Argentina Juara Piala Dunia 2022 Usai Adu Penalti Dramatis Lawan Prancis
Skor akhir 3-3 dalam 120 menit, dan Argentina menutup malam epik di Lusail Stadium dengan kemenangan 4-2 lewat adu penalti atas Prancis, Minggu (18/12/2022) malam WIB. Lionel Messi membuka pesta denga...
Skor akhir 3-3 dalam 120 menit, dan Argentina menutup malam epik di Lusail Stadium dengan kemenangan 4-2 lewat adu penalti atas Prancis, Minggu (18/12/2022) malam WIB. Lionel Messi membuka pesta dengan gol penalti pada menit ke-23, lalu menutup kisah pamungkasnya di Piala Dunia dengan dua gol, trofi, dan satu misi yang akhirnya tuntas: membawa La Albiceleste juara dunia untuk ketiga kalinya setelah 1978 dan 1986, atau 36 tahun penantian panjang.
Babak Pertama: Eksekusi Rencana Scaloni yang Nyaris Sempurna
Duel dimulai dengan starting XI Argentina memakai formasi 4-3-3: Emiliano Martínez di bawah mistar, lini belakang diisi Nahuel Molina, Cristian Romero, Nicolás Otamendi, dan Nicolás Tagliafico, sementara trio lini tengah Rodrigo De Paul, Enzo Fernández, dan Alexis Mac Allister mendukung trisula Messi, Julián Álvarez, dan Di María. Prancis menjawab dengan formasi serupa ala Didier Deschamps yang mengandalkan Kylian Mbappé, Olivier Giroud, dan Antoine Griezmann.
Menit ke-21, tekanan Argentina membuahkan hadiah. Ousmane Dembélé menjatuhkan Di María di kotak penalti, wasit Szymon Marciniak menunjuk titik putih, dan pemeriksaan VAR mengonfirmasi keputusan itu. Menit ke-23, Messi melepaskan eksekusi penalti ke sisi kanan gawang Hugo Lloris yang salah membaca arah. Gol pembuka tercipta, dan selebrasi sang kapten menjadi gambar yang mengelilingi dunia.
Prancis tidak mampu keluar dari tekanan. Catatan paling menohok: pasukan Les Bleus tidak mencatat satu pun tembakan di babak pertama, sementara Argentina menggenapkan shots on target menjadi tiga angka. Menit ke-36, keunggulan berlipat lewat serangan balik kilat. Messi melepas umpan terobosan kepada Di María yang menuntaskannya dengan penyelesaian first-time melewati Lloris, sekali lagi tercatat sebagai assist untuk Messi. Jebakan offside Argentina beberapa kali menahan laju Giroud dan Mbappé, dan babak pertama ditutup dengan keunggulan 2-0.
Babak Kedua: 97 Detik yang Mengguncangkan Argentina
Scaloni terpaksa menarik Di María pada menit ke-64 karena cedera, digantikan Marcos Acuña. Di kubu lawan, Deschamps melakukan revolusi dengan memasukkan Randal Kolo Muani dan Marcus Thuram. Keputusan itu mengubah segalanya. Menit ke-79, Otamendi menjatuhkan Kolo Muani di kotak penalti, dan Mbappé menuntaskan eksekusi penalti pada menit ke-80. Hanya 97 detik berselang, Thuram memberi umpan kepada Mbappé yang menyambarnya dengan voli indah. Skor berubah 2-2, dan stadion bergemuruh.
Prancis kini mendominasi penguasaan bola, tetapi pertahanan Argentina bertahan dengan disiplin. Sejumlah kartu kuning menghiasi laga, duel berjalan semakin keras, dan peluit panjang menutup waktu normal dengan skor imbang. Argentina yang tadinya nyaman di atas angin kini harus menjalani babak tambahan yang menegangkan.
Babak Tambahan: Gol Rebound Messi dan Hat-trick Bersejarah
Menit ke-108, drama kembali berpihak pada Argentina. Lautaro Martínez melepaskan tembakan yang ditepis Lloris, dan Messi hadir di titik muntah untuk menyambar bola masuk ke gawang. Gol kedua Messi di laga ini membuat Argentina unggul 3-2. Namun Mbappé enggan menyerah. Menit ke-118, bola mengenai tangan Montiel di kotak penalti, VAR kembali berbicara, dan Mbappé menuntaskan penalti keduanya. Hat-trick di partai final — pertama sejak Geoff Hurst pada 1966 — mengubah skor menjadi 3-3.
“Saya tahu Tuhan akan memberikan piala ini kepada saya. Saya sudah memimpikan momen ini begitu lama,” ujar Messi seusai pertandingan, sementara pelatih Lionel Scaloni menambahkan, “Ini kelompok yang gila, dan saya mencintai mereka.”
Adu Penalti dan Warisan Statistik
Drama berlanjut ke titik putih. Mbappé membuka eksekusi Prancis dengan sukses, Messi menjawab untuk Argentina. Titik balik datang ketika Emiliano Martínez menepis tendangan Kingsley Coman, lalu Aurelien Tchouaméni melesetkan tembakannya ke samping gawang. Dybala, Paredes, dan Kolo Muani sukses, sebelum Gonzalo Montiel menjadi penendang terakhir yang memastikan kemenangan 4-2. Montiel, pemain yang sempat melakukan handball di babak tambahan, justru menjadi pahlawan penutup.
Dari sisi angka, penguasaan bola Prancis unggul 59 persen berbanding 41 persen, dengan total tembakan kedua tim nyaris berimbang. Namun efisiensi menjadi milik Argentina berkat jumlah shots on target yang lebih banyak. Mbappé menutup turnamen sebagai top skor dengan delapan gol dan meraih Sepatu Emas, sementara Messi mengoleksi tujuh gol plus tiga assist dan dinobatkan sebagai pemain terbaik alias Golden Ball. Messi juga mencatat rekor penampilan ke-26 di Piala Dunia, melewati catatan Lothar Matthäus.
Trofi ini menuntaskan perjalanan emosional Messi, yang sebelumnya harus menerima pil pahit kekalahan di final 2014. Ia kini menutup karier Piala Dunianya dengan cara paling sempurna: gol di partai puncak, trofi di tangan, dan air mata kebahagiaan di tengah pesta 88.966 penonton di Lusail.
Comments (0)