Atlet Jabar Raih Best Lifter di Kejurnas Angkat Besi 2026

Jakarta, 4 Juli 2026 — Dua lifter muda asal Jawa Barat mencuri seluruh perhatian di Kejuaraan Nasional Angkat Besi Remaja dan Junior 2026 yang baru saja tuntas di Hall A Gelora Bung Karno. Keduanya ...

Atlet Jabar Raih Best Lifter di Kejurnas Angkat Besi 2026

Jakarta, 4 Juli 2026 — Dua lifter muda asal Jawa Barat mencuri seluruh perhatian di Kejuaraan Nasional Angkat Besi Remaja dan Junior 2026 yang baru saja tuntas di Hall A Gelora Bung Karno. Keduanya dinobatkan sebagai The Best Lifter setelah mencatat total angkatan tertinggi di kelompok umur masing-masing, sekaligus memastikan dominasi provinsi tersebut dalam peta kekuatan angkat besi nasional. Raka Aditya di kelas 73 kg putra junior dan Sari Nurmalita di kelas 59 kg putri remaja tampil nyaris tanpa cela, membawa pulang bukan hanya medali emas melainkan juga bonus prestisius sebagai lifter terbaik.

Berdasarkan data resmi panitia, Raka menutup kompetisi dengan total angkatan 295 kilogram, terdiri dari snatch 130 kg dan clean and jerk 165 kg. Sementara Sari, yang baru berusia 17 tahun, membukukan total 190 kilogram lewat snatch 85 kg dan clean and jerk 105 kg. Kedua catatan ini menjadi yang tertinggi di semua kelas berdasarkan formula Sinclair, sehingga mengungguli puluhan lifter lain dari 34 provinsi yang turut serta. Keberhasilan ini menjadi bukti konsistensi Jawa Barat sebagai lumbung atlet angkat besi, setelah pada edisi sebelumnya juga menyabet dua gelar best lifter.

Aksi Tanpa Cacat di Panggung Utama

Keduanya menjalani hari kompetisi dengan ketenangan luar biasa. Raka, yang turun di sesi siang, langsung mengguncang arena ketika melakukan angkatan snatch pembuka seberat 122 kg—jauh di atas lifter lain yang rata-rata baru berani masuk di angka 110 kg. Ia kemudian menaikkan ke 130 kg pada percobaan ketiga, yang sukses dilakukan dengan teknik squat snatch sempurna. Pada clean and jerk, Raka membuka dengan 155 kg, lalu melompat ke 165 kg di angkatan kedua yang langsung mengunci emas dan gelar best lifter. Percobaan ketiganya di 170 kg sempat membuat penonton menahan napas, namun barbel gagal dikunci di atas kepala. Meski begitu, jarak 20 kilogram dari peringkat kedua membuat posisinya tak tergoyahkan.

"Saya sebenarnya ingin memecahkan rekor nasional junior 168 kg di clean and jerk, tapi kondisi kaki sedikit kram. Yang penting emas dan best lifter sudah di tangan," ujar Raka, yang sekaligus memastikan tiket seleksi nasional menuju Kejuaraan Asia Junior 2026 di Tashkent.

Sari Nurmalita tampil lebih dahsyat lagi. Menempati sesi pagi, ia sukses menyapu bersih seluruh enam angkatannya tanpa satu pun kegagalan—sebuah capaian langka di arena angkat besi. Snatch 80 kg berhasil dengan mulus, lalu 85 kg ia tuntaskan dengan teknik split snatch yang presisi. Sari menolak menambah beban untuk menyimpan tenaga pada clean and jerk. Hasilnya, clean and jerk 100 kg terbuka mulus, 105 kg ia angkat dengan power jerk yang eksplosif, dan percobaan ketiga 108 kg kembali sukses. Total 190 kilogram yang ia bukukan memecahkan rekor nasional remaja sebelumnya 187 kg atas nama lifter asal Lampung, yang bertahan sejak 2024.

Dominasi Berbasis Data dan Pembinaan

Di balik kesuksesan dua lifter ini, terdapat sistem pembinaan Jawa Barat yang terstruktur. Ketua Pengprov PABBSI Jawa Barat, Hendra Setiawan, mengungkapkan bahwa pihaknya menerapkan program sport science secara penuh sejak 2025. "Kami punya database seluruh atlet sejak usia 13 tahun. Pola latihan, nutrisi, pemulihan, hingga analisis biomekanika angkatan semuanya tercatat. Raka dan Sari adalah produk dari sistem itu," jelas Hendra. Data menunjukkan bahwa dari 10 lifter best lifter Kejurnas tiga tahun terakhir, empat di antaranya berasal dari Jawa Barat, menjadikan provinsi ini sebagai yang paling konsisten melahirkan lifter elit.

Statistik pertandingan juga mengonfirmasi efisiensi kedua lifter. Raka hanya memerlukan lima dari enam percobaan untuk mengunci kemenangan, dengan tingkat keberhasilan angkatan 83,3%. Sari bahkan sempurna 100%. Keduanya unggul jauh dalam rata-rata beban per kilogram berat badan: Raka mencatatkan 4,04 kg per kg bobot tubuh, sementara Sari mencapai 3,22 kg per kg—tertinggi di antara seluruh peserta.

Yang menarik, baik Raka maupun Sari sama-sama berasal dari sentra latihan daerah di Kabupaten Bandung dan Kota Cimahi, yang sejak tiga tahun terakhir mendapat pendanaan khusus dari APBD untuk alat latihan berstandar internasional. "Kami punya platform latihan yang merekam setiap fase angkatan, jadi pelatih bisa mengoreksi teknik secara real-time," tambah Hendra.

Peta Persaingan dan Target Internasional

Keberhasilan ini semakin mengukuhkan posisi Jawa Barat di klasemen akhir Kejurnas dengan total 8 medali emas, 5 perak, dan 3 perunggu. Jawa Timur menempel di posisi kedua dengan 5 emas, disusul DKI Jakarta 3 emas. Namun, prestasi individu Raka dan Sari menjadi pembeda karena gelar best lifter dihitung berdasarkan poin Sinclair yang menormalisasi berat badan, sehingga adil bagi semua kelas.

Pelatih kepala tim Jawa Barat, Dian Permana, langsung memasang target tinggi: "Untuk Raka, kami proyeksikan bisa menembus total 310 kg dalam enam bulan ke depan agar bersaing di level Asia. Sementara Sari, di usianya yang masih 17 tahun, sangat mungkin menembus 200 kg sebelum akhir tahun. Keduanya punya potensi untuk tampil di Olimpiade Remaja dan seterusnya." Dian juga menyoroti bahwa baik Raka maupun Sari memiliki rasio kekuatan-kecepatan yang ideal, hasil dari latihan plyometric intensif yang baru diterapkan di pelatnas daerah.

Kejurnas 2026 sendiri diikuti oleh 287 lifter dari seluruh Indonesia, memperebutkan 40 medali emas di kelompok remaja dan junior putra-putri. Tingkat persaingan dinilai paling ketat dalam satu dekade terakhir, dengan munculnya lifter-lifter muda bertalenta dari Sumatera Utara dan Kalimantan Timur. Namun, malam puncak tetap menjadi milik Jawa Barat. Penonton yang memadati Hall A pun memberikan standing ovation saat Sari dan Raka naik podium penerimaan trofi best lifter dari Ketua Umum PB PABBSI.

Dengan hasil ini, Jawa Barat kembali menegaskan diri sebagai kekuatan utama angkat besi nasional. Kedua nama baru tersebut kini melangkah ke radar internasional, siap membawa nama Indonesia di panggung dunia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User