Argentina Singkirkan Mesir, Messi Kembali Bersinar di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026

Beritainti.com, Jakarta — Lionel Messi menorehkan satu momen ikonik lagi dalam perjalanan gemilangnya di Piala Dunia 2026. Megabintang Argentina itu mencet

Jul 08, 2026 - 01:51
0 0
Argentina Singkirkan Mesir, Messi Kembali Bersinar di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026

Beritainti.com, Jakarta — Lionel Messi menorehkan satu momen ikonik lagi dalam perjalanan gemilangnya di Piala Dunia 2026. Megabintang Argentina itu mencetak gol krusial ke gawang Mesir pada laga 16 besar yang digelar Rabu (8/7/2026) di Stadion Hard Rock, Miami Gardens. Selebrasinya yang penuh emosi menjadi penanda lahirnya kemenangan 2-0 yang mengantarkan La Albiceleste ke perempat final.

Gol tersebut tercipta pada menit ke-64, memecah kebuntuan yang bertahan sepanjang babak pertama. Menerima umpan terobosan dari Enzo Fernández, Messi menusuk dari sisi kanan, mengecoh bek Ahmed Samy, lalu melepaskan tembakan kaki kiri melengkung yang tak mampu dijangkau kiper Mohamed El Shenawy. Stadion bergemuruh, dan Messi berlari ke sudut lapangan dengan tangan terentang, disambut rekan-rekan setimnya.

“Saya hanya mencoba memanfaatkan celah sekecil apa pun. Gol ini untuk seluruh rakyat Argentina yang selalu mendukung kami, di mana pun kami bermain,” ujar Messi dalam konferensi pers usai laga.

Sepanjang pertandingan, Argentina memang tampil dominan dengan penguasaan bola mencapai 62 persen. Namun, disiplin pertahanan Mesir di bawah asuhan Hossam Hassan membuat peluang emas sulit didapat di paruh pertama. Kiper El Shenawy beberapa kali melakukan penyelamatan gemilang, termasuk menepis sundulan Julián Álvarez dari jarak dekat. Skor 0-0 bertahan hingga turun minum, memaksa Pelatih Lionel Scaloni melakukan penyesuaian taktik.

Masuknya Alejandro Garnacho di awal babak kedua menyegarkan daya gedor Argentina. Mesir tetap solid, tetapi intensitas serangan La Albiceleste meningkat. Duo Messi-Álvarez mulai menemukan ruang, dan gol pertama akhirnya meruntuhkan mental pasukan The Pharaohs. Gol kedua hadir dari skema serupa: umpan tarik Ángel Di María yang baru masuk sebagai pemain pengganti disambar penyerang muda berbakat, Thiago Almada, pada menit ke-81.

Kemenangan ini menegaskan status Argentina sebagai salah satu favorit juara, sekaligus memperpanjang keajaiban karier Messi di usianya yang telah menginjak 39 tahun. Sejumlah pihak sempat meragukan ketajaman sang kapten di turnamen ini, tetapi respons di lapangan membungkam kritik. Performa tanpa bola Messi pun patut diacungi jempol: tiga tekel sukses, dua intersep, dan 11 sprint ofensif mencatatkan kerja keras yang menginspirasi seluruh tim.

Dukungan suporter Argentina di Miami juga menjadi sorotan. Mayoritas tribun dipenuhi warna biru-putih, menciptakan atmosfer layaknya laga kandang. “Bermain di tempat ini terasa seperti berada di Buenos Aires. Energi dari tribune memberi kami kekuatan ekstra,” kata Scaloni.

“Kami tahu laga ini tidak akan mudah. Mesir punya organisasi pertahanan yang sangat bagus. Tapi karakter tim ini sudah teruji. Mereka tidak panik dan terus mencari cara. Dan ketika Leo mencetak gol, jalan menuju kemenangan terbuka lebar,” tambah Scaloni.

Bagi Mesir, kekalahan ini memang mengecewakan, namun perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 tetap patut dihargai. Lolos ke 16 besar untuk pertama kalinya sejak 1934 adalah pencapaian bersejarah. Kehadiran Mohamed Salah yang tampil sebagai kapten meski kurang fit akibat cedera ringan di fase grup juga menjadi kisah heroik tersendiri, meski kali ini ia gagal menambah koleksi golnya di turnamen.

Sementara itu, Argentina kini bersiap menghadapi pemenang laga antara Brasil dan Uruguay di perempat final. Duel klasik Amerika Selatan itu diprediksi menjadi partai panas yang akan menguras stamina dan strategi. Namun, dengan Messi dalam kondisi prima dan kembali mencetak gol, optimisme tinggi menyelimuti kubu Argentina.

Gol ke gawang Mesir itu menjadi gol keenam Messi di Piala Dunia 2026, menyamai rekor pribadinya di edisi 2022. Peluang untuk menambah pundi-pundi gol masih terbuka lebar, dan seluruh dunia menanti apakah sang legenda bisa mengakhiri karier internasionalnya dengan trofi Jules Rimet kedua.

Redaksi Beritainti.com mencatat, selebrasi Messi yang sederhana namun penuh makna menjadi potret seorang pemimpin yang tak hanya mengejar rekor, melainkan juga menghidupkan semangat kolektif. Seperti yang ia sampaikan, “Setiap gol hanyalah perpanjangan dari kerja keras semua orang di tim ini.” Dan kerja keras itu membawa Argentina selangkah lebih dekat menuju tangga juara dunia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User