Barcelona Juara Supercopa de España, Taklukkan Real Madrid 3-2 di Jeddah
Skor akhir 3-2 untuk Barcelona! Blaugrana resmi mengangkat trofi Supercopa de España usai menaklukkan Real Madrid dalam El Clasico penuh drama di King Abdullah Sports City, Jeddah, Arab Saudi, Minggu...
Skor akhir 3-2 untuk Barcelona! Blaugrana resmi mengangkat trofi Supercopa de España usai menaklukkan Real Madrid dalam El Clasico penuh drama di King Abdullah Sports City, Jeddah, Arab Saudi, Minggu (11/1/2026). Gol penentu kemenangan lahir menit ke-81 lewat aksi Raphinha, menutup laga yang berjalan dengan tempo tinggi sejak peluit pertama dibunyikan.
Barcelona langsung menekan sejak awal. Menit ke-14, Lamine Yamal melepaskan tendangan melengkung kaki kiri dari luar kotak penalti yang menghujam sudut kanan gawang Thibaut Courtois. Gol itu berawal dari assist cerdik Raphinha yang memanfaatkan ruang di sisi kanan pertahanan Los Blancos. Skor 1-0 untuk tim Catalan.
Babak Pertama: Jual Beli Serangan Sejak Menit Awal
Real Madrid merespons dengan cepat. Menit ke-33, Vinicius Junior menyambar umpan terobosan Kylian Mbappé dengan tendangan first-time yang gagal diantisipasi kiper. Skor imbang 1-1. Pertandingan semakin terbuka, kedua tim saling bertukar peluang. Statistik babak pertama mencatat Barcelona unggul penguasaan bola 59 persen berbanding 41 persen, dengan 5 shots on target berbanding 3 milik Madrid.
Drama muncul jelang turun minum. Menit ke-45+2, wasit menunjuk titik putih setelah Robert Lewandowski dijatuhkan di kotak terlarang. Keputusan itu sempat ditinjau lewat VAR selama hampir dua menit sebelum akhirnya dinyatakan sah. Lewandowski sendiri yang maju sebagai eksekutor dan dengan dingin menaklukkan Courtois. Skor 2-1 untuk Barcelona bertahan hingga jeda.
Babak Kedua: Mbappé Menyala, Raphinha Jadi Pahlawan
Memasuki babak kedua, Real Madrid meningkatkan intensitas pressing. Hasilnya, menit ke-58, Mbappé menyamakan kedudukan menjadi 2-2 lewat tendangan keras dari dalam kotak penalti memanfaatkan kemelut hasil sepak pojok. Gol itu memaksa pelatih Barcelona Hansi Flick melakukan penyesuaian taktik, mengubah formasi 4-3-3 menjadi lebih fleksibel dengan Pedri turun lebih dalam menemani Frenkie de Jong.
Puncak drama terjadi menit ke-81. Raphinha menerima assist terukur Pedri di sisi kiri, menusuk masuk melewati satu bek, lalu melepaskan tendangan mendatar ke tiang jauh. 3-2 untuk Barcelona! Madrid berusaha membalas di sisa waktu, termasuk satu peluang emas yang dianulir karena offside, tetapi skor tidak berubah hingga peluit panjang.
Duel Kunci Lini Tengah: De Jong versus Gonzalo Garcia
Salah satu pertarungan paling menarik terjadi di lini tengah. Frenkie de Jong, motor permainan Barcelona, berulang kali berduel memperebutkan bola dengan gelandang muda Real Madrid, Gonzalo Garcia. De Jong mencatatkan 92 persen akurasi umpan dan memenangkan 7 dari 10 duel, sementara Gonzalo tampil tanpa lelah dengan 4 tekel sukses. Pertarungan keduanya menjadi gambaran betapa ketatnya laga ini, meski De Jong sempat menerima kartu kuning menit ke-67 karena pelanggaran taktis.
Statistik Pertandingan: Dominasi Penguasaan Bola Barcelona
Secara keseluruhan, Barcelona mendominasi dengan penguasaan bola 58 persen berbanding 42 persen. Untuk urusan shots on target, Blaugrana unggul 8 berbanding 5, dari total 17 tembakan melawan 11 milik Madrid. Barcelona juga memenangkan 7 sepak pojok berbanding 4. Starting XI Barcelona tampil lebih solid dengan disiplin posisi, sementara Madrid mengandalkan transisi cepat yang beberapa kali merepotkan lini belakang lawan.
Pelatih Barcelona Hansi Flick memuji mentalitas timnya seusai laga, menyebut kemenangan ini sebagai bukti karakter para pemainnya yang tidak pernah berhenti percaya meski sempat dikejar dua kali. Di kubu lawan, pelatih Real Madrid Xabi Alonso mengakui timnya kalah efisien dalam memanfaatkan momen kunci, seraya menegaskan musim masih panjang dan timnya akan segera bangkit.
Dengan hasil ini, Barcelona menambah koleksi trofi Supercopa de España mereka dan membawa pulang gelar pertama musim ini dari Jeddah. Bagi Real Madrid, kekalahan di El Clasico ini menjadi bahan evaluasi besar sebelum kembali berjuang di La Liga dan Liga Champions. Satu hal yang pasti: duel dua raksasa Spanyol ini sekali lagi membuktikan mengapa El Clasico selalu layak disebut pertandingan terbesar di dunia sepak bola.
Comments (0)