti ini, publik Wembley boleh bermimpi lebih tinggi.
Baca juga:
Comments (0)