Argentina ke Final Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Inggris 2-1
Skor akhir 2-1 untuk kemenangan Argentina atas Inggris di semifinal Piala Dunia 2026 mengantarkan La Albiceleste ke partai puncak. Laga yang berlangsung di Atlanta Stadium, Georgia, Kamis (16/7/2026) ...
Skor akhir 2-1 untuk kemenangan Argentina atas Inggris di semifinal Piala Dunia 2026 mengantarkan La Albiceleste ke partai puncak. Laga yang berlangsung di Atlanta Stadium, Georgia, Kamis (16/7/2026) dini hari WIB itu ditutup dengan pemandangan yang sulit dilupakan: kapten Lionel Messi dan gelandang Enzo Fernandez berdiri di tepi lapangan, bertepuk tangan membalas nyanyian puluhan ribu suporter Argentina yang memadati tribune.
Kemenangan itu tidak datang dengan mudah. Inggris unggul lebih dulu di babak pertama, Argentina membalas sebelum jeda, dan Enzo Fernandez memastikan tiket final lewat tembakan jarak jauh pada menit ke-67. Data pertandingan mencatat dominasi penguasaan bola Argentina sebesar 58 persen berbanding 42 persen, dengan keunggulan shots on target 7 berbanding 3.
Babak Pertama: Inggris Mencuri Start, Messi Mengatur Irama
Kedua tim menurunkan starting XI terkuatnya. Argentina bermain dengan formasi 4-3-3 yang diorak-arik: Messi ditempatkan sebagai false nine, diapit Julian Alvarez dan Nico Gonzalez di sisi sayap, sementara Enzo Fernandez, Alexis Mac Allister, dan Rodrigo De Paul mengisi lini tengah. Inggris menjawab dengan formasi 4-2-3-1, menugaskan Declan Rice dan Kobbie Mainoo sebagai double pivot untuk memutus aliran bola ke kaki Messi.
Rencana Inggris berjalan mulus di 20 menit awal. Menit ke-18, Jude Bellingham lolos dari jebakan offside berkat umpan terobosan Phil Foden, lalu melepaskan tendangan keras ke tiang dekat yang gagal diantisipasi Emiliano Martinez. Skor berubah 1-0 untuk Inggris. Gol itu sempat memicu protes Argentina karena dugaan posisi offside, namun pemeriksaan VAR memutuskan posisi Bellingham legal.
Argentina tidak panik. Messi mulai turun menjemput bola dan membangun serangan dari lini kedua. Hasilnya datang pada menit ke-34: umpan terobosan Messi menembus garis pertahanan Inggris, dan Julian Alvarez menyelesaikannya dengan penyelesaian first-time ke sudut gawang. Gol itu lahir berkat assist ke-12 Messi di turnamen ini. Babak pertama ditutup dengan skor 1-1, diwarnai kartu kuning untuk Rice akibat pelanggaran keras kepada De Paul pada menit ke-41.
Babak Kedua: Tembakan Enzo yang Mengubah Sejarah
Memasuki babak kedua, Inggris mencoba menekan dengan memasukkan Cole Palmer dan Bukayo Saka untuk menambah daya gedor. Namun justru Argentina yang mencetak gol penentu. Menit ke-67, bola hasil sapuan bek Inggris jatuh ke kaki Enzo Fernandez di luar kotak penalti. Tanpa ragu, gelandang Chelsea itu melepaskan tembakan melengkung yang masuk ke gawang melalui tiang jauh. Skor akhir 2-1 untuk Argentina.
Gol itu menjadi gol ketiga Enzo Fernandez di Piala Dunia 2026, sekaligus membuktikan peran vitalnya sebagai jembatan antara lini tengah dan lini depan. Sepanjang laga, ia mencatatkan akurasi umpan 91 persen, tiga umpan kunci, dan dua tekel sukses. Tak ada hat-trick malam itu, tetapi gol penentu di semifinal rasanya jauh lebih berharga.
Inggris berusaha bangkit dan nyaris menyamakan kedudukan pada menit ke-83 ketika tembakan Saka membentur tiang. Peluang emas lain datang di menit ke-90, namun Martinez melakukan penyelamatan gemilang untuk menjaga gawangnya tetap aman setelah kebobolan satu gol. Argentina sempat kehilangan Nico Gonzalez karena cedera pada menit ke-70 dan digantikan Lautaro Martinez, sementara kartu kuning tambahan untuk John Stones pada menit ke-78 karena menjatuhkan Messi menambah beban lini belakang Inggris.
Messi, Enzo, dan Malam Aplaus di Atlanta
Setelah peluit panjang berbunyi, Messi dan Enzo Fernandez berjalan bersama menuju tribun tim pendukung. Keduanya mengangkat tangan dan bertepuk tangan, membalas sorak-sorai yang menggema di Atlanta Stadium. Momen itu menjadi simbol generasi: kapten yang telah memenangkan segalanya dan gelandang muda yang sedang membangun warisannya sendiri.
"Kami tahu Inggris adalah tim yang berbahaya dari bola mati dan transisi cepat. Tapi para pemain menunjukkan kedewasaan luar biasa di momen sulit. Enzo? Dia pemain yang lahir untuk momen seperti ini," ujar pelatih Argentina kepada media seusai laga.
Kemenangan ini membawa Argentina ke final Piala Dunia 2026, turnamen di mana Messi memimpin tim dengan lima gol dan dua belas assist, sementara Enzo Fernandez menjadi motor serangan dengan tiga gol dan empat assist. La Albiceleste kini menunggu pemenang semifinal kedua untuk menentukan lawan di partai puncak.
Bagi para suporter yang memadati Atlanta Stadium, malam itu tidak ditutup oleh angka di papan skor, melainkan oleh momen ketika Messi dan Enzo berdiri berdampingan, bertepuk tangan kepada ribuan nyanyian yang membalas mereka. Sebuah gambar yang merangkum perjalanan panjang Argentina: dari kejayaan sang kapten, hingga kebangkitan generasi baru yang kini menuntun tim menuju ambisi mempertahankan gelar juara dunia.
Comments (0)