Argentina Lolos ke Semifinal Usai Drama 120 Menit Lawan Swiss

Skor akhir 2-1 untuk kemenangan Argentina atas Swiss di perempat final Piala Dunia 2026. Laga yang berlangsung di Kansas City, Sabtu 11 Juli 2026, harus ditempuh hingga 120 menit setelah kedua tim ber...

Argentina Lolos ke Semifinal Usai Drama 120 Menit Lawan Swiss

Skor akhir 2-1 untuk kemenangan Argentina atas Swiss di perempat final Piala Dunia 2026. Laga yang berlangsung di Kansas City, Sabtu 11 Juli 2026, harus ditempuh hingga 120 menit setelah kedua tim bermain imbang 1-1 di waktu normal. Gol penentu lahir pada menit ke-108 lewat kaki Julián Álvarez, lengkap dengan kartu merah untuk penyerang Swiss, Breel Embolo, yang mengubah jalannya pertandingan secara total.

Ini bukan kemenangan yang indah, tetapi Argentina membuktikan kedalaman skuadnya. Sepanjang 120 menit, penguasaan bola Argentina mencapai 63 persen berbanding 37 persen milik Swiss, dengan shots on target 7-3. Namun Swiss nyaris membalikkan keadaan lewat serangan balik cepat sebelum kehilangan Embolo di penghujung babak kedua.

Babak Pertama: Dominasi Argentina Tanpa Tembakan Mematikan

Lionel Scaloni memainkan formasi 4-3-3 dengan starting XI yang sedikit dirotasi. Emiliano Martínez tetap di bawah mistar, lini tengah dihuni Enzo Fernández, Alexis Mac Allister, dan Rodrigo De Paul, sementara lini depan dipercayakan kepada Álvarez, Lautaro Martínez, dan Nico González. Swiss menjawab dengan 4-4-2 yang rapat, mengandalkan Granit Xhaka sebagai pengatur ritme dan Dan Ndoye sebagai senjata serangan balik.

Menit ke-23, Álvarez melepaskan tendangan keras dari dalam kotak penalti, namun Yann Sommer menepisnya dengan refleks luar biasa. Tiga menit berselang, giliran Lautaro yang menguji kiper Swiss lewat sundulan, masih bisa diamankan. Argentina mengurung pertahanan lawan, tetapi offside yang berulang kali terjebak barisan belakang Swiss membuat serangan mereka kerap kandas sebelum sampai ke kotak penalti. Babak pertama ditutup 0-0, dengan Swiss nyaris mencuri gol di menit ke-41 ketika Ndoye lolos dari jebakan offside dan melepaskan tembakan yang masih membentur tiang gawang.

Babak Kedua: Gol Bergantian dan Kartu Merah Embolo

Argentina akhirnya memecah kebuntuan di menit ke-58. Umpan terobosan Enzo Fernández membelah dua bek Swiss, dan Lautaro Martínez melepaskan tembakan first-time ke pojok kiri gawang. Assist Enzo Fernández tercatat sebagai assist keempatnya di turnamen ini, menegaskan perannya sebagai kreator utama tim Tango. Skor 1-0 memaksa Swiss keluar dari cangkangnya, dan hasilnya langsung terlihat.

Menit ke-74, Swiss menyamakan kedudukan. Serangan balik kilat dimulai dari sapuan Akanji, bola dikirim ke Ndoye di sisi kanan, dan umpan silangnya disambut sundulan keras Ruben Vargas yang tak mampu dihalau Dibu Martínez. Skor berubah 1-1 dan atmosfer stadion Kansas City langsung memanas. Namun momen paling kontroversial datang di menit ke-87, ketika Embolo melakukan tekel keras dengan studs up di area tengah lapangan. Wasit asal Portugal, Joao Pinheiro, sempat membiarkan permainan berjalan, sebelum VAR memanggilnya ke monitor dan mengubah keputusannya menjadi kartu merah langsung. Swiss harus bermain dengan sepuluh pemain di sisa waktu normal plus 30 menit tambahan.

Extra Time: Sepuluh Pemain Swiss Bertahan, Álvarez Menghukum

Dengan keunggulan jumlah pemain, Scaloni langsung memasukkan striker segar dan menarik satu gelandang. Swiss, di bawah arahan Murat Yakin, memilih bertahan dengan blok rendah 5-3-1 untuk memaksakan adu penalti. Strategi itu nyaris berhasil. Sepanjang 30 menit, penguasaan bola Argentina melonjak hingga 71 persen, tetapi shots on target hanya bertambah dua karena lini belakang Swiss berlapis dan disiplin.

Kartu kuning mulai bertebaran di extra time — tiga untuk pemain Swiss dan satu untuk Argentina — sebagai cermin meningkatnya tekanan mental. Namun di menit ke-108, Argentina menghukum kelelahan Swiss. Mac Allister melepaskan umpan silang dari sisi kiri, dan Álvarez yang bebas di tiang jauh menyambutnya dengan tendangan voli yang tak mungkin dihalau. Gol itu memaksa Swiss keluar dari pertahanan dan meninggalkan ruang, meski clean sheet tidak tercapai dan skor akhir tetap 2-1.

“Kami tahu laga seperti ini akan berjalan sampai batas terakhir. Embolo adalah pemain yang luar biasa, tetapi sepak bola terkadang kejam. Anak-anak bertahan seperti singa, dan di extra time kualitas kami bicara,” ujar Lionel Scaloni seusai laga.

Rekap Statistik dan Pelajaran untuk Semifinal

Total, laga ini mencatatkan 18 peluang Argentina berbanding 7 milik Swiss, dengan shots on target akhir 7-3. Kartu kuning: 5 untuk Swiss dan 2 untuk Argentina, plus satu kartu merah untuk Embolo. Tidak ada hat-trick maupun catatan clean sheet dalam laga ini — semuanya ditentukan oleh satu momen kualitas di extra time. Yang menarik, ini adalah kemenangan keempat beruntun Argentina di Piala Dunia 2026, dan kali ini pertahanan mereka diuji paling berat.

Bagi Swiss, kekalahan ini terasa pahit karena mereka tampil disiplin sejak menit pertama hingga kartu merah di menit ke-87 merusak rencana besar mereka. Bagi Argentina, jalan menuju final semakin terbuka, tetapi lawan berikutnya pasti sudah mencatat pelajaran dari laga ini: jangan biarkan mereka unggul jumlah pemain, karena begitu ruang terbuka, ketajaman Álvarez dan kerja sama lini tengah mereka bisa menghukum dalam sekejap.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
reza-pahlevi

Reporter Pengadilan. Meliput kasus-kasus landmark di PN, PT, dan MA.

Comments (0)

User