Anthropic Ungkap China dan Iran Gunakan AI Claude untuk Spionase

Perkembangan pesat teknologi kecerdasan buatan (AI) kini dihadapkan pada ancaman nyata dari aktor negara penjelajah ruang siber. Anthropic, laboratorium ri

Sep 11, 2026 - 16:53
0 0
Anthropic Ungkap China dan Iran Gunakan AI Claude untuk Spionase

Perkembangan pesat teknologi kecerdasan buatan (AI) kini dihadapkan pada ancaman nyata dari aktor negara penjelajah ruang siber. Anthropic, laboratorium riset kecerdasan buatan terkemuka yang berbasis di San Francisco, Amerika Serikat, mengungkapkan bahwa sejumlah pemerintah otoriter—termasuk China, Iran, serta otoritas di Afrika Barat—telah menyalahgunakan model AI milik mereka, Claude, untuk menjalankan operasi spionase siber dan pengawasan massal.

Dalam laporan intelijen ancaman (threat intelligence report) terbarunya, Anthropic secara eksplisit membeberkan bagaimana sistem AI generatif dimanfaatkan untuk menggantikan peran tenaga kerja teknis (engineering workforce) dalam jaringan intelijen negara. Penggunaan AI ini tidak hanya mempercepat pengumpulan data intelijen, tetapi juga memperluas jangkauan penindasan terhadap kelompok minoritas etnis dan aktivis pro-demokrasi di berbagai belahan dunia.

Kronologi Pengungkapan dan Target Operasi Siber

Berdasarkan investigasi internal yang dilakukan oleh tim keamanan Anthropic, rangkaian aktivitas spionase siber yang memanfaatkan teknologi AI ini berhasil diidentifikasi dan dihentikan dalam rentang waktu antara Januari hingga Juli. Para peretas yang didukung negara tersebut secara konsisten menargetkan komunitas diaspora dan penentang rezim politik yang selama ini menjadi sasaran intelijen konvensional.

  1. Pengawasan Komunitas Diaspora China: Aktor siber dari China menggunakan model Claude untuk melacak dan memantau pergerakan tokoh-tokoh pro-demokrasi di Hong Kong, komunitas masyarakat Tibet, serta anggota kelompok Falun Gong yang tersebar di wilayah Asia.
  2. Pelacakan Oposisi Iran: Operasi siber asal Iran memfokuskan serangan pada identifikasi aktivis dan kelompok minoritas Iran yang bermukim di luar negeri, menggunakan analisis data media sosial secara otomatis.
  3. Pemanfaatan Intelijen di Mali: Sebuah kontraktor keamanan nasional yang bekerja untuk otoritas Mali di Afrika Barat terbukti menggunakan Claude untuk merancang arsitektur perangkat lunak inti guna memfasilitasi pengumpulan data intelijen.

Efisiensi AI sebagai Efektor Spionase Baru

Laporan Anthropic menggarisbawahi pergeseran taktis dalam peretasan tingkat negara. Aktor siber tidak lagi bergantung sepenuhnya pada tim pemrogram manusia untuk membangun alat peretas atau sistem analisis data. Sebaliknya, mereka memanfaatkan model bahasa besar (Large Language Models) untuk mempercepat pembuatan kode dan pengolahan data intelijen secara massal.

"Kecerdasan buatan kini digunakan untuk menggantikan peran tenaga kerja teknis dalam operasi pengumpulan intelijen," tegas Anthropic dalam laporan resminya.

Di Iran, para peretas mengembangkan metode khusus memanfaatkan AI untuk mengidentifikasi profil individu secara terintegrasi melalui jejaring akun media sosial mereka. Sementara itu di China, selain aktivitas spionase, para pengembang terbukti melakukan praktik manipulasi berupa distilasi model (model distillation). Mereka memanfaatkan keluaran (output) Claude secara terselubung untuk melatih dan meningkatkan kapabilitas model AI milik mereka sendiri.

Ancaman Akselerasi Senjata dan Penipuan Siber

Selain menggagalkan operasi spionase yang didukung negara, Anthropic menyatakan telah memblokir sejumlah upaya penjahat siber dan aktor berbahaya lainnya yang mencoba menyalahgunakan model AI. Pelanggaran tersebut mencakup percobaan merancang senjata konvensional, melakukan riset biologi yang meragukan, hingga pembuatan skema penipuan asmara (dating scams) berskala industri.

Temuan ini memperkuat keprihatinan para analis keamanan siber global mengenai ancaman dual-use technology pada platform AI generatif. Meskipun produsen AI telah menerapkan pagar pengaman (guardrails) yang ketat, aktor canggih tingkat negara terus berusaha menerobos batasan etis tersebut demi kepentingan geopolitik dan intelijen.

Laboratorium AI Anthropic melaporkan penyalahgunaan model Claude oleh aktor siber negara untuk mengintai aktivis pro-demokrasi dan oposisi politik. AI kini mulai menggantikan peran tim teknis dalam pengumpulan intelijen. Baca selengkapnya di Beritainti.com

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bayu-aji

Investigative Reporter. Spesialisasi: korupsi, pencucian uang, dan kejahatan korporasi.

Comments (0)

User