Skor akhir 2-1 untuk Argentina atas Swiss setelah pertandingan perempat final Piala Dunia 2026 di Kansas City, Missouri, Sabtu (11/7/2026) harus diselesaikan melalui extra time. Laga yang berlangsung selama 120 menit plus tambahan waktu ini menyuguhkan drama kartu merah, gol-gol krusial, dan dominasi penguasaan bola yang tidak sebanding dengan ketajaman penyelesaian akhir.
Wasit asal Portugal, Joao Pinheiro, mengeluarkan kartu merah langsung kepada penyerang Swiss, Breel Embolo, pada menit ke-67. Keputusan itu menjadi titik balik pertandingan. Sebelumnya, kedua tim bermain dengan tempo tinggi, terlibat duel-duel fisik di lini tengah, dan mencatatkan total 14 pelanggaran hingga akhir babak kedua.
Babak Pertama: Taktik Ketat dan Peluang Minim
Sejak peluit kick-off, Argentina menerapkan formasi 4-3-3 dengan pressing tinggi. Lionel Scaloni menurunkan starting XI terbaiknya: Emiliano Martinez di bawah mistar, barisan belakang diisi Molina, Romero, Otamendi, dan Tagliafico. Trio gelandang De Paul, Enzo Fernandez, dan Mac Allister mendominasi penguasaan bola hingga 63 persen pada 45 menit pertama.
Namun, Swiss yang dilatih Murat Yakin tampil disiplin dalam formasi 4-2-3-1. Mereka menutup ruang antara lini tengah dan pertahanan, memaksa Argentina melepaskan tembakan dari luar kotak penalti. Tercatat hanya 3 shots on target untuk Argentina di babak pertama, sementara Swiss sama sekali belum mengarahkan bola ke gawang Emiliano Martinez.
Menit ke-23, Lionel Messi melepaskan tendangan bebas dari jarak 25 meter. Bola melengkung tipis di atas mistar gawang Yann Sommer. Peluang terbaik Argentina di paruh pertama datang pada menit ke-41 melalui sundulan Lautaro Martinez yang masih menyamping di sisi kiri gawang.
Kartu Merah Embolo dan Gol Pembuka Argentina
Memasuki babak kedua, intensitas meningkat. Menit ke-52, Embolo melakukan pelanggaran keras terhadap Cristian Romero saat perebutan bola di udara. Wasit Pinheiro awalnya memberi kartu kuning, tetapi setelah tinjauan VAR, keputusan diubah menjadi kartu merah. Swiss harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-67.
Keunggulan jumlah pemain cepat dimanfaatkan Argentina. Pada menit ke-74, Messi mengirim umpan terobosan akurat kepada Julian Alvarez di sisi kanan. Alvarez melepaskan tendangan mendatar yang tidak mampu dijangkau Sommer. Gol 1-0 untuk Argentina, dengan Messi mencatatkan assist kelimanya di turnamen ini.
"Kartu merah itu mengubah dinamika pertandingan. Kami harus mengatur ulang lini tengah dan bermain lebih sabar. Para pemain menunjukkan mental juara," ujar Scaloni dalam konferensi pers usai laga.
Swiss bukannya tanpa perlawanan. Meski kehilangan Embolo, mereka mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-88 melalui aksi individu Ruben Vargas. Memanfaatkan kelengahan lini belakang Argentina, Vargas melepaskan tembakan kaki kiri dari sudut sempit yang gagal diantisipasi Emiliano Martinez. Skor berubah 1-1 dan memaksa pertandingan berlanjut ke extra time.
Extra Time: Ketajaman Argentina Menentukan Hasil
Di babak tambahan, Argentina kembali menguasai jalannya pertandingan dengan penguasaan bola 71 persen selama 30 menit terakhir. Kelelahan mulai terlihat pada barisan pertahanan Swiss yang harus bekerja ekstra sepanjang laga.
Menit ke-108, gol kemenangan Argentina lahir dari skema sepak pojok. Enzo Fernandez mengirim bola ke tiang jauh, disambut sundulan Nicolas Otamendi yang menerobos celah pertahanan Swiss. Bola masuk ke sudut kanan gawang tanpa mampu dijangkau Sommer. Skor 2-1 bertahan hingga peluit panjang berbunyi.
Statistik akhir mencatat Argentina melepaskan 18 tembakan dengan 8 shots on target, sementara Swiss hanya mencatat 6 tembakan dan 2 shots on target. Argentina juga unggul dalam akurasi umpan mencapai 89 persen berbanding 78 persen milik Swiss. Dalam duel udara, Argentina memenangkan 62 persen pertarungan.
Kemenangan ini membawa Argentina ke babak semifinal. Mereka akan menghadapi pemenang antara dua tim kuat lainnya. Sementara bagi Swiss, perjalanan di Piala Dunia 2026 harus berakhir di perempat final dengan catatan satu kartu merah dan clean sheet yang gagal dipertahankan di laga krusial ini.
Embolo menjadi sorotan setelah kartu merahnya. Pelatih Murat Yakin menyebut keputusan wasit sebagai momen penentu. "Bermain dengan sepuluh pemain melawan Argentina selama lebih dari 50 menit adalah tugas yang sangat berat. Para pemain sudah memberikan segalanya," kata Yakin.
Argentina selanjutnya akan fokus memulihkan kondisi pemain mengingat jadwal semifinal yang hanya berjarak empat hari. Scaloni kemungkinan akan merotasi lini tengah untuk menjaga kebugaran jelang partai puncak menuju final.
Comments (0)