Argentina Lolos via Drama Extra Time Lawan Tanjung Verde
Skor akhir 3-2 untuk Argentina setelah 120 menit penuh drama di Stadion Miami, Miami Gardens, Jumat malam. Pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 ini baru diputuskan di extra time, memaksa La Al...
Skor akhir 3-2 untuk Argentina setelah 120 menit penuh drama di Stadion Miami, Miami Gardens, Jumat malam. Pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 ini baru diputuskan di extra time, memaksa La Albiceleste bekerja ekstra keras sebelum akhirnya melangkah ke 16 besar. Lionel Messi dan kawan-kawan sempat tertinggal, mengejar, lalu menuntaskan laga lewat gol penentu di menit ke-114.
Babak Pertama: Tanjung Verde Mengejutkan
Pelatih Argentina menurunkan formasi 4-3-3 dengan Messi bermain sebagai false start di belakang dua penyerang sayap. Sejak peluit awal, penguasaan bola berada di pihak Argentina, menguasai 63% possession pada 15 menit pertama. Namun justru Tanjung Verde yang unggul lebih dulu. Menit ke-17, sebuah serangan balik cepat berujung tembakan melengkung dari luar kotak penalti yang menaklukkan kiper Argentina. Skor 0-0 berubah jadi 0-1, dan stadion bergemuruh dengan kejutan.
Argentina merespons dengan intensitas tinggi. Menit ke-23, Messi melepaskan tendangan bebas dari sudut sulit yang membentur mistar gawang. Menit ke-31, sepakan keras dari jarak 20 meter mengarah ke tiang jauh, masih bisa dimentahkan kiper Tanjung Verde. Peluang-peluang itu akhirnya membuahkan hasil tepat sebelum jeda. Menit ke-42, umpan silang dari sisi kanan diteruskan sundulan kepala striker Argentina, menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Assisting gol tersebut tercatat atas nama winger kanan yang terus menekan sisi kiri pertahanan lawan sejak menit pertama.
Statistik shots on target memasuki turun minum: Argentina 5, Tanjung Verde 2. Fakta yang menegaskan bahwa meski skor imbang, ritme permainan sepenuhnya di bawah kendali tim美洲 latin tersebut. Pelatih Tanjung Verde memilih taktik blok rendah dengan lima bek, berharap memanfaatkan transisi cepat seperti gol pertama mereka.
Babak Kedua: Keunggulan yang Hangus
Memasuki 45 menit kedua, Argentina menambah tekanan dengan pergantian dua pemain sayap. Strategi itu langsung membuahkan gol. Menit ke-56, sepakan voli kaki kiri dari dalam kotak penalti mengubah skor jadi 2-1 untuk Argentina. Assisting datang dari umpan terobosan satu sentuhan gelandang nomor delapan. Penguasaan bola Argentina naik ke 71%, sementara Tanjung Verde hanya mencatat 3 tembakan sepanjang babak kedua.
Kenyamanan itu tak bertahan lama. Menit ke-78, sepak pojok kedua sepanjang laga berujung gol penyeimbang Tanjung Verde: sundulan bebas di tiang depan, tanpa penjagaan, membobol gawang Argentina. Skor 2-2, dan momentum berbalik. Kartu kuning pertama laga muncul menit ke-82 setelah sebuah tekel keras menghentikan serangan balik. VAR sempat diminta meninjau dugaan handball di kotak terlarang Argentina, namun keputusan tetap: tidak ada penalti. Argentina pun harus kehilangan satu bek andalan di menit ke-88 setelah menerima kartu kuning kedua? Tidak — kartu kuning pertamanya tercatat rapi, dan pertandingan tetap 11 vs 11 hingga waktu normal berakhir dengan skor 2-2.
Extra Time: Drama Penentu Menuju 16 Besar
Adu ketahanan fisik pun dimulai. Menit ke-95, Argentina hampir unggul lewat tembakan melengkung dari sayap kiri yang masih membentur tiang. Menit ke-107, giliran Tanjung Verde yang mengancam melalui skema counter-attack tiga lawan dua, namun tendangan penyelesaiannya melambung tipis di atas mistar. Statistik shots on target akhirnya tercatat 11 untuk Argentina dan 6 untuk Tanjung Verde.
Lalu momen krusial datang. Menit ke-114, kombinasi one-two di sisi kiri kotak penalti berujung tembakan mendatar penyerang cadangan Argentina, bersarang di sudut kiri bawah gawang. Stadion Miami meledak. Skor akhir 3-2 bertahan hingga peluit panjang, dengan Argentina memegang penguasaan bola 66% sepanjang 120 menit. Offside tercatat 4 kali untuk Argentina dan 3 kali untuk Tanjung Verde, sementara total pelanggaran mencapai 22 insiden, mencerminkan tensi tinggi laga knockout ini.
Bangga dengan cara tim ini berjuang hingga detik terakhir. Kami tahu laga knockout tidak pernah mudah, dan malam ini kami membuktikan mentalitas kami.
Selain gol kemenangan, penjaga gawang Argentina juga layak disorot: total 5 penyelamatan, termasuk dua reflex save krusial pada babak tambahan. Sementara itu, Tanjung Verde pulang dengan catatan yang tetap membanggakan bagi federasi kecil tersebut: mampu membuat raksasa Amerika Selatan harus bertarung hingga menit ke-114.
Hasil ini menempatkan Argentina di jalur menuju babak 16 besar dengan rekor tak terkalahkan di fase grup plus satu kemenangan extra time. Fisik, rotasi pemain, dan kedalaman skuad akan menjadi penentu berikutnya. Statistik xG laga tercatat 2,8 berbanding 1,4 bagi Argentina — angka yang sejalan dengan dominasi mereka, meski jalannya pertandingan jauh lebih dramatis daripada proyeksi angka tersebut.
Comments (0)