Arsenal Pecah Kutukan Community Shield lewat Drama Adu Penalti
Skor akhir 1-1, Arsenal menang 4-1 atas Manchester City lewat adu penalti di Wembley. Laga pembuka musim ini meledak pada menit ke-77 saat Cole Palmer melepaskan tendangan kaki kiri melengkung yang me...
Skor akhir 1-1, Arsenal menang 4-1 atas Manchester City lewat adu penalti di Wembley. Laga pembuka musim ini meledak pada menit ke-77 saat Cole Palmer melepaskan tendangan kaki kiri melengkung yang menaklukkan Aaron Ramsdale, membawa City unggul dan berpeluang meraih clean sheet. Namun, kutukan juara Community Shield hampir menjadi kenyataan bagi The Citizens ketika Leandro Trossard pada menit ke-90+11 menjebol gawang Stefan Ortega setelah menerima assist dari sapuan bola liar di kotak penalti. Penguasaan bola Manchester City mencapai 58 persen dengan shots on target sebanyak empat kali, sementara Arsenal mengandalkan transisi cepat dengan lima tembakan tepat sasaran dari total delapan percobaan.
Taktik Formasi dan Dominasi Babak Pertama
Menit ke-12, Erling Haaland mendapatkan umpan terobosan dari Julian Alvarez, tetapi tendangan pertama striker Norwegia itu ditepis Ramsdale dalam posisi one-on-one. Arsenal menurunkan starting XI dengan formasi 4-3-3 yang diperkuat Declan Rice sebagai pivot bertahan, sementara Mikel Arteta meminta Martin Ødegaard dan Kai Havertz berrotasi di antara lini. Di sisi lain, Pep Guardiola memainkan City dalam variasi 3-2-4-1 dengan John Stones bergerak ke tengah lapangan sebagai inverted full-back, membanjiri lini tengah bersama Rodri.
Penguasaan bola City terlihat jelas pada 45 menit awal. Menit ke-23, Kevin De Bruyne melepaskan tendangan voli dari luar kotak penalti yang melenceng tipis di atas mistar. Arsenal membalas dengan serangan balik pada menit ke-31 ketika Bukayo Saka menerobos sayap kanan, namun sepakannya dari sudut sempit masih menyamping dari target. Wasit menunjukkan kartu kuning kepada Manuel Akanji pada menit ke-38 setelah melakukan tactical foul terhadap Gabriel Jesus yang berlari kencang. Tak lama kemudian, VAR mengintervensi pada menit ke-42 saat Haaland dikawal William Saliba, namun keputusan offside tetap menguntungkan Arsenal sehingga City gagal mendapatkan penalti. Babak pertama ditutup dengan skor kacamata dan City yang lebih unggul dalam progresi bola.
Gol Telat dan Kutukan Sang Juara
Babak kedua berlangsung lebih terbuka. Menit ke-63, Arteta melakukan pergantian strategis dengan memasukkan Trossard dan Jorginho untuk memperkuat kreativitas lini tengah. City merespons dengan menurunkan tempo permainan, mengandalkan transisi singkat Palmer yang masuk sebagai pemain pengganti. Menit ke-77, Palmer menerima bola di sisi kanan, memotong ke dalam melewati Jurriën Timber, lalu melesatkan tendangan curling ke sudut jauh. Ramsdale terpaku, 1-0 untuk City. Gol itu sekaligus memupus harapan Arsenal akan clean sheet.
Manchester City sebenarnya punya peluang membunuh pertandingan pada menit ke-84 ketika Phil Foden berhadapan dengan Ramsdale, namun kiper Arsenal kembali melakukan penyelamatan krusial. Waktu tambahan yang panjang, 11 menit, memberikan napas baru bagi The Gunners. Menit ke-90+11, sebuah umpan silang dari sayap kiri mengakibatkan kekacauan di kotak penalti City. Bola muntah jatuh ke kaki Trossard yang langsung melepaskan tembakan rendah, menembus kaki pemain belakang dan masuk ke gawang. Stadion Wembley bergemuruh. Tidak ada hat-trick dalam laga ini, tetapi momentum berbalik total.
Adu Penalti dan Akhir Kutukan
Setelah 120 menit tidak dimainkan—Community Shield hanya berlangsung 90 menit plus tambahan waktu—laga langsung dilanjutkan ke adu penalti. Arsenal menunjukkan mentalitas baja. Kevin De Bruyne menjadi eksekutor pertama City, namun tendangannya membentur mistar setelah Ramsdale membaca arah dengan tepat. Ødegaard, Saka, Trossard, dan Fabio Vieira masing-masing mengeksekusi dengan sempurna untuk Arsenal. City hanya berhasil mencetak satu gol penalti melalui Bernardo Silva, sementara Rodri dan Phil Foden gagal. Skor akhir adu penalti 4-1 memastikan trofi perdana musim ini berlabuh ke Emirates.
"Kami tahu ada kutukan soal juara Community Shield, tetapi hari ini bukan soal ramalan—ini soal karakter," ujar Mikel Arteta usai laga.
Dari sisi statistik, penguasaan bola 58-42 persen dan shots on target yang lebih banyak dari Arsenal membuktikan bahwa trofi ini diraih melalui efisiensi, bukan dominasi mutlak. Arteta berhasil memecahkan rekor negatif dengan formasi fleksibelnya, sementara Guardiola harus kembali ke ruang ganti dengan evaluasi tajam menjelang kickoff Premier League. Satu hal yang pasti: Arsenal datang dengan tekad menghancurkan mitos, dan mereka melakukannya dengan cara yang paling dramatis.
Comments (0)