Argentina Menang Dramatis atas Swiss di Extra Time Perempat Final
Skor akhir 2-0 untuk Argentina atas Swiss di babak perempat final Piala Dunia 2026 mungkin terlihat meyakinkan, tetapi jalan menuju kemenangan di Arrowhead Stadium, Kansas City, Sabtu (11/7) dini hari...
Skor akhir 2-0 untuk Argentina atas Swiss di babak perempat final Piala Dunia 2026 mungkin terlihat meyakinkan, tetapi jalan menuju kemenangan di Arrowhead Stadium, Kansas City, Sabtu (11/7) dini hari tadi, adalah sebuah drama 120 menit yang menguji kesabaran. Dua gol di masa perpanjangan waktu, masing-masing dari Alexis Mac Allister pada menit ke-98 dan Julian Alvarez di pengujung laga (menit 117), memastikan La Albiceleste melaju ke semifinal setelah frustrasi luar biasa di 90 menit normal. Swiss, yang tampil disiplin dengan formasi 4-2-3-1, sukses meredam setiap kreativitas Argentina hingga akhirnya tembok kokoh mereka runtuh.
Babak Normal: Taktik Ketat dan Minim Celah
Sejak peluit pertama dibunyikan, Argentina langsung mendominasi penguasaan bola dengan angka fantastis 71% berbanding 29% milik Swiss. Namun, dominasi itu tidak berbanding lurus dengan peluang berbahaya. Formasi 4-3-3 fleksibel racikan pelatih Argentina yang mengandalkan trio Lionel Messi, Julian Alvarez, dan Alejandro Garnacho terus-menerus terbentur blok rendah Swiss yang rapat. Dari 14 total tembakan yang dilepaskan Argentina sepanjang 90 menit, hanya 4 tepat sasaran, sebuah catatan yang menunjukkan betapa efisiennya pertahanan Swiss dalam menutup ruang tembak. Menit ke-23, sebuah umpan terobosan Messi berhasil diterima Alvarez di kotak penalti, namun sontekannya masih mampu diblok oleh Manuel Akanji. Sepuluh menit berselang, giliran tendangan melengkung Rodrigo De Paul yang melebar tipis di sisi kiri gawang Gregor Kobel. Swiss, di sisi lain, sama sekali melepaskan 2 tembakan sepanjang babak pertama dengan nihil shots on target, menegaskan pilihan mereka untuk bertahan total dan mengandalkan serangan balik yang tak pernah benar-benar matang.
Memasuki babak kedua, pola yang sama terus berlanjut. Argentina memainkan 681 operan berbanding 279 milik Swiss, tetapi akurasi umpan di sepertiga akhir lapangan hanya menyentuh 68%, jauh di bawah standar biasanya. Pelatih Swiss, yang disiplin menempatkan dua gelandang jangkar di depan empat bek, sukses mengisolasi Messi. Sepanjang laga, kapten Argentina itu hanya mampu mencatatkan 3 dribel sukses dari 9 percobaan, dan lebih sering menjemput bola jauh dari area berbahaya. Menit ke-67, peluang emas datang dari skema bola mati: sepak pojok Giovani Lo Celso disambut sundulan Cristian Romero yang melambung tipis. Swiss membalas di menit 74 lewat serangan balik langka. Satu-satunya shots on target mereka terjadi di menit ini, saat Breel Embolo lolos dari jebakan offside dan melepaskan tembakan mendatar yang ditepis gemilang oleh Emiliano Martinez. Hingga 90 menit, papan skor tetap 0-0 dengan statistik penguasaan bola akhir 73% - 27%, total shots 21 - 4, dan shots on target 6 - 1. Argentina butuh sesuatu yang lebih di perpanjangan waktu.
