Arsenal Tekuk Everton 2-0, Zubimendi Jadi Metronom Lini Tengah
Skor akhir 2-0 untuk kemenangan Arsenal atas Everton menutup laga Liga Inggris 2025/2026 di Stadion Emirates, Minggu (15/3/2026). Dua gol The Gunners dicetak oleh Bukayo Saka pada menit ke-23 dan Kai ...
Skor akhir 2-0 untuk kemenangan Arsenal atas Everton menutup laga Liga Inggris 2025/2026 di Stadion Emirates, Minggu (15/3/2026). Dua gol The Gunners dicetak oleh Bukayo Saka pada menit ke-23 dan Kai Havertz pada menit ke-67. Namun, nama yang paling mencuri perhatian justru Martin Zubimendi, gelandang jangkar yang mendikte tempo permainan sejak peluit pertama hingga akhir laga.
Angka-angka berbicara tegas. Arsenal mencatatkan penguasaan bola 64 persen berbanding 36 persen, melepaskan 17 tembakan dengan 7 shots on target, sementara Everton hanya mampu membukukan 6 tembakan dan 2 shots on target sepanjang 90 menit. Ini kemenangan yang dibangun dari kontrol lini tengah, bukan keberuntungan di depan gawang.
Babak Pertama: Saka Buka Keran Gol
Mikel Arteta menurunkan starting XI dengan formasi 4-3-3, menempatkan Zubimendi sebagai pivot tunggal di belakang Martin Odegaard dan Declan Rice. Everton merespons dengan blok rendah 5-4-1 yang disiplin, menumpuk pemain di sepertiga akhir untuk menutup ruang di antara lini pertahanan mereka.
Menit ke-23, kebuntuan akhirnya pecah. Odegaard menerima bola di half-space kanan, mengangkat umpan silang mendatar ke tiang jauh, dan Saka menyambutnya dengan sepakan first-time yang menghujam sudut bawah gawang Jordan Pickford. Skor 1-0, dan Emirates bergemuruh. Itu adalah gol ke-14 Saka di liga musim ini, dengan Odegaard mencatatkan assist kedelapannya.
Everton nyaris menyamakan kedudukan pada menit ke-38 ketika sundulan Beto meneruskan sepak pojok masih membentur mistar gawang. Wasit sempat mengecek VAR untuk dugaan handball Gabriel Magalhaes di kotak penalti, tetapi keputusan akhir menyatakan no penalty. Skor 1-0 bertahan hingga jeda turun minum.
Zubimendi: Metronom Baru di Jantung Arsenal
Inilah panggung milik Zubimendi. Sang gelandang Spanyol membukukan 112 sentuhan bola, akurasi umpan 94 persen dengan 97 dari 103 umpan sukses, 11 duel dimenangkan, dan 4 intersep. Angka-angka yang membuatnya layak menyandang predikat man of the match meski tidak mencetak gol.
Yang tidak tercatat di lembar statistik adalah positioning-nya. Setiap kali Everton mencoba melakukan transisi cepat, Zubimendi selalu berada satu langkah lebih cepat untuk memutus aliran bola lawan. Assist untuk gol kedua pun lahir dari kakinya: umpan vertikal yang membelah dua bek tengah The Toffees disambut Havertz dengan penyelesaian kaki kiri pada menit ke-67. Skor 2-0 untuk Arsenal, dan laga praktis berada di luar jangkauan tim tamu.
Arteta tak bisa menyembunyikan kepuasannya seusai laga. Manajer asal Spanyol itu menyebut timnya bermain dengan kedewasaan dan kontrol penuh, seraya memuji kontribusi Zubimendi yang dinilainya membuat semua pemain di sekitarnya tampil lebih baik dan lebih tenang dalam menguasai bola.
Babak Kedua: Everton Kehabisan Bensin
Sean Dyche mencoba mengubah nasib dengan memasukkan dua penyerang pada menit ke-60 dan mengubah formasi menjadi 4-4-2. Namun justru di sinilah masalahnya: ruang antarlini Everton semakin lebar, dan Rice leluasa melakukan late run ke kotak penalti untuk mendukung serangan.
Havertz sebenarnya punya peluang menggandakan golnya pada menit ke-74, tetapi tendangan kerasnya dari luar kotak penalti masih bisa ditepis Pickford. Di kubu tamu, kartu kuning mengalir untuk James Tarkowski pada menit ke-55 dan Idrissa Gueye pada menit ke-71 akibat pelanggaran taktis untuk menghentikan serangan balik cepat Arsenal.
David Raya mencatatkan clean sheet berkat dua penyelamatan penting, termasuk menepis tendangan jarak jauh Dwight McNeil pada menit ke-82. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-0 tidak berubah dan Arsenal mengamankan tiga poin krusial di kandang sendiri.
Artinya untuk Klasemen
Tiga poin ini membuat Arsenal tetap menempel ketat pemuncak klasemen dengan selisih dua poin, sementara Everton tertahan di papan tengah. Dengan sembilan laga tersisa, setiap detail kecil akan menentukan nasib The Gunners dalam perburuan gelar juara musim ini.
Jika Zubimendi terus tampil pada level seperti ini, Arsenal memiliki fondasi kokoh untuk sprint akhir musim. Laga berikutnya, mereka akan bertandang ke markas tim papan bawah, sementara Everton harus segera bangkit saat menjamu rival sekota dalam derby yang menentukan posisi mereka di klasemen.
Comments (0)