Skor akhir 4-1. Manchester City melaju ke babak semifinal Piala FA 2025/2026 setelah menggulung Liverpool di Etihad Stadium, Sabtu malam WIB. Erling Haaland menjadi bintang utama dengan hat-trick, sementara satu gol tambahan City lahir dari skema serangan balik cepat. Liverpool hanya mampu membalas sekali melalui sundulan di babak kedua, dan harus mengakhiri laga dengan sepuluh pemain setelah kartu merah di menit ke-78.
Babak Pertama: City Dominan, Haaland Buka Keran Gol
Menit ke-12, pertanda pertama datang. Phil Foden melepaskan tendangan dari tepi kotak penalti, tetapi masih membentur tiang luar gawang Alisson Becker. City menguasai jalannya pertandingan sejak peluit awal. Formasi 4-2-3-1 yang diterapkan Pep Guardiola membuat lini tengah Liverpool kewalahan menghadapi rotasi Rodri dan Bernardo Silva. Penguasaan bola babak pertama 62 persen berbanding 38 persen, dengan shots on target 5-1 untuk keunggulan tuan rumah.
Gol pembuka tiba di menit ke-23. Umpan terobosan Kevin De Bruyne dari sisi kanan menusuk celah antara Virgil van Dijk dan Ibrahima Konate. Haaland mengejar bola, menahan tekanan, lalu melepaskan tembakan rendah ke sudut kiri bawah. Alisson tidak berkutik. Skor 1-0. Empat menit berselang, City menggandakan keunggulan. Kali ini umpan silang Foden dari sisi kiri diselesaikan Haaland dengan sepakan kaki kiri dari jarak dekat. Skor menjadi 2-0, dan Etihad bergemuruh.
Liverpool sempat menciptakan peluang emas di menit ke-37 melalui Mohamed Salah, namun tembakannya masih menyamping. Tidak ada gol tambahan di sisa babak pertama. City masuk ruang ganti dengan keunggulan dua gol dan akurasi umpan 89 persen, jauh lebih baik dibanding Liverpool yang hanya 81 persen.
Babak Kedua: Hat-Trick Haaland dan Kartu Merah
Liverpool memulai babak kedua dengan intensitas lebih tinggi. Arne Slot mengganti formasi menjadi 4-3-3 menyerang, memasukkan Luis Diaz untuk menambah kecepatan di sayap kiri. Hasilnya terlihat di menit ke-54. Darwin Nunez menyundul bola hasil sepak pojok Andrew Robertson, memperkecil kedudukan menjadi 2-1. Stadion tiba-tiba hening.
Tapi City merespons cepat. Menit ke-61, De Bruyne kembali menjadi kreator. Umpan diagonalnya menemukan Haaland yang berlari di belakang garis pertahanan. Tanpa ragu, striker Norwegia itu menaklukkan Alisson untuk ketiga kalinya malam itu. Hat-trick tercipta, skor 3-1. Ini menjadi hat-trick keenam Haaland di kompetisi domestik musim ini, rekor yang memperkuat posisinya sebagai top skor Piala FA sementara.
Liverpool kehilangan arah. Menit ke-78, Konate menerima kartu kuning kedua setelah melanggar Foden di dekat kotak penalti. Wasit mengeluarkan kartu merah langsung. Liverpool harus bermain dengan sepuluh pemain selama lebih dari sepuluh menit tersisa. City memanfaatkan keunggulan jumlah pemain. Gol keempat lahir di menit ke-86 melalui aksi individu Jeremy Doku yang menusuk dari sisi kanan dan melepaskan tembakan silang. Skor akhir 4-1.
Statistik dan Analisis Taktik
Secara keseluruhan, City mencatatkan penguasaan bola 58 persen, shots on target 9-3, dan akurasi umpan 90 persen. Liverpool unggul dalam duel udara 14-9, tetapi kalah dalam transisi bertahan. Formasi 4-2-3-1 City berhasil mengeksploitasi ruang antara bek tengah dan bek sayap Liverpool sepanjang laga. Haaland sendiri mencatatkan 4 tembakan tepat sasaran dari 6 percobaan, serta 1 assist tidak resmi melalui pergerakan yang membuka ruang untuk Doku.
Guardiola usai laga menyebut performa timnya sebagai salah satu yang terbaik musim ini.
"Kami bermain dengan sabar, disiplin, dan agresif. Erling menunjukkan mengapa ia striker kelas dunia. Tapi ini kerja seluruh tim,"ujar Guardiola dalam konferensi pers. Sementara Slot mengakui bahwa kartu merah menjadi titik balik.
"Sebelum kartu merah, kami masih punya peluang. Setelah itu, melawan City dengan sepuluh pemain hampir mustahil,"katanya.
Implikasi dan Laga Berikutnya
Kemenangan ini membawa Manchester City ke babak semifinal Piala FA, menjaga peluang meraih treble domestik musim ini. Haaland kini mengoleksi 28 gol di semua kompetisi, dengan rata-rata 1,3 gol per pertandingan di Piala FA. Liverpool harus bangkit cepat karena masih bersaing di Liga Primer dan Liga Champions. Kekalahan ini menjadi pukulan mental, terutama setelah tampil dominan di beberapa laga terakhir.
Bagi City, konsistensi Haaland di lini depan menjadi fondasi utama. Dengan De Bruyne yang kembali dalam performa terbaik dan lini belakang yang solid, mereka tampak siap menghadapi lawan siapa pun di semifinal. Liverpool, di sisi lain, harus memperbaiki disiplin dan efektivitas penyelesaian akhir jika ingin tetap bersaing di sisa musim. Pertanyaan besar kini: siapa yang bisa menghentikan Haaland dan City di Piala FA?
Comments (0)