Ledakan di Extra Time: Mac Allister dan Alvarez Jadi Penyelamat
Drama sesungguhnya baru dimulai. Pelatih Argentina memasukkan Alexis Mac Allister tepat di awal extra time, menggantikan De Paul yang mulai kehabisan bensin. Keputusan itu terbukti jenius. Baru delapan menit berjalan di babak pertama perpanjangan waktu, tepatnya menit ke-98, sebuah kemelut di depan gawang Swiss berhasil dimanfaatkan Mac Allister. Berawal dari umpan silang Nahuel Molina dari sisi kanan, bola liar hasil sapuan tidak sempurna Akanji jatuh di kaki Mac Allister yang tanpa berpikir dua kali melepaskan tendangan first time kaki kanan dari jarak 10 meter. Bola bersarang deras di pojok kiri bawah gawang Kobel. 1-0 Argentina! Stadion meledak, dan Mac Allister langsung berlari ke sudut lapangan dengan selebrasi penuh emosi. Gol ini menjadi gol pertamanya di turnamen, dan tidak ada momen yang lebih krusial dari ini.
Swiss terpaksa keluar dari cangkang untuk mengejar ketertinggalan, dan hal itu justru membuka ruang bagi Argentina. Pelatih Swiss memasukkan penyerang tambahan, tetapi perubahan formasi menjadi 4-3-3 justru meninggalkan celah fatal di lini tengah. Argentina dengan dingin mengontrol tempo, memanfaatkan kelelahan lawan. Menit 117, serangan balik cepat mengakhiri semua harapan Swiss. Messi, yang mulai menemukan ruang lebih luas, mengirimkan umpan terobosan presisi kepada Julian Alvarez yang berlari dari sisi kiri. Dengan kecepatan dan ketenangan, Alvarez mengecoh Kobel yang maju maju lalu menceploskan bola ke gawang kosong. 2-0. Itu adalah gol kelimanya di Piala Dunia 2026, menempatkannya di puncak daftar pencetak gol sementara. Assist dari Messi menjadi yang keempat di turnamen ini, menegaskan peran vitalnya meski tak mencetak gol.
Statistik Kunci dan Analisis Taktik
Laga ini menyajikan kontras mencolok antara penguasaan bola dan penyelesaian akhir. Argentina mencatatkan total penguasaan bola 72,4% dengan 873 operan, sementara Swiss hanya 344 operan. Namun, lini serang Argentina masih menyisakan pertanyaan: dari 27 tembakan (terbanyak kedua sepanjang Piala Dunia 2026), hanya 9 yang mengarah ke gawang. Kredit besar layak diberikan kepada struktur pertahanan Swiss yang dikomandoi Akanji, dengan total 38 clearances dan 19 intersep. Di sisi lain, serangan Swiss tumpul total: hanya 1 tembakan tepat sasaran sepanjang 120 menit, dan 0,12 expected goals (xG) berbanding 2,64 milik Argentina.
Kunci kemenangan Argentina terletak pada kedalaman skuad dan keberanian pelatih melakukan pergantian pemain. Masuknya Mac Allister memberikan energi baru di lini tengah, menciptakan 2 key passes dan 1 gol hanya dalam 30 menit waktu bermain. Sementara itu, duet bek tengah Romero dan Lisandro Martinez tampil solid dengan total 9 tekel sukses dan 5 blok tembakan, menjaga clean sheet krusial. Kartu kuning untuk Granit Xhaka (menit 55) dan Nico Elvedi (menit 89) menjadi simbol frustrasi Swiss, sementara Argentina hanya menerima satu kartu kuning untuk Leandro Paredes (menit 41).
"Kami tahu ini akan menjadi laga yang sangat sulit. Swiss bertahan dengan luar biasa, tetapi kami terus percaya pada rencana permainan. Memasukkan Alexis adalah keputusan yang sudah kami siapkan, dan dia membuktikan kualitasnya. Sekarang fokus ke semifinal," ujar pelatih Argentina dalam konferensi pers usai laga, dikutip dari siaran langsung televisi.
Dengan hasil ini, Argentina menjaga asa mempertahankan gelar juara dunia. Mereka akan menghadapi pemenang laga antara Brasil atau Maroko di semifinal. Sementara Swiss harus pulang dengan kepala tegak setelah memberikan perlawanan gigih yang nyaris menyeret salah satu favorit juara ke adu penalti.
Comments (0)