Araujo dan Nunez Bawa Uruguay Tumbangkan Argentina 2-0 di La Bombonera
Skor akhir 2-0 untuk Uruguay! Stadion La Bombonera yang biasanya mendidih mendadak terdiam pada Kamis (16/11/2023) malam waktu setempat, ketika bek Barcelona Ronald Araujo mencetak gol menit ke-41 dan...
Skor akhir 2-0 untuk Uruguay! Stadion La Bombonera yang biasanya mendidih mendadak terdiam pada Kamis (16/11/2023) malam waktu setempat, ketika bek Barcelona Ronald Araujo mencetak gol menit ke-41 dan bomber Liverpool Darwin Nunez mengunci kemenangan menit ke-87 atas juara dunia Argentina dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Amerika Selatan. Ini adalah kekalahan perdana La Albiceleste sejak mengangkat trofi di Qatar, sekaligus menghentikan rekor sempurna mereka di babak kualifikasi.
Sejak peluit kick-off berbunyi, pelatih Uruguay Marcelo Bielsa menurunkan starting XI dengan formasi 4-3-3 yang sangat agresif. Trio lini tengah Federico Valverde, Manuel Ugarte, dan Nicolas de la Cruz melakukan pressing tinggi tanpa henti untuk memutus aliran bola ke Rodrigo De Paul dan Enzo Fernandez. Argentina asuhan Lionel Scaloni memang mendominasi penguasaan bola hingga 63 persen, tetapi setiap umpan Lionel Messi selalu mentah di tembok pertahanan La Celeste yang digalang Araujo dan Mathias Olivera.
Babak Pertama: Pressing Tinggi Bielsa dan Gol Pembuka Araujo
Menit ke-41, keheningan menyelimuti Buenos Aires. Matias Vina memenangi duel di sisi kiri pertahanan Argentina, melewati Nahuel Molina, lalu melepaskan umpan tarik mendatar ke jantung kotak penalti. Araujo, yang ikut naik membantu serangan, menyambut bola dengan sepakan kaki kanan keras yang gagal dijangkau kiper Emiliano Martinez. Skor 1-0 untuk tim tamu bertahan hingga turun minum. Data paruh pertama menunjukkan Argentina unggul ball possession, namun Uruguay jauh lebih efektif dengan tiga attempts tepat sasaran dari lima percobaan.
Babak Kedua: Messi Membentur Mistar, Nunez Menghukum Tuan Rumah
Argentina meningkatkan tempo selepas jeda. Menit ke-63, Messi nyaris menyamakan kedudukan ketika tendangan bebasnya dari jarak sekitar 25 meter membentur mistar gawang Sergio Rochet. Itu peluang terbaik La Albiceleste sepanjang pertandingan. Scaloni merespons dengan memasukkan Angel Di Maria dan Lautaro Martinez demi menambah daya gedor, bahkan berani mengubah struktur menjadi 4-2-4.
Namun justru Uruguay yang menghukum tuan rumah. Menit ke-87, serangan balik kilat La Celeste berawal dari umpan terobosan De la Cruz ke sisi kanan. Darwin Nunez memenangi sprint melawan Nicolas Otamendi, menusuk masuk kotak penalti, lalu melepaskan tembakan mendatar ke tiang jauh. Gol! Assist De la Cruz itu mengubah skor menjadi 2-0 dan memastikan tiga poin terbang ke Montevideo.
Statistik Berbicara: Efisiensi Mengalahkan Dominasi
Angka-angka laga ini menceritakan kisah menarik. Argentina mencatatkan penguasaan bola 63 persen berbanding 37 persen dan melepaskan 12 tembakan berbanding 8, tetapi hanya mampu menghasilkan 3 shots on target. Sebaliknya, Uruguay mencatatkan 4 tembakan tepat sasaran dan mengonversi dua di antaranya menjadi gol. Sergio Rochet membukukan clean sheet berharga di bawah mistar. Pertandingan juga berjalan panas dengan sejumlah kartu kuning dikeluarkan wasit, termasuk momen ketegangan antara Messi dan Olivera di babak pertama, meski tidak sampai berujung kartu merah atau intervensi VAR yang kontroversial.
'Kami menghormati Argentina, tetapi kami datang ke sini untuk menang. Para pemain mengeksekusi rencana dengan sempurna. Intensitas adalah identitas tim ini,' ujar Marcelo Bielsa seusai laga.
Dua Pilar Eropa Jadi Pembeda di La Bombonera
Malam itu memang menjadi panggung dua pemain Uruguay yang merumput di Eropa. Araujo, yang biasanya beroperasi sebagai bek tengah di Barcelona, tampil luar biasa di kedua ujung lapangan: kokoh menghadang Messi dan Julian Alvarez, sekaligus mencetak gol pembuka yang krusial. Sementara Nunez membuktikan mengapa Liverpool mempercayainya sebagai ujung tombak, dengan kecepatan, determinasi, dan penyelesaian akhir berkelas dunia. Bagi Araujo, gol ini terasa spesial karena dicetak di stadion legendaris melawan sang juara dunia.
Kemenangan ini mengangkat Uruguay menempel ketat Argentina di papan atas klasemen sementara kualifikasi zona CONMEBOL. Dengan gaya bermain intens ala Bielsa dan generasi emas Valverde, Nunez, serta Araujo, La Celeste mengirim pesan tegas ke seluruh dunia: mereka bukan lagi tim underdog, melainkan kandidat serius untuk Piala Dunia 2026. Bagi Argentina, Scaloni memiliki banyak pekerjaan rumah untuk membenahi lini serang sebelum jeda internasional berikutnya.
Comments (0)