Argentina Juara Dunia Usai Kalahkan Prancis Lewat Drama Adu Penalti
Skor akhir 3-3 bertahan hingga 120 menit, lalu Argentina mengunci trofi Piala Dunia 2022 lewat adu penalti 4-2 atas Prancis di Lusail Iconic Stadium. Malam yang takkan dilupakan: dua gol Lionel Messi,...
Skor akhir 3-3 bertahan hingga 120 menit, lalu Argentina mengunci trofi Piala Dunia 2022 lewat adu penalti 4-2 atas Prancis di Lusail Iconic Stadium. Malam yang takkan dilupakan: dua gol Lionel Messi, hat-trick Kylian Mbappe yang nyaris mencuri panggung, dan eksekusi penalti dingin Gonzalo Montiel yang mengakhiri penantian 36 tahun La Albiceleste. Inilah final yang langsung masuk buku sejarah sebagai salah satu pertandingan terbesar sepanjang masa.
Babak Pertama: Dominasi Tanpa Ampun
Menit ke-23, Angel Di Maria menusuk dari sayap kiri dan dijatuhkan Ousmane Dembele di kotak terlarang. Wasit Szymon Marciniak tanpa ragu menunjuk titik putih. Messi maju, menatap Hugo Lloris, dan menempatkan bola ke pojok kanan bawah — gol, 1-0. Hanya empat menit sebelum turun minum, Argentina melancarkan serangan balik 12 detik yang bakal dikenang selamanya: Alexis Mac Allister mengirim umpan diagonal, Messi melakukan flick cerdas, dan Di Maria menyelesaikan dengan chip dingin ke tiang jauh. 2-0. Statistik babak pertama brutal — Argentina memimpin penguasaan bola 59 persen, melepaskan enam shots on target berbanding nol milik Prancis. Starting XI Didier Deschamps tampak lumpuh total.
Kebangkitan Mbappe dan Drama Babak Kedua
Menit ke-80, segalanya berubah. Randal Kolo Muani, yang masuk menggantikan Olivier Giroud pada menit ke-41, dijatuhkan Nicolas Otamendi di kotak penalti. Mbappe mengeksekusi keras ke kiri bawah — Emiliano Martinez membaca arah tapi tak mampu menjangkau. 2-1. Skor papan belum selesai diperbarui ketika, 97 detik kemudian, Mbappe mencetak gol kedua: kombinasi dengan Kingsley Coman, tendangan voli spektakuler dari tepi kotak penalti — 2-2. Lusail bergemuruh. Prancis yang semula seperti mayat hidup tiba-tiba memiliki momentum penuh. Formasi 4-3-3 Argentina runtuh secara psikologis. Penguasaan bola Perancis naik drastis menjadi 54 persen di babak kedua. Clean sheet yang dipegang Martinez selama lebih dari 70 menit sirna dalam dua menit gila.
Perpanjangan Waktu: Gol ke-108 dan Penalti Penentu
Menit ke-108, Messi mencetak gol ketiga Argentina. Umpan tarik Lautaro Martinez ditepis Lloris, tapi bola liar disambar sang kapten dari jarak dua meter. Teknologi garis gawang mengonfirmasi bola melewati garis sepenuhnya — 3-2. Tapi drama tak berhenti. Menit ke-118, Gonzalo Montiel melakukan handball di kotak penalti setelah bola mengenai lengannya. VAR memeriksa, wasit menunjuk titik putih lagi. Mbappe menatap Martinez, lalu mencetak hat-trick — yang pertama di final Piala Dunia sejak Geoff Hurst pada 1966. Adu penalti tak terelakkan. Martinez menjadi pahlawan: menepis eksekusi Coman, sementara Aurelien Tchouameni melebar. Montiel mengonversi penalti kelima — skor akhir adu penalti 4-2. Argentina penguasaan bola total 54 persen, 10 shots on target berbanding 8 milik Prancis. Lionel Scaloni menjadi pelatih termuda yang memenangkan Piala Dunia sejak 1978. Ia memeluk Messi di pinggir lapangan, air mata mengalir, sementara sang kapten mengangkat trofi emas yang telah ia tunggu seumur hidupnya.
Kami menderita, tapi inilah sepak bola — Anda tak bisa menulis naskah seperti ini, kata Scaloni usai pertandingan. Saya katakan kepada para pemain bahwa kami harus terus percaya, bahkan ketika Prancis menyamakan kedudukan dua kali.
Comments (0)