Oct 14, 2026
Olahraga

Argentina Juara Dunia 2022 Usai Drama Adu Penalti Kontra Prancis

Skor akhir 3-3 selama 120 menit, Argentina menang 4-2 dalam adu penalti. Lusail Stadium menjadi saksi salah satu final Piala Dunia paling dramatis sepanjang sejarah. Lionel Messi mengangkat trofi yang...

Argentina Juara Dunia 2022 Usai Drama Adu Penalti Kontra Prancis

Skor akhir 3-3 selama 120 menit, Argentina menang 4-2 dalam adu penalti. Lusail Stadium menjadi saksi salah satu final Piala Dunia paling dramatis sepanjang sejarah. Lionel Messi mengangkat trofi yang selama kariernya ia kejar, sementara Kylian Mbappe mencetak hat-trick namun harus pulang dengan tangan hampa. Pertandingan berjalan 120 menit penuh gejolak, berlapis comeback, dan ditutup dengan tekanan psikologis adu penalti pada Minggu malam WIB (18/12/2022).

Babak Pertama: Argentina Mendikte Permainan

Sejak wasit meniup peluit kick-off, Argentina tampil dengan formasi 4-4-2 yang fleksibel. Pelatih Lionel Scaloni menurunkan starting XI dengan Rodrigo De Paul dan Enzo Fernandez mengisi lini tengah, sementara Messi bergerak bebas di belakang Julian Alvarez. Prancis, yang mengandalkan 4-2-3-1, tampak kehilangan ritme sejak awal.

Menit ke-23, momentum pertama lahir. Angel Di Maria menerobos ke kotak penalti dan dilanggar Ousmane Dembele. Wasit menunjuk titik putih tanpa ragu. Messi maju sebagai eksekutor, melepaskan tendangan rendah ke sisi kanan gawang Hugo Lloris. Skor 1-0 untuk Argentina pada menit ke-23. Ini menjadi gol kelima Messi di turnamen tersebut.

Argentina tidak mengendur. Menit ke-36, serangan balik cepat membuahkan hasil. Messi melepaskan umpan terobosan kepada Alexis Mac Allister, yang kemudian mengirim assist kepada Di Maria. Pemain sayap Juventus itu menuntaskan peluang dari dalam kotak penalti. Skor berubah 2-0 pada menit ke-36. Statistik babak pertama menunjukkan Argentina menguasai bola 59 persen dengan 6 shots on target, sementara Prancis tidak mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran.

Babak Kedua: Mbappe Bangkitkan Prancis

Memasuki babak kedua, Didier Deschamps melakukan perubahan taktis. Ia menarik Olivier Giroud dan Dembele, memasukkan Randal Kolo Muani dan Marcus Thuram. Prancis menaikkan garis pertahanan dan menekan lebih agresif. Namun hingga menit ke-78, Argentina masih memimpin dua gol tanpa balas.

Menit ke-80, drama dimulai. Nicolas Otamendi menjatuhkan Kolo Muani di dalam kotak penalti. VAR mengonfirmasi keputusan wasit: penalti untuk Prancis. Mbappe mengambil tanggung jawab, mengecoh Emiliano Martinez. Skor 2-1 pada menit ke-80. Dua menit berselang, tepatnya menit ke-81, Mbappe kembali mencetak gol lewat tendangan voli indah setelah kombinasi dengan Thuram. Skor menjadi 2-2. Dua gol dalam 97 detik mengubah jalannya pertandingan.

Penguasaan bola berbalik menjadi milik Prancis dengan 54 persen hingga akhir babak kedua. Argentina yang sempat dominan kehilangan kendali lini tengah setelah De Paul digantikan Leandro Paredes. Pertandingan berlanjut ke perpanjangan waktu.

Perpanjangan Waktu dan Adu Penalti: Ketegangan Maksimal

Menit ke-108, Messi kembali mencetak gol. Menerima bola di mulut gawang setelah tembakan Lautaro Martinez ditepis Lloris, Messi menyontek bola masuk. Skor 3-2 untuk Argentina. Gol ini sempat diperiksa VAR karena potensi offside, namun dinyatakan sah.

Namun Prancis belum menyerah. Menit ke-118, tangan Gonzalo Montiel menyentuh bola di dalam kotak penalti. Penalti kedua untuk Prancis. Mbappe tidak menyia-nyiakan kesempatan, menuntaskan hat-trick. Skor 3-3 pada menit ke-118. Ia menjadi pemain kedua dalam sejarah yang mencetak hat-trick di final Piala Dunia, setelah Geoff Hurst pada 1966.

Adu penalti menjadi penentu. Emiliano Martinez menjadi pahlawan dengan menepis eksekusi Kingsley Coman, sementara Aurelien Tchouameni menembak melebar. Argentina mencetak empat gol melalui Messi, Paredes, Leandro Paredes, dan Montiel. Argentina menang 4-2 dalam adu penalti.

“Pertandingan ini gila, tetapi kami pantas mendapatkannya. Messi adalah pemimpin yang luar biasa,” ujar Scaloni dalam konferensi pers usai laga.

Catatan Statistik dan Makna Kemenangan

Secara keseluruhan, Argentina mencatatkan 10 shots on target dari 18 percobaan, sementara Prancis hanya 5 shots on target dari 10 percobaan. Penguasaan bola akhir: Argentina 51 persen, Prancis 49 persen. Kartu kuning diberikan kepada tiga pemain Argentina dan dua pemain Prancis. Tidak ada kartu merah sepanjang 120 menit.

Messi menutup turnamen dengan 7 gol dan 3 assist, memenangkan Golden Ball. Mbappe menjadi top scorer dengan 8 gol. Kemenangan ini menjadi trofi Piala Dunia ketiga bagi Argentina setelah 1978 dan 1986, sekaligus mengakhiri penantian 36 tahun. Bagi Messi, ini adalah gelar internasional mayor terakhir yang melengkapi koleksinya. Final di Lusail akan dikenang sebagai pertunjukan sepak bola paling dramatis di era modern.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS citra-maharani

Reporter HAM. Fokus pada isu hak asasi, kebebasan sipil, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User