Argentina Tundukkan Tanjung Verde 2-1 Lewat Drama Extra Time

Skor akhir 2-1 untuk Argentina atas Tanjung Verde tercatat di papan skor Stadion Miami, Miami Gardens, Jumat (03/07/2026), namun angka itu tidak pernah mampu menggambarkan seluruh gejolak yang terjadi...

Oct 08, 2026 - 18:56
0 0
Argentina Tundukkan Tanjung Verde 2-1 Lewat Drama Extra Time

Skor akhir 2-1 untuk Argentina atas Tanjung Verde tercatat di papan skor Stadion Miami, Miami Gardens, Jumat (03/07/2026), namun angka itu tidak pernah mampu menggambarkan seluruh gejolak yang terjadi selama 120 menit babak 32 besar Piala Dunia 2026. Tim asuhan Lionel Scaloni harus melewati extra time sebelum memastikan tiket ke babak 16 besar, sebuah hasil yang membuat 65.000 penonton menahan napas hingga peluit panjang berbunyi.

Babak Pertama: Dominasi Tanpa Penyelesaian

Sejak menit pertama, Argentina tampil dengan formasi 4-3-3 dan langsung mengambil inisiatif. Statistik penguasaan bola pada 45 menit pertama mencapai 68 persen berbanding 32 persen, dengan 7 shots on target dari total 11 percobaan. Namun, rapatnya blok pertahanan Tanjung Verde yang bermain dengan skema 5-4-1 membuat setiap celah tertutup.

Menit ke-14, Lionel Messi melepaskan tendangan bebas dari jarak 22 meter, tetapi bola masih membentur mistar gawang. Lima menit berselang, sepakan Lautaro Martinez dari dalam kotak penalti berhasil diblok bek Sidney Lopes Cabral yang tampil disiplin sepanjang laga. Kiper Tanjung Verde, Vozinha, mencatat tiga penyelamatan penting sebelum turun minum.

Di sisi lain, Tanjung Verde nyaris mengejutkan pada menit ke-38 melalui serangan balik cepat. Ryan Mendes menusuk dari sayap kanan dan melepaskan tembakan mendatar, namun Emiliano Martinez sigap menepis bola ke sisi gawang. Skor 0-0 bertahan hingga jeda.

Babak Kedua: Gol, VAR, dan Ketegangan

Memasuki babak kedua, Scaloni mengubah pendekatan dengan memasukkan Julian Alvarez untuk menambah daya gedor di lini depan. Perubahan itu berbuah pada menit ke-58. Umpan terobosan Messi dari sisi kiri berhasil dikonversi Alvarez menjadi gol pembuka. Skor berubah 1-0, dan assist tersebut menjadi catatan ke-12 Messi di fase gugur Piala Dunia sepanjang kariernya.

Namun keunggulan itu tidak bertahan lama. Menit ke-71, Tanjung Verde mendapatkan hadiah penalti setelah wasit meninjau tayangan VAR terkait pelanggaran tangan di kotak terlarang. Garry Rodrigues yang menjadi eksekutor sukses menipu Emiliano Martinez. Skor kembali imbang 1-1, dan kartu kuning diberikan kepada Nicolas Otamendi atas protesnya terhadap keputusan tersebut.

Tekanan Argentina meningkat drastis. Pada 20 menit terakhir waktu normal, penguasaan bola Argentina menyentuh angka 74 persen dengan 5 shots on target tambahan. Menit ke-88, sundulan Cristian Romero memanfaatkan sepak pojok hampir saja membawa Argentina kembali unggul, tetapi bola masih menyamping tipis. Wasit meniup peluit panjang tanda waktu normal berakhir 1-1, memaksa laga berlanjut ke extra time.

Extra Time: Momen Kunci dan Clean Sheet yang Gagal

Di babak tambahan, kelelahan mulai terlihat pada barisan pertahanan Tanjung Verde. Scaloni menarik keluar Angel Di Maria dan memasukkan Thiago Almada untuk menjaga kreativitas serangan. Pergantian itu terbukti jitu pada menit ke-112. Almada menerima bola di ruang kosong, melepaskan umpan silang rendah yang diselesaikan Messi dengan sepakan kaki kiri dari jarak dekat. Gol tersebut menjadi penentu kemenangan Argentina, sekaligus menutup peluang Tanjung Verde mencetak sejarah.

Messi, yang bermain penuh 120 menit, tercatat melepaskan 6 shots on target, menciptakan 4 peluang, dan menyelesaikan 89 persen umpan. Selebrasi usai laga ketika ia mengangkat bek Tanjung Verde, Sidney Lopes Cabral, menjadi potret sportivitas yang menarik perhatian dunia.

"Kami tahu laga ini tidak akan mudah. Tanjung Verde bermain sangat disiplin dan membuat kami bekerja ekstra keras. Gol di extra time adalah bukti mentalitas tim ini," ujar Scaloni dalam konferensi pers usai pertandingan.

Pelatih Tanjung Verde, Bubista, mengaku bangga dengan penampilan anak asuhnya. "Kami kalah, tetapi kami menunjukkan bahwa tim kecil bisa memberi perlawanan sengit kepada juara dunia. Penalti dan disiplin pertahanan kami hampir membawa kejutan," katanya.

Secara keseluruhan, Argentina mencatat 23 percobaan tembakan dengan 12 shots on target, sementara Tanjung Verde hanya 4 percobaan dan 2 shots on target. Argentina juga unggul jauh dalam penguasaan bola, 71 persen berbanding 29 persen, serta menciptakan 9 sepak pojok berbanding 2. Meski menang, Argentina gagal mencatat clean sheet untuk kedua kalinya di turnamen ini.

Dengan hasil ini, Argentina melaju ke babak 16 besar dan akan menghadapi pemenang laga antara Jepang dan Senegal. Sementara itu, Tanjung Verde harus mengakhiri perjalanan bersejarah mereka di Piala Dunia 2026, tetapi penampilan mereka di Stadion Miami akan dikenang sebagai salah satu kejutan terbaik turnamen.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bayu-aji

Investigative Reporter. Spesialisasi: korupsi, pencucian uang, dan kejahatan korporasi.

Comments (0)

User