Bareskrim Gagalkan Peredaran Vape 'Squid Game' Berisi Zat Berbahaya di Sumut, Empat Pelaku Diamankan
Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri berhasil mengungkap jaringan peredaran rokok elektrik atau vape yang mengandung zat etomidate di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Pengungkapan
Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri berhasil mengungkap jaringan peredaran rokok elektrik atau vape yang mengandung zat etomidate di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Pengungkapan ini menjadi sorotan setelah petugas menyita sejumlah besar barang bukti, termasuk 114 cartridge vape dengan kemasan mencolok bertema ‘Squid Game’ dan ‘Pablo Escobar’, serta sebuah tas mewah merek internasional yang di dalamnya disembunyikan narkotika jenis sabu. Empat orang pelaku yang diduga kuat sebagai pengedar turut diamankan dalam operasi terpadu tersebut.
Laporan Masyarakat Jadi Kunci Pengungkapan
Menurut keterangan resmi yang diterima media kami, Brigadir Jenderal Polisi Eko Hadi Santoso selaku Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menjelaskan bahwa keberhasilan ini berawal dari keresahan warga. Masyarakat di wilayah Medan dan sekitarnya melaporkan maraknya peredaran vape yang dicurigai mengandung zat adiktif berbahaya. Menindaklanjuti laporan tersebut, Subdit III langsung melakukan penyelidikan intensif dan melakukan profiling terhadap target utama.
"Tim Subdit III melakukan penyelidikan dan melakukan profiling terhadap target bernama Wiwik yang teridentifikasi sebagai pengedar narkotika jenis vape mengandung etomidate tersebut," kata Brigjen Eko dalam keterangannya kepada awak media, Selasa (23/6/2026).
Etomidate, Zat Anestesi yang Disalahgunakan
Etomidate sendiri merupakan obat anestesi atau bius yang biasanya digunakan dalam prosedur medis tertentu. Penyalahgunaan zat ini di dalam cairan vape dapat menyebabkan efek sedasi berat, halusinasi, hingga gangguan kesadaran yang membahayakan penggunanya. Modus pengedar yang mengemasnya dalam cartridge merek-merek populer seperti ‘Squid Game’ dan ‘Pablo Escobar’ dinilai sangat licik karena menyasar kalangan muda dan pengguna pemula yang mungkin tertarik dengan desain kemasannya tanpa mengetahui kandungan berbahaya di dalamnya.
Dalam operasi tersebut, petugas tidak hanya mengamankan ratusan cartridge vape ilegal. Sebuah tas mewah dari merek Louis Vuitton (LV) yang digunakan oleh salah satu tersangka juga disita setelah diketahui berisi sabu. Hal ini menunjukkan bahwa jaringan ini tidak hanya memperdagangkan vape berbahaya, melainkan juga mengedarkan narkotika konvensional untuk memperluas pasar dan keuntungan ilegal mereka. Para tersangka saat ini tengah menjalani pemeriksaan mendalam oleh penyidik Bareskrim untuk mengungkap lebih jauh jaringan pemasok serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam sindikat ini. Media kami akan terus memantau perkembangan kasus ini.
Comments (0)