Barcola Bersinar, Prancis Singkirkan Swedia di 32 Besar Piala Dunia 2026
EAST RUTHERFORD — Skor akhir 3-1 untuk Prancis. Les Bleus memastikan tiket babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menyingkirkan Swedia di MetLife Stadium, Rabu (1/7/2026), dan momen paling menentuk...
EAST RUTHERFORD — Skor akhir 3-1 untuk Prancis. Les Bleus memastikan tiket babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menyingkirkan Swedia di MetLife Stadium, Rabu (1/7/2026), dan momen paling menentukan lahir pada menit ke-54 ketika Bradley Barcola mencetak gol kedua timnya lewat penyelesaian dingin sebelum berlari merayakannya ke sudut tribun yang dipenuhi bendera Prancis.
Didier Deschamps menurunkan starting XI dengan formasi 4-3-3: Mike Maignan di bawah mistar; Jules Koundé, William Saliba, Dayot Upamecano, dan Theo Hernández di lini belakang; Aurélien Tchouaméni, Eduardo Camavinga, serta Michael Olise mengisi lini tengah; trisula depan dihuni Ousmane Dembélé, Kylian Mbappé, dan Barcola. Swedia menjawab dengan skema 4-4-2 yang mengandalkan duet mematikan Alexander Isak dan Viktor Gyökeres sebagai ujung tombak.
Babak Pertama: Mbappé Membuka Keran Gol
Prancis langsung mengambil inisiatif serangan sejak peluit awal. Menit ke-23, pergerakan tanpa bola Mbappé membelah pertahanan Swedia; umpan terobosan Dembélé dari sisi kanan menemukannya di dalam kotak penalti, dan satu sentuhan keras ke tiang jauh mengubah skor menjadi 1-0. Itu adalah shots on target ketiga Prancis dari total lima percobaan di setengah jam pertama. Swedia bukan tanpa perlawanan — sundulan Gyökeres menit ke-38 masih melebar tipis dari gawang Maignan — tetapi penguasaan bola 61 persen milik Les Bleus di babak pertama menggambarkan dengan jelas siapa yang memegang kendali permainan. Kartu kuning pertama pertandingan diterima Tchouaméni pada menit ke-35 setelah menjegal laju Dejan Kulusevski di area transisi.
Menit ke-54, Momen Milik Barcola
Gol kedua Prancis adalah buku teks serangan balik yang sempurna. Berawal dari intersep Camavinga di lini tengah, bola dialirkan cepat ke Mbappé yang menarik dua bek keluar dari posisinya sebelum melepaskan assist mendatar ke sisi kiri. Barcola datang dari lini kedua, melakukan cut inside melewati satu pemain bertahan, lalu melepaskan tendangan melengkung yang menghujam pojok atas gawang. Skor 2-0, dan winger 23 tahun itu merayakannya dengan penuh emosi di depan ribuan suporter Prancis yang bergemuruh.
Swedia sempat menghidupkan asa ketika Isak memperkecil kedudukan menjadi 2-1 pada menit ke-71 lewat sundulan menyambut umpan silang Anthony Elanga. Drama memuncak menit ke-79: Gyökeres sempat merobek jala Maignan, tetapi VAR menganulir gol tersebut karena offside — margin yang hanya beberapa sentimeter saja. Prancis akhirnya mengunci kemenangan pada menit ke-88 melalui gol pemain pengganti Randal Kolo Muani yang menyambar bola muntah hasil tembakan Warren Zaïre-Emery.
"Bradley bekerja tanpa henti sepanjang laga. Golnya sangat penting, tetapi yang lebih saya hargai adalah disiplinnya saat kami kehilangan bola. Dia pemain yang terus berkembang di momen-momen besar," ujar Deschamps seusai pertandingan.
Angka-Angka yang Bicara
Statistik akhir menegaskan dominasi Prancis: penguasaan bola 58 berbanding 42 persen, total tembakan 16-9, dan shots on target 7-3. Expected goals (xG) Les Bleus mencapai 2,3 berbanding 1,1 milik Swedia, dengan akurasi umpan 89 persen serta enam sepak pojok berbanding tiga. Barcola menutup laga dengan satu gol, dua key passes, empat dribel sukses dari enam percobaan, dan 87 persen akurasi umpan — deretan angka yang membuatnya layak dinobatkan sebagai pemain terbaik laga. Di kubu Swedia, Kulusevski menerima kartu kuning menit ke-62, sementara Isak menjadi satu-satunya penggawa mereka yang mencatatkan lebih dari satu tembakan tepat sasaran sepanjang 90 menit.
Dengan kemenangan ini, Prancis melaju ke babak 16 besar dan tinggal menunggu hasil laga lain untuk mengetahui lawan berikutnya. Bagi Barcola, gol di East Rutherford ini adalah penegasan bahwa ia bukan lagi sekadar pelapis — ia kini senjata utama Les Bleus di sayap kiri, dan Piala Dunia 2026 baru saja menyaksikan panggung terbesarnya.
Comments (0)