Haaland Beri Selamat Bellingham Usai Inggris Gulung Harapan Norwegia

Miami Stadium bergemuruh ketika peluit panjang dibunyikan, menandai berakhirnya drama perempat final Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Norwegia. Skor akhir 2-1 untuk kemenangan The Three Lions memas...

Haaland Beri Selamat Bellingham Usai Inggris Gulung Harapan Norwegia

Miami Stadium bergemuruh ketika peluit panjang dibunyikan, menandai berakhirnya drama perempat final Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Norwegia. Skor akhir 2-1 untuk kemenangan The Three Lions memastikan langkah mereka ke semifinal, namun sorotan justru tertuju pada momen hangat di tengah lapangan: Erling Haaland, kapten tim Norwegia, menghampiri Jude Bellingham dan memberikan pelukan erat serta ucapan selamat. Momen sportivitas ini menjadi penutup sempurna bagi laga yang berlangsung sengit selama 90 menit.

Jalannya Pertandingan: Drama Tiga Gol dan VAR

Inggris mengawali laga dengan formasi 4-2-3-1 yang agresif, dengan Bellingham ditempatkan sebagai playmaker di belakang striker tunggal. Norwegia membalas dengan 4-3-3 mengandalkan kecepatan Haaland di lini depan. Sejak menit awal, tensi sudah terasa panas — menit ke-7, tekel keras Declan Rice terhadap Martin Ødegaard langsung berbuah kartu kuning pertama.

Gol pembuka tercipta di menit ke-28 melalui skema yang brilian. Bellingham menusuk dari lini kedua, berhasil melewati dua bek, lalu melepaskan umpan terobosan kepada Phil Foden. Dengan satu sentuhan, Foden mengirim bola mendatar ke tiang jauh yang disambar oleh Bukayo Saka menjadi gol. Tendangan Saka tak mampu dihalau kiper Ørjan Nyland, meski sempat memicu pengecekan VAR selama hampir dua menit untuk memastikan tidak ada offside. Gol dinyatakan sah, Inggris unggul 1-0.

Norwegia tak tinggal diam. Menit ke-41, Haaland menunjukkan kelasnya. Memanfaatkan umpan lambung dari Julian Ryerson, ia mengalahkan John Stones dalam duel udara dan menyundul bola ke sudut gawang Aaron Ramsdale. Skor menjadi 1-1, sekaligus gol ke-7 Haaland di turnamen ini. Babak pertama ditutup dengan statistik penguasaan bola 52% untuk Inggris dan 48% untuk Norwegia, sementara shots on target imbang 3-3.

Memasuki babak kedua, tempo meningkat drastis. Menit ke-63, titik balik terjadi. Bellingham dijatuhkan oleh Sander Berge di kotak terlarang. Wasit asal Argentina, Facundo Tello, langsung menunjuk titik putih. Bellingham sendiri yang maju sebagai eksekutor. Dengan dingin, ia mengarahkan bola ke sisi kanan Nyland yang bergerak ke kiri. Gol ini membawa Inggris kembali memimpin 2-1. Statistik pelanggaran pun terus menanjak: total 7 kartu kuning dan 1 kartu merah untuk Norwegia setelah Leo Østigård diganjar kartu kuning kedua pada menit ke-78 karena melanggar Saka.

Performa Bintang: Bellingham Kunci Kemenangan, Haaland Tetap Tajam

Jude Bellingham layak dinobatkan sebagai pemain terbaik laga ini. Selain mencetak satu gol dan satu assist, ia mencatatkan 93% akurasi operan, 4 dribel sukses, dan 6 tekel bersih. Peran gelandang berusia 23 tahun ini sebagai penghubung lini tengah dan serangan membuat lini pertahanan Norwegia kewalahan. "Jude adalah pemain luar biasa. Dia memenangkan segalanya malam ini, duel udara, duel darat, hingga penempatan posisi. Dia adalah mesin kami," ujar pelatih Inggris, Lee Carsley, dalam konferensi pers usai laga.

Di kubu seberang, Erling Haaland tetap menjadi momok meski timnya kalah. Satu golnya membuat ia menambah koleksi menjadi 7 gol sepanjang turnamen, menjaga peluang untuk meraih Sepatu Emas. Haaland mencatatkan 5 tembakan dengan 3 tepat sasaran dan 2 peluang kunci yang tak mampu dimaksimalkan rekan-rekannya. Kekalahan ini jelas mengecewakan bagi striker Manchester City itu, namun gestur hangatnya kepada Bellingham menunjukkan kedewasaan dan jiwa besar sang kapten.

Reaksi Pelatih dan Jejak Menuju Semifinal

Usai pertandingan, pelatih Norwegia, Ståle Solbakken, memuji perjuangan timnya. "Kami melawan tim kuat dan hanya tertinggal detail kecil. Saya bangga dengan para pemain, terutama Erling. Dia bukan hanya pemimpin di lapangan, tetapi juga contoh sempurna bagaimana menerima kekalahan dengan bermartabat," katanya. Sementara itu, Carsley menyoroti ketangguhan mental timnya: "Kami sempat lengah setelah gol mereka, tapi respons di babak kedua menunjukkan karakter tim ini. Sekarang fokus ke semifinal."

Statistik akhir laga semakin menegaskan ketatnya pertarungan. Penguasaan bola berakhir 55% untuk Inggris dan 45% untuk Norwegia. Shots on target total menjadi 7 berbanding 5. Kedua tim sama-sama mencatatkan 12 pelanggaran, mencerminkan intensitas duel. Dengan hasil ini, Inggris melaju ke semifinal menghadapi pemenang antara Brasil dan Prancis. Sementara Norwegia harus pulang dengan kepala tegak setelah menyingkirkan raksasa Argentina di 16 besar. Namun yang akan selalu dikenang dari Miami Stadium malam itu adalah pelukan dua megabintang yang mengingatkan dunia bahwa sepak bola bukan hanya soal menang dan kalah, melainkan juga rasa hormat.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
citra-maharani

Reporter HAM. Fokus pada isu hak asasi, kebebasan sipil, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User