Argentina Lolos Semifinal Usai Kalahkan Swiss 2-1 Lewat Extra Time

Kansas City, Missouri — Drama panjang tersaji di Arrowhead Stadium pada Sabtu malam (11/7) saat Argentina memastikan tiket ke semifinal Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Swiss dengan skor akhir 2...

Argentina Lolos Semifinal Usai Kalahkan Swiss 2-1 Lewat Extra Time

Kansas City, Missouri — Drama panjang tersaji di Arrowhead Stadium pada Sabtu malam (11/7) saat Argentina memastikan tiket ke semifinal Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Swiss dengan skor akhir 2-1 melalui babak extra time. Laga yang berlangsung sengit sejak menit pertama ini diwarnai kartu merah kontroversial untuk penyerang Swiss, Breel Embolo, pada menit ke-88 yang mengubah total peta permainan.

Skor akhir 2-1 tidak menggambarkan betapa ketatnya pertandingan ini. Argentina yang tampil dengan formasi 4-3-3 mendominasi penguasaan bola hingga 62 persen, sementara Swiss bertahan dengan formasi 5-3-2 yang rapat. Namun, Swiss justru unggul lebih dulu melalui serangan balik cepat pada menit ke-35. Gol itu berawal dari assist brilian Xherdan Shaqiri yang melepaskan umpang terobosan ke kotak penalti, diselesaikan dengan tendangan first-time oleh Dan Ndoye ke pojok kiri gawang Emiliano Martinez. Argentina sempat terkejut, namun respons mereka luar biasa.

Babak Pertama: Swiss Bertahan Rapat, Argentina Menguasai

Sejak peluit awal, Argentina langsung mengambil inisiatif serangan. Lionel Messi yang beroperasi sebagai false nine di belakang Lautaro Martinez dan Julian Alvarez, terus menggerakkan lini tengah. Pada menit ke-12, Messi melepaskan tendangan bebas dari jarak 25 meter yang masih bisa ditepis kiper Swiss, Gregor Kobel. Shots on target hingga turun minum mencatat Argentina unggul 5 banding 2, namun Swiss unggul dalam efisiensi penyelesaian akhir.

Gol Swiss pada menit ke-35 lahir dari skema yang terlatih. Shaqiri yang bebas di sisi kanan melepaskan umpan silang datar, dan Ndoye yang lolos dari kawalan Nicolas Otamendi menyambutnya dengan tendangan voli. Kartu kuning pertama diberikan kepada Enzo Fernandez pada menit ke-28 setelah pelanggaran keras terhadap Granit Xhaka. Wasit asal Portugal, Joao Pinheiro, memimpin laga dengan tegas namun kontroversial.

Argentina terus menekan, dan pada menit ke-42, mereka hampir menyamakan kedudukan. Umpan silang Nahuel Molina disundul oleh Lautaro Martinez, namun Kobel melakukan penyelamatan gemilang dengan refleks cepat. Hingga turun minum, skor tetap 1-0 untuk keunggulan Swiss.

Babak Kedua: Argentina Menekan, Swiss Kehilangan Embolo

Memasuki babak kedua, pelatih Argentina, Lionel Scaloni, melakukan perubahan taktis dengan memasukkan Angel Di Maria menggantikan Julian Alvarez pada menit ke-55. Perubahan ini langsung terasa. Di Maria memberikan dimensi baru di sisi kanan, dan Argentina semakin rajin melancarkan serangan. Pada menit ke-67, gol penyeimbang akhirnya datang. Messi yang menerima bola di tengah lapangan melepaskan umpan terobosan cerdik ke ruang kosong, disambut oleh Di Maria yang kemudian melepaskan tembakan keras dari sudut sempit. Kobel sempat menepis, namun bola memantul ke kaki Lautaro Martinez yang dengan tenang menceploskannya ke gawang. Skor imbang 1-1.

Setelah gol itu, Swiss mulai kehilangan ritme. Tekanan Argentina semakin meningkat, dan pada menit ke-88, insiden krusial terjadi. Breel Embolo yang sedang berusaha merebut bola dari kaki Lisandro Martinez, melakukan tekel dari belakang yang dinilai wasit Joao Pinheiro sebagai pelanggaran keras. Tanpa ragu, wasit mengeluarkan kartu merah langsung. Keputusan ini memicu protes keras dari pemain dan pelatih Swiss, namun VAR memastikan bahwa tekel tersebut membahayakan keselamatan pemain lawan. Swiss harus bermain dengan 10 orang untuk sisa waktu normal.

Dengan keunggulan jumlah pemain, Argentina makin gencar menyerang. Namun, Swiss yang bertahan dengan sangat disiplin, berhasil memaksa laga berlanjut ke babak extra time. Penguasaan bola di babak kedua tercatat 68 persen untuk Argentina, dan shots on target total menjadi 9 banding 4.

Extra Time: Keunggulan Numerik Menentukan

Di babak extra time, Argentina tampil dengan percaya diri. Swiss yang kelelahan dan kehilangan satu pemain, hanya bisa bertahan. Pada menit ke-105, gol kemenangan Argentina lahir melalui skema sepak pojok. Tendangan pojok Di Maria disambut oleh sundulan keras dari Otamendi yang membentur tiang, namun bola rebound disambar oleh Messi yang berdiri bebas di tiang dekat. Gol tersebut menjadi gol ke-6 Messi di turnamen ini, sekaligus memastikan kemenangan 2-1.

Statistik akhir pertandingan menunjukkan dominasi total Argentina: penguasaan bola 65 persen, total tembakan 21 (10 tepat sasaran), sedangkan Swiss hanya 8 tembakan (4 tepat sasaran). Swiss juga mencatatkan 3 kartu kuning dan 1 kartu merah, sementara Argentina hanya 2 kartu kuning. Pelatih Swiss, Murat Yakin, dalam konferensi pers setelah pertandingan mengungkapkan kekecewaannya.

"Kartu merah itu mengubah segalanya. Sebelum kejadian itu, kami bermain sangat baik dan mampu menahan tekanan Argentina. Namun, ketika harus bermain dengan 10 orang, mustahil untuk bertahan melawan tim sekuat Argentina. Kami bangga dengan perjuangan para pemain, tetapi keputusan wasit sangat menentukan," ujar Yakin.

Di sisi lain, Lionel Scaloni memuji ketangguhan timnya. "Kami tahu Swiss adalah tim yang sangat terorganisir. Mereka membuat kami kesulitan, tetapi karakter tim ini luar biasa. Kami tidak pernah menyerah dan terus mencari celah. Messi lagi-lagi menjadi pembeda di momen krusial," kata Scaloni.

Dengan kemenangan ini, Argentina melaju ke semifinal dan akan menghadapi pemenang antara Brasil dan Portugal. Messi yang kini berusia 39 tahun, masih menunjukkan ketajamannya dan menjadi kandidat kuat pencetak gol terbanyak turnamen. Clean sheet yang gagal dipertahankan Argentina menjadi catatan kecil, namun performa ofensif mereka sangat impresif. Laga ini akan dikenang sebagai salah satu pertandingan terbaik Piala Dunia 2026, penuh drama, taktik, dan kontroversi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User