Assist Vinicius Junior Antar Real Madrid Menang di Kandang Oviedo

Menit ke-23 di Stadion Carlos Tartiere menjadi titik balik laga pembuka La Liga musim 2025-26. Vinicius Junior menerima umpan di sisi kiri, menunggu dua bek Real Oviedo keluar dari barisan, lalu melep...

Assist Vinicius Junior Antar Real Madrid Menang di Kandang Oviedo

Menit ke-23 di Stadion Carlos Tartiere menjadi titik balik laga pembuka La Liga musim 2025-26. Vinicius Junior menerima umpan di sisi kiri, menunggu dua bek Real Oviedo keluar dari barisan, lalu melepaskan umpan tarik mendatar yang disambut Kylian Mbappe dengan tembakan satu sentuhan ke pojok kiri gawang. Skor akhir 0-2 untuk Real Madrid, dan kolaborasi nomor 7–nomor 9 itu langsung mencuri perhatian penggemar di pekan pertama kompetisi.

Kemenangan tandang Los Blancos tidak lahir dari penguasaan bola mutlak, melainkan dari efisiensi mematikan di lini depan. Real Madrid mencatat 7 shots on target dari 15 percobaan, sementara tuan rumah hanya mampu melepaskan 2 tembakan mengarah ke gawang dari 8 kesempatan. Penguasaan bola 64 persen untuk Madrid, dan Thibaut Courtois menutup laga dengan clean sheet berkat dua penyelamatan penting di babak kedua.

Babak Pertama: Kesabaran Menghadapi Garis Rendah Oviedo

Pelatih tuan rumah menyusun tim dengan formasi 4-4-2 dan dua lini pertahanan yang rapat. Sepanjang 20 menit awal, Oviedo menutup ruang antar lini, memaksa Madrid memutar bola dari sisi ke sisi tanpa mampu menembus. Menit ke-17, Rodrygo mencoba melepaskan tembakan dari tepi kotak penalti, tetapi bola masih melebar tipis dari tiang. Menit ke-23, giliran Vinicius yang memutus kebuntuan: ia menerima bola di setengah ruang, menarik dua bek keluar dari posisinya, lalu memberikan assist yang membuat Mbappe tinggal menyelesaikan dari jarak tujuh meter. Gol sempat dicek singkat oleh VAR untuk dugaan offside, tetapi garis terakhir memastikan posisi pemain Brasil itu sah.

Setelah gol tersebut, Madrid tidak mengubah ritme. Alih-alih menekan tinggi, anak asuh Carlo Ancelotti justru menarik garis pertahanan ke tengah untuk memancing Oviedo keluar. Strategi itu berbuah ruang kosong di sisi sayap, tetapi umpan-umpan terakhir masih kurang presisi. Bellingham, yang mendapat lisensi untuk menusuk dari lini kedua, nyaris menggandakan skor pada menit ke-41 andai sundulannya tidak ditepis kiper tuan rumah.

Babak Kedua: Gol Kedua dan Kekecewaan Taktis Tuan Rumah

Oviedo keluar lebih berani di babak kedua dengan menaikkan garis pertahanan. Menit ke-58, peluang terbaik tuan rumah lahir dari skema tendangan bebas yang ditepis Courtois dengan satu tangan. Real Madrid membalas tiga menit kemudian. Menit ke-61, Vinicius menerima bola di tengah lapangan, berduet one-two dengan Bellingham, lalu menuntaskan dengan kaki kanan dari dalam kotak. Gol kedua sempat diperiksa VAR karena dugaan offside, namun akhirnya disahkan setelah pengecekan ulang menunjukan posisi penerima umpan masih sejajar dengan bek terakhir.

Pertandingan kemudian diwarnai kartu kuning. Tchouameni menjadi pemain Madrid pertama yang masuk catatan wasit pada menit ke-66 karena pelanggaran taktis di tengah, disusul dua kartu kuning untuk pemain Oviedo masing-masing pada menit ke-70 dan ke-82. Menit ke-84, kegembiraan tuan rumah sirna: gol penyeimbang mereka dianulir setelah VAR menangkap posisi offside penyerang di momen awal serangan.

“Kami tidak selalu tampil dominan, tetapi tim ini punya kualitas untuk menghukum satu kesalahan kecil. Gol pertama lahir dari kerja sama yang sudah kami latih sepanjang pramusim,” ujar Carlo Ancelotti seusai laga.

Duet Vinicius–Mbappe Mulai Menemukan Irama

Statistik perorangan menegaskan peran kunci Vinicius Junior malam itu. Ia mencatat 1 assist, 3 key passes, dan 4 dribel sukses dari 6 percobaan, sekaligus menciptakan dua peluang emas untuk Mbappe. Pemain Brasil itu tidak lagi sekadar mengandalkan kecepatan di sisi kiri; ia rajin memotong ke dalam untuk membaca pergerakan tanpa bola rekannya. Mbappe sendiri menuntaskan 2 dari 3 peluang emasnya, satu menjadi gol pada menit ke-23 dan satu lagi ditepis kiper pada menit ke-73. Kombinasi keduanya tercatat 11 kali saling berhubungan di sepertiga akhir lapangan, angka tertinggi di antara seluruh duet penyerang yang berlaga akhir pekan ini.

Catatan Pertandingan dan Faktor Kunci

Real Madrid turun dengan starting XI berformasi 4-3-3: Courtois di bawah mistar, lini belakang Carvajal, Militao, Rudiger, dan Mendy; lini tengah Tchouameni, Valverde, dan Bellingham; serta trisula Rodrygo, Mbappe, dan Vinicius. Menit gol: Mbappe 23′ berkat assist Vinicius, dan Vinicius 61′ berkat assist Bellingham. Kartu kuning: 1 untuk Madrid dan 2 untuk Oviedo. Offside tercatat 3-2, sementara pelanggaran total 14-11 untuk keunggulan tuan rumah.

“Kami bertahan dengan disiplin hampir sepanjang laga. Namun melawan tim sekelas Madrid, satu ruang kosong selama dua detik sudah cukup menjadi gol. Ini pelajaran berharga,” kata pelatih Real Oviedo.

Dengan hasil ini, Real Madrid membuka musim dengan modal tiga poin, clean sheet, dan sinyal positif dari duet lini depannya. Vinicius Junior membuktikan bahwa perannya tidak hanya mencetak gol, tetapi juga menjadi kreator utama serangan. Dua pekan ke depan akan menjadi ujian sesungguhnya ketika lawan-lawan mulai mempelajari pola pergerakan duo penyerang yang baru saja menemukan irama ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
vina-melati

Data Journalist Hukum. Visualisasi data kejahatan dan analisis tren kriminal.

Comments (0)

User