Argentina Gulung Swiss 3-1, Julian Alvarez Tampil Sempurna di Perempat Final
Skor akhir 3-1 membawa Argentina melaju ke semifinal Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Swiss dalam laga perempat final yang berlangsung di AT&T Stadium, Arlington. Julian Alvarez menjadi pahlawan d...
Skor akhir 3-1 membawa Argentina melaju ke semifinal Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Swiss dalam laga perempat final yang berlangsung di AT&T Stadium, Arlington. Julian Alvarez menjadi pahlawan dengan dua gol (menit ke-22 dan 78) serta satu assist untuk gol penalti Lionel Messi di menit ke-61. Argentina mendominasi penguasaan bola sebesar 63% dan mencatatkan delapan tembakan tepat sasaran dari total 17 percobaan, sementara Swiss hanya mampu mengkreasi tiga shots on target dan menguasai bola 37%.
Dominasi Sejak Awal dan Kejutan Swiss
Argentina turun dengan formasi 4-3-3 andalan Scaloni: Emiliano Martínez di bawah mistar; barisan pertahanan Molina, Romero, Otamendi, Tagliafico; trio gelandang De Paul, Enzo Fernández, Mac Allister; serta trio penyerang Messi, Lautaro Martínez, dan Alvarez. Swiss mengandalkan skema 3-5-2 yang dikomandoi Granit Xhaka. Sejak peluit awal, Argentina langsung mengambil inisiatif serangan. Menit ke-8, Messi nyaris membuka skor lewat tendangan bebas melengkung yang ditepis kiper Yann Sommer. Tekanan terus mengalir hingga akhirnya pada menit ke-22, umpan terobosan Messi berhasil disambut Alvarez yang melepaskan tembakan mendatar ke sudut kiri bawah gawang. Gol ini membuat skor 1-0 dan meningkatkan kepercayaan diri Albiceleste.
Namun Swiss tidak tinggal diam. Memasuki menit ke-30, mereka mulai keluar dari tekanan. Menit ke-37, sebuah serangan balik cepat berbuah gol penyama kedudukan. Umpan silang Xhaka dari sisi kanan disambut tandukan keras Breel Embolo yang tak mampu dihalau Martínez. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum. Statistik babak pertama menunjukkan Argentina unggul penguasaan bola 58% dan melepaskan lima tembakan tepat sasaran, sedangkan Swiss hanya dua kali mengancam. Namun efisiensi Swiss patut diacungi jempol.
Ledakan di Babak Kedua: Messi dan Alvarez Mengunci Tiket Semifinal
Memasuki babak kedua, Scaloni memasukkan Ángel Di María untuk menambah daya gedor di sisi sayap. Perubahan ini langsung berdampak. Menit ke-56, Di María menusuk dari kiri, memberikan umpan silang yang mengenai tangan bek Swiss Manuel Akanji di kotak penalti. Wasit menunjuk titik putih setelah memeriksa VAR. Messi maju sebagai eksekutor dan dengan tenang menaklukkan Sommer pada menit ke-61, membuat skor menjadi 2-1. Ini merupakan gol kelima Messi di turnamen, sekaligus menambah rekor sebagai pencetak gol tertua untuk Argentina di Piala Dunia.
Argentina terus mengurung pertahanan Swiss. Menit ke-78, serangan balik mematikan dimulai dari sapuan Romero. De Paul menggiring bola ke tengah dan mengirim umpan terobosan presisi kepada Alvarez yang berlari di belakang lini pertahanan. Alvarez dengan dingin mengecoh kiper sebelum menceploskan bola ke gawang kosong. Gol keduanya ini memastikan kemenangan Argentina 3-1. Selepas itu, Swiss coba memperkecil ketertinggalan, namun peluang Embolo di menit ke-85 masih melebar. Laga berakhir dengan skor 3-1.
Statistik Kunci dan Performa Bintang
Secara keseluruhan, Argentina mencatatkan 63% penguasaan bola, 17 total tembakan dengan 8 tepat sasaran, serta melancarkan 534 operan dengan akurasi 88%. Swiss hanya mencatat 9 tembakan (3 tepat sasaran) dan 287 operan. Pelanggaran relatif seimbang dengan masing-masing tim mengoleksi dua kartu kuning. Alvarez menjadi Man of the Match dengan statistik: 2 gol, 1 assist, 4 tembakan tepat sasaran, dan 92% umpan sukses.
"Julian tampil luar biasa malam ini. Dia pemain yang selalu lapar gol, dan performanya mencerminkan kerja keras seluruh tim. Kami sekarang fokus ke semifinal," ujar Pelatih Lionel Scaloni dalam sesi konferensi pers.
Dengan kemenangan ini, Argentina akan menghadapi pemenang laga antara Brasil dan Belanda di semifinal. Alvarez kini memuncaki daftar pencetak gol sementara dengan 6 gol, unggul satu gol dari Kylian Mbappé. Laga ini sekaligus menandai penampilan ke-200 Messi bersama timnas senior, sebuah tonggak bersejarah yang dirayakan dengan assist dan gol penalti krusial.
Baca juga:
Comments (0)