Argentina Lolos Extra Time Usai Jebol Tanjung Verde

Skor akhir 2-1 untuk Argentina atas Tanjung Verde di Stadion Miami, Jumat (03/07/2026), tidak pernah terasa sesederhana angkanya. Tim berjuluk Albiceleste itu harus menunggu 120 menit penuh sebelum ak...

Oct 08, 2026 - 09:11
0 0
Argentina Lolos Extra Time Usai Jebol Tanjung Verde

Skor akhir 2-1 untuk Argentina atas Tanjung Verde di Stadion Miami, Jumat (03/07/2026), tidak pernah terasa sesederhana angkanya. Tim berjuluk Albiceleste itu harus menunggu 120 menit penuh sebelum akhirnya mengunci tiket ke babak 16 Besar Piala Dunia 2026, dan bukan tanpa luka: satu gol penyejimbang menit ke-88 nyaris menghapus kerja keras mereka selama sembilan puluh menit penuh.

Pelatih Argentina tetap mempertahankan formasi 4-3-3 andalan dengan starting XI berisi Emiliano Martinez di mistar gawang, ditopang bek Nicolás Tagliafico, Lisandro Martínez, Cristian Romero, dan Nahuel Molina. Trio gelandang Enzo Fernández, Alexis Mac Allister, dan Rodrigo De Paul mengisi poros tengah, sementara Lionel Messi bermain melebar ke kanan dengan Lautaro Martínez sebagai ujung tombak dan Nico González di sayap kiri. Di kubu lawan, Tanjung Verde memilih formasi 5-4-1 super defensif yang dirancang khusus untuk memblokir ruang antara lini.

Babak Pertama: dominasi tanpa hasil instan

Sejak peluit pertama, Argentina menguasai jalannya laga dengan penguasaan bola 68% berbanding 32% milik Tanjung Verde. Tim asal Afrika Barat itu rela mundur ke dalam kotak penalti dan mengandalkan transisi cepat lewat sayap. Statistik paruh pertama menunjukkan Argentina melepaskan 12 tembakan dengan 4 di antaranya shots on target, sementara Tanjung Verde hanya mampu mencatatkan 2 percobaan sekaligus 1 shot on target.

Menit ke-23, Messi menerima bola di tepi kotak penalti, memutar badan melewati dua bek lawan, lalu melepaskan umpan silang datar ke kotak enam yard. Lautaro Martínez, yang lolos dari jebakan offside berkat replay asisten wasit video, menyambutnya dengan sepakan kaki kiri ke sudut kiri bawah gawang. Skor 1-0 untuk Argentina. Gol itu sekaligus menjadi assist ke-12 Messi di fase gugur Piala Dunia sepanjang kariernya.

Selama sisa babak pertama, Argentina terus menekan. Mac Allister dua kali menguji kiper Tanjung Verde dengan tembakan dari luar kotak, sementara De Paul dihukum kartu kuning pada menit ke-39 setelah melanggar pemain sayap lawan dalam upaya memotong serangan balik. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.

Menit ke-88: pertahanan Argentina runtuh sekejap

Babak kedua berjalan dengan pola yang sama: Argentina dominan, Tanjung Verde sabar menunggu. Pelatih Tamagnini Nené melakukan dua pergantian penyerang pada menit ke-62 dan menambah tekanan lewat sayap kiri. Strategi itu membuahkan hasil ketika pertandingan menyentuh menit ke-88.

Sepak pojok hasil tendangan sudut ketujuh Tanjung Verde gagal diantisipasi lini belakang Argentina. Bola melayang ke tiang jauh dan disambul sundulan keras bek tengah Sidney Lopes Cabral, yang lolos dari kawalan Romero. Emiliano Martinez sempat menepis, tetapi bola menerobos garis gawang. Skor imbang 1-1, dan Stadion Miami pecah.

Pada momen panas itu, wasit sempat mengecek VAR untuk memastikan tidak ada pelanggaran kiper terlebih dahulu, sebelum akhirnya gol dinyatakan sah. Keputusan itu membuat Argentina kehilangan ritme selama hampir tiga menit pertandingan berjalan.

Drama extra time dan gol penentu

120 menit pun ditentukan. Argentina langsung mengambil inisiatif di babak tambahan. Menit ke-104, umpan terobosan Enzo Fernández menembus garis pertahanan lima bek Tanjung Verde. Julián Álvarez, masuk sebagai pengganti pada menit ke-76, berlari tanpa terkejar dan menaklukkan kiper dengan sepakan mendatar ke tiang dekat.

Skor akhir 2-1 untuk Argentina, dengan catatan statistik akhir yang sangat timpang: penguasaan bola 68% berbanding 32%, total tembakan 23-8, shots on target 9-4, dan tendangan sudut 11-3. Argentina tercatat 3 kali terperangkap offside, sementara Tanjung Verde hanya sekali. Kedua tim sama-sama menerima kartu kuning — satu untuk De Paul, satu untuk gelandang tengah Tanjung Verde.

Menit ke-117, Emiliano Martinez melakukan penyelamatan krusial atas tembakan voli dari luar kotak penalti, memastikan clean sheet kedua beruntun timnya di turnamen ini tetap terjaga hingga fase normal berakhir.

Momen kemanusiaan Messi

Yang paling diingat justru terjadi setelah peluit akhir berbunyi. Messi melangkah ke arah bek Tanjung Verde, Sidney Lopes Cabral, yang tergeletak kelelahan di lapangan, lalu membantunya berdiri dan memeluknya sebagai bentuk penghormatan. Momen itu dengan cepat menjadi sorotan di seluruh stadion, mengalahkan euforia gol kemenangan sekaligus mengingatkan semua pihak bahwa sepak bola tetap tentang sportivitas.

"Kami tahu lawan kami akan datang dengan organizasi pertahanan yang sangat disiplin, dan itu terbukti. Gol telat mereka membuat lola menjadi berat, tapi skuad ini terbiasa bermain di bawah tekanan seperti ini."

Dengan hasil ini, Argentina melaju ke 16 Besar sebagai runner-up grup, dan tantangan berikutnya sudah menanti: lawan yang datang dengan formasi serupa akan menguji konsistensi lini serang mereka. Bagi Tanjung Verde, perpisahan di Miami meninggalkan catatan statistik yang membanggakan bagi negara kecil itu — mengimbangi raksasa selama 88 menit sebelum akhirnya tumbang di extra time.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fajar-ramadhan

Editor Hukum. Alumni FH UI. Meliput pengadilan, MA, dan judicial review.

Comments (0)

User