Argentina Juara Piala Dunia 2022 usai Drama Adu Penalti Kontra Prancis
Skor akhir 3-3, adu penalti 4-2 — Argentina resmi menjadi juara Piala Dunia 2022 setelah menyingkirkan Prancis dalam laga final paling dramatis sepanjang sejarah turnamen di Lusail Stadium, Qatar, M...
Skor akhir 3-3, adu penalti 4-2 — Argentina resmi menjadi juara Piala Dunia 2022 setelah menyingkirkan Prancis dalam laga final paling dramatis sepanjang sejarah turnamen di Lusail Stadium, Qatar, Minggu (18/12/2022) malam WIB. Gonzalo Montiel mengeksekusi penalti penentu dengan dingin, dan seketika Lionel Messi berlutut di tengah lapangan: penantian 36 tahun La Albiceleste akhirnya berakhir.
Ini bukan sekadar final. Ini adalah pertarungan dua raksasa yang menyajikan enam gol, tiga penalti, hat-trick di partai puncak, dan penyelamatan menit akhir yang akan dibicarakan selama puluhan tahun. Statistik mencatat Argentina unggul penguasaan bola 54 persen berbanding 46 persen, dengan 10 shots on target berbanding 5 milik Prancis sepanjang 120 menit.
Babak Pertama: Dominasi Total La Albiceleste
Lionel Scaloni menurunkan formasi 4-3-3 dengan kejutan taktik: Angel Di Maria dipasang di sayap kiri untuk mengeksploitasi sisi kanan pertahanan Prancis. Keputusan itu langsung membuahkan hasil. Menit ke-23, wasit Szymon Marciniak menunjuk titik putih setelah Ousmane Dembele menjatuhkan Di Maria di kotak terlarang. Messi maju sebagai algojo dan mengecoh Hugo Lloris — 1-0 untuk Argentina.
Gol kedua lahir dari serangan balik yang nyaris sempurna. Menit ke-36, Messi menyentuh bola di lini tengah, Julian Alvarez melepaskan umpan terobosan ke Alexis Mac Allister, dan gelandang itu mengirim assist matang yang diselesaikan Di Maria dengan sepakan kaki kiri ke tiang jauh. 2-0. Prancis? Nol tembakan sepanjang babak pertama — pemandangan yang nyaris tak pernah terlihat dari sang juara bertahan.
Didier Deschamps merespons dengan langkah ekstrem: menit ke-41, Olivier Giroud dan Dembele ditarik keluar, digantikan Marcus Thuram dan Randal Kolo Muani. Dua pergantian pemain sebelum turun minum — sinyal kepanikan di kubu Les Bleus.
Kebangkitan Prancis: 97 Detik Kylian Mbappe
Argentina mempertahankan keunggulan hingga menit ke-79, sebelum segalanya berubah dalam sekejap. Menit ke-80, Nicolas Otamendi melanggar Kolo Muani di kotak penalti, dan Kylian Mbappe mengeksekusi dari titik putih. 2-1. Hanya berselang 97 detik, tepatnya menit ke-81, Mbappe menyambut umpan sundulan Thuram dengan tendangan voli kaki kanan yang merobek gawang Emiliano Martinez. 2-2 — Lusail Stadium meledak.
Prancis nyaris membalikkan keadaan di injury time, tetapi laga akhirnya memasuki perpanjangan waktu dengan kedudukan imbang. Statistik babak kedua menunjukkan Prancis melepaskan 7 tembakan berbanding 3 milik Argentina — momentum sepenuhnya berpindah ke tim biru.
Perpanjangan Waktu: Duel Messi versus Mbappe
Menit ke-108, Messi mencetak gol keduanya. Lautaro Martinez melepaskan tembakan yang diblok Lloris, bola muntah disambar Messi dari jarak dekat — teknologi garis gawang mengonfirmasi bola sudah melewati garis sebelum dibuang Dayot Upamecano. 3-2 Argentina.
Namun Mbappe menolak menyerah. Menit ke-118, tembakannya mengenai tangan Montiel di kotak penalti, dan wasit kembali menunjuk titik putih. Mbappe menuntaskan hat-trick — pemain kedua dalam sejarah yang mencetak trigol di final Piala Dunia setelah Geoff Hurst pada 1966. 3-3.
Detik-detik terakhir menyajikan momen paling menegangkan: menit ke-120+3, Kolo Muani tinggal berhadapan satu lawan satu, tetapi Emiliano Martinez melakukan penyelamatan legendaris dengan kaki kirinya. Penyelamatan yang menyelamatkan Argentina dari kekalahan di detik terakhir.
Adu Penalti: Montiel Sang Penentu
Di babak tos-tosan, Emiliano Martinez kembali menjadi pahlawan dengan menepis eksekusi Kingsley Coman, sementara Aurelien Tchouameni melebar. Empat algojo Argentina — Messi, Paulo Dybala, Leandro Paredes, dan Montiel — sempurna dari titik putih. Skor adu penalti 4-2, Argentina juara dunia untuk ketiga kalinya dalam sejarah.
"Grup ini pantas mendapatkannya. Para pemain memberikan segalanya di lapangan. Kami menderita, tetapi kami tahu cara bertahan dan cara menyerang. Trofi ini untuk seluruh rakyat Argentina," ujar pelatih Lionel Scaloni seusai laga.
Warisan yang Lengkap untuk Messi
Messi menutup turnamen dengan 7 gol dan 3 assist, merebut penghargaan Golden Ball keduanya — satu-satunya pemain dalam sejarah yang meraihnya dua kali. Mbappe harus puas dengan Golden Boot berkat 8 gol, sementara Martinez menggenggam Golden Glove dan Enzo Fernandez dinobatkan sebagai pemain muda terbaik turnamen.
Dengan trofi ini, lemari prestasi Messi akhirnya lengkap: Copa America, Finalissima, dan kini Piala Dunia. Perdebatan soal siapa yang terhebat sepanjang masa? Malam di Lusail ini memberikan jawabannya.
Comments (0)