Argentina Juara Piala Dunia 2026, Skor Akhir 3-2

Skor akhir 3-2! Argentina keluar sebagai juara Piala Dunia 2026 setelah pertandingan final yang menegangkan melawan Spanyol di Stadion New York New Jersey, East Rutherford, New Jersey, pada 20 Juli 20...

Aug 07, 2026 - 17:03
0 0
Argentina Juara Piala Dunia 2026, Skor Akhir 3-2

Skor akhir 3-2! Argentina keluar sebagai juara Piala Dunia 2026 setelah pertandingan final yang menegangkan melawan Spanyol di Stadion New York New Jersey, East Rutherford, New Jersey, pada 20 Juli 2026. Lionel Messi, yang tampil di final terakhirnya, mencetak dua gol dan memberikan satu assist, sementara gol kemenangan dicetak oleh Julian Alvarez pada menit ke-89 melalui serangan balik kilat. Stadion bergemuruh, dan para pemain Argentina berlari keliling lapangan merayakan gelar ketiga mereka setelah 1978 dan 1986.

Babak Pertama: Spanyol Dominan, Argentina Efisien

Sejak menit awal, Spanyol tampil dengan formasi 4-3-3 yang menguasai lini tengah. Penguasaan bola di babak pertama mencapai 68% untuk Spanyol, dengan Pedri dan Gavi mengatur ritme permainan. Namun, Argentina justru unggul lebih dulu pada menit ke-12 melalui serangan balik cepat. Nahuel Molina melepaskan umpan terobosan ke sisi kanan, dan Messi yang berlari bebas menaklukkan kiper Unai Simon dengan tendangan first-time ke pojok kiri bawah. Gol ini menjadi gol ke-13 Messi di turnamen ini, rekor baru Piala Dunia. Spanyol merespons dengan tekanan intensif. Pada menit ke-28, mereka menyamakan kedudukan melalui sundulan Alvaro Morata setelah umpan silang dari Dani Carvajal. Shots on target di babak pertama: Spanyol 5, Argentina 3. Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, terlihat frustrasi karena meski mendominasi, mereka kebobolan dari serangan balik.

Babak Kedua: Drama VAR dan Kejayaan Messi

Memasuki babak kedua, Argentina mengubah formasi menjadi 5-3-2 untuk memperkuat pertahanan, sementara Spanyol terus menekan. Pada menit ke-58, terjadi momen kontroversial: gol Lamine Yamal dianulir oleh VAR karena offside tipis dalam posisi offside. Keputusan ini memicu protes keras dari pemain Spanyol, tetapi wasit tetap pada keputusannya. Tiga menit berselang, Argentina mencetak gol kedua. Messi, yang menerima bola di tengah lapangan, melepaskan umpan terobosan presisi ke kotak penalti, dan Lautaro Martinez menyelesaikannya dengan tendangan voli. Namun, Spanyol tidak menyerah. Pada menit ke-72, Rodri mencetak gol penyeimbang dari luar kotak penalti setelah memanfaatkan bola muntah. Skor menjadi 2-2, dan pertandingan memasuki fase paling menegangkan. Penguasaan bola di akhir laga tercatat 61% untuk Spanyol dan 39% untuk Argentina, tetapi Argentina lebih klinis dengan 7 shots on target dibandingkan 6 milik Spanyol.

Menit Ke-89: Serangan Balik Mematikan

Saat banyak yang bersiap untuk babak perpanjangan, Argentina justru mencetak gol kemenangan pada menit ke-89. Kiper Emiliano Martinez melakukan tangkapan gemilang dari tendangan sudut Spanyol, lalu melempar bola cepat ke sisi kiri. Nicolas Tagliafico meneruskan ke Messi yang berlari di tengah, dan Messi melepaskan umpan terobosan ke Julian Alvarez yang lolos dari jebakan offside. Dengan tenang, Alvarez menaklukkan Unai Simon untuk ketiga kalinya. Skor akhir 3-2. Spanyol mencoba menyamakan di waktu tambahan, tetapi pertahanan Argentina yang dipimpin oleh Cristian Romero dan Lisandro Martinez tampil solid, memblokir dua tembakan beruntun dari Yamal dan Ferran Torres. Kartu kuning di laga ini: Argentina mendapat 3 (De Paul, Paredes, Romero), sementara Spanyol 2 (Carvajal, Rodri). Tidak ada kartu merah, dan tidak ada gol yang dianulir VAR selain yang terjadi pada menit ke-58.

Kutipan Pelatih dan Statistik Kunci

“Ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan. Kami tahu Spanyol akan mendominasi bola, tetapi kami punya rencana untuk memanfaatkan setiap celah. Messi adalah pemain terbaik sepanjang masa, dan malam ini dia membuktikannya lagi,” ujar pelatih Argentina, Lionel Scaloni, dalam konferensi pers setelah laga.

Statistik kunci pertandingan: total tembakan Argentina 14 (7 on target), Spanyol 19 (6 on target). Pelanggaran Argentina 14, Spanyol 11. Offside: Argentina 2, Spanyol 4. Argentina juga mencatatkan 5 penyelamatan dari Emiliano Martinez, yang dinobatkan sebagai Man of the Match bersama Messi. Messi sendiri mencatatkan 2 gol, 1 assist, dan 3 peluang diciptakan, sekaligus menyabet Sepatu Emas sebagai top skor turnamen dengan 13 gol. Bagi Spanyol, kekalahan ini menjadi pahit karena mereka tampil dominan di sebagian besar laga, tetapi gagal mengonversi peluang. Starting XI Argentina: Martinez; Molina, Romero, L. Martinez, Tagliafico; De Paul, Paredes, Mac Allister; Messi, Alvarez, L. Martinez. Spanyol: Simon; Carvajal, Le Normand, Laporte, Cucurella; Rodri, Pedri, Gavi; Yamal, Morata, N. Williams. Final ini mencatatkan penonton 82.500 orang, dan menjadi final dengan jumlah gol terbanyak sejak 2018. Argentina pulang dengan trofi, sementara Spanyol harus menunggu kesempatan berikutnya. Selamat untuk Argentina, juara Piala Dunia 2026!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bayu-aji

Investigative Reporter. Spesialisasi: korupsi, pencucian uang, dan kejahatan korporasi.

Comments (0)

User