Oct 09, 2026
Olahraga

Argentina Juara Dunia 2022 Usai Drama 120 Menit dan Adu Penalti

Skor akhir 3-3 selama 120 menit, lalu Argentina menutup adu penalti dengan kemenangan 4-2 atas Prancis di Lusail Stadium, Lusail, Qatar, Minggu (18/12/2022) malam WIB. Laga final Piala Dunia 2022 ini ...

Argentina Juara Dunia 2022 Usai Drama 120 Menit dan Adu Penalti

Skor akhir 3-3 selama 120 menit, lalu Argentina menutup adu penalti dengan kemenangan 4-2 atas Prancis di Lusail Stadium, Lusail, Qatar, Minggu (18/12/2022) malam WIB. Laga final Piala Dunia 2022 ini berjalan seperti dua pertandingan berbeda yang dijahit dalam satu malam: Argentina dominan di 80 menit pertama, lalu Prancis bangkit lewat tiga gol dalam rentang singkat yang mengubah jalannya pertandingan.

Babak Pertama: Argentina Menekan Sejak Menit Awal

Menit ke-23, Lionel Messi melepaskan eksekusi penalti ke sudut kanan gawang Hugo Lloris setelah Angel Di Maria dijatuhkan di kotak terlarang. Wasit menunjuk titik putih, dan Messi tidak menyia-nyiakan peluang itu. Keunggulan 1-0 itu lahir dari pola serangan yang konsisten: Argentina memakai formasi 4-3-3 dengan Di Maria sebagai opsi lebar di sisi kiri, sementara Messi bergerak bebas di antara lini tengah dan pertahanan Prancis.

Menit ke-36, kerja sama itu berbuah lagi. Messi melepas umpan terobosan ke sisi kiri, Di Maria masuk dari lini kedua, dan penyelesaiannya mengubah skor menjadi 2-0. Di Maria, yang tampil sebagai starter dalam starting XI, menjadi titik ketidakseimbangan yang tidak bisa diantisipasi Prancis sepanjang babak pertama.

Statistik babak pertama menggambarkan kontrol Argentina: penguasaan bola di atas 55 persen, shots on target lebih banyak, dan Prancis nyaris tanpa ancaman berarti. Kylian Mbappe dan Antoine Griezmann kesulitan mendapat ruang karena lini tengah Argentina menutup jalur umpan vertikal.

Kebangkitan Prancis: Dua Menit yang Mengubah Segalanya

Memasuki babak kedua, Prancis mengubah pressing dan menaikkan garis pertahanan. Namun kejutan justru datang di menit ke-80 dan menit ke-81. Mbappe mencetak gol dari titik penalti, lalu hampir seketika menyamakan kedudukan lewat penyelesaian cepat di dalam kotak. Skor berubah dari 2-0 menjadi 2-2 dalam dua menit, memaksa laga masuk ke babak tambahan.

Perubahan itu juga tidak lepas dari keputusan pelatih Prancis yang menarik sejumlah pemain senior dan memasukkan tenaga baru. Rotasi tersebut meningkatkan intensitas duel di lini tengah dan membuat Argentina kehilangan ritme penguasaan bola yang sebelumnya rapi.

"Kami sempat kehilangan kendali, tetapi pemain tidak pernah kehilangan keberanian," kata pelatih Argentina, Lionel Scaloni, dalam konferensi pers usai laga.

Babak Tambahan dan Adu Penalti: Messi, Mbappe, dan Emiliano Martinez

Menit ke-108, Messi kembali mencetak gol setelah memanfaatkan bola muntah di depan gawang. Argentina memimpin 3-2 dan tampak mengunci gelar. Namun menit ke-118, Mbappe menyelesaikan hat-trick lewat penalti, membuat skor 3-3 dan memaksa adu penalti. Mbappe menutup laga dengan tiga gol, mencetak hat-trick di final Piala Dunia, pencapaian yang sangat jarang terjadi.

Di adu penalti, Emiliano Martinez menjadi penentu. Kiper Argentina itu menahan eksekusi Kingsley Coman, lalu memaksa Aurelien Tchouameni melebar. Argentina menang 4-2 dan mengangkat trofi. Sepanjang turnamen, Martinez mencatat clean sheet penting dan menjadi salah satu kiper terbaik edisi ini.

Bagi Messi, laga ini melengkapi koleksi gelarnya. Ia menjadi pemain pertama yang mencetak gol di babak grup, babak 16 besar, perempat final, semifinal, dan final dalam satu edisi Piala Dunia. Argentina juga tampil dengan disiplin tinggi: kartu kuning tersebar merata, tetapi tidak ada kartu merah yang merusak struktur tim.

Prancis harus menerima hasil ini meski Mbappe keluar sebagai top scorer turnamen dengan delapan gol. VAR sempat menjadi sorotan pada beberapa keputusan penalti, tetapi tidak ada gol yang dianulir karena offside dalam laga final. Secara keseluruhan, final ini mencatat enam gol selama 120 menit, jumlah terbanyak dalam sejarah final Piala Dunia, dan menjadi salah satu pertandingan paling dramatis yang pernah disaksikan di panggung sepak bola dunia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS fajar-ramadhan

Editor Hukum. Alumni FH UI. Meliput pengadilan, MA, dan judicial review.

Comments (0)

